Benarkah Tak Perlu Membesuk Penderita Corona?

loading...
"Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu." (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud).

Rasulullah memberikan teladan dalam menjenguk orang sakit. Entah orang yang menjenguk itu dokter, kerabat, atau teman, pengunjung tidak boleh mengatakan di depan pasien sesuatu yang bisa membuatnya ketakutan atau putus asa. Sebaliknya, mereka harus mengatakan hal-hal yang dapat menenteramkan atau membuatnya merasa bahagia.

Diriwayatkan bahwa Ummu Salamah RA berkata, " Rasulullah SAW bersabda, 'Jika kamu menjenguk orang sakit atau orang yang sedang sekarat, katakanlah hal-hal yang baik. Karena para malaikat mengaminkan apa pun yang kamu katakan." (HR. Muslim)

Islam menaruh kepedulian pada upaya menenteramkan orang sakit dan meningkatkan harapan bagi kesembuhannya. Ibnul Qayyim mengomentari sabda Nabi shalallaahu 'alaihi wa sallam, "Untuk setiap penyakit ada penyembuhannya. Hadis ini memperkuat moral pasien dan dokter, serta mendorong mereka untuk mengupayakan penyembuhan agar si sakit tidak putus asa.

Karena itulah kita memahami bagaimana Islam mengubah menjenguk orang sakit dari kunjungan sosial singkat menjadi penyembuhan spiritual yang membangkitkan semangat pasien dan menguatkan harapan kesembuhannya. Selain itu sebagai wujud kepedulian dan dukungan bagi pasien dan keluarganya.

Wallahu A'lam
(rhs)
halaman ke-2
preload video