Kisah Habib Umar dan Sebuah Tim Sepak Bola

loading...
Dan mulai saat itu, pemuda-pemuda yang masih nol ilmu agama itu, dengan pakaian-pakaian 'gaul' mereka semakin rutin hadir ke Ribath. Habib Umar sendiri yang mendidik mereka, mengajarkan mereka mengaji Alqur'an, menceritakan kepada mereka sejarah-sejarah Nabi. Meski kebanyakan dari mereka masih miskin adab dan sopan santun, bahkan ketika Habib Umar mengajar, mereka sudah biasa selonjoran kaki di depan beliau. Namun, Habib tetap sabar membimbing mereka satu persatu.

Habib Ali mengatakan, berkat dakwah cinta dan kasih sayang Habib Umar, sekarang para pemuda pemain sepak bola itulah yang mengisi mimbar-mimbar masjid di Kota Baidho'. Merekalah yang menghidupan aktivitas dakwah di Baidho' dan sekitarnya.

Habib Ali seakan berpesan, untuk membaca sejarah Habib Umar, janganlah melihat titik puncak dimana beliau sekarang berada, dimana beliau mendapat tingginya pangkat dan kemuliaan. Tapi lihatlah jauh ke belakang sana, dimana beliau dengan ketulusan, kesungguhan, dan jerih-payah beliau bisa mendapatkan semua kemuliaan yang bisa kita saksikan saat ini.

Dari kisah Habib Umar di atas, teringat sebuah pesan dari Habib Ali Al-Jufri untuk para ulama dan pendakwah. Kala itu beliau berkata: "Sampai kapan kita akan melihat para pemuda (yang jauh dari agama) itu dengan pandangan merendahkan? Di sekitar kita banyak pemuda yang memiliki potensi sangat besar. Yang memiliki peluang untuk menjadi pribadi yang baik. Jika Anda lihat ada pemuda yang berambut mohawk, memakai anting dan kalung rantai, memakai celana sobek-sobek. Ketahuilah bahwa ia bagaikan sebuah permata. Hanya saja permata itu jatuh dan terkotori oleh sampah-sampah di sekitarnya. Maka jangan pernah kita menganggap permata itu bagian dari sampah, tapi kewajiban kita adalah mengambil permata itu, membersihkannya, dan menempatkannya pada tempat yang layak."

Demikian kisah Habib Umar bin Hafidz yang penuh hikmah dan pelajaran. Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu memuliakan semua orang dan berkasih sayang kepada sesama tanpa memandang status dan kedudukannya.
(rhs)
halaman ke-2
preload video