6 Rukun Haji, Pengertian, Syarat dan Keutamaannya
Selasa, 23 Mei 2023 - 12:49 WIB
-Thowaf dilakukan di dalam masjid walau jauh dari Ka’bah.
-Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang berthowaf.
-Thowaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
-Thowaf dilakukan berturut-turut tanpa ada selang jika tidak ada hajat.
-Memulai thowaf dari Hajar Aswad.
Syarat Sa’i:
-Niat.
-Berurutan antara thowaf, lalu sa’i.
-Dilakukan berturut-turut antara setiap putaran. Namun jika ada sela waktu sebentar antara putaran, maka tidak mengapa, apalagi jika benar-benar butuh.
-Menyempurnakan hingga tujuh kali putaran.
-Dilakukan setelah melakukan thowaf yang shahih.
Jika seseorang wukuf di waktu mana saja dari waktu tadi, baik di sebagian siang atau malam, maka itu sudah cukup. Namun jika ia wukuf di siang hari, maka ia wajib wukuf hingga matahari telah tenggelam.
-Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang berthowaf.
-Thowaf dilakukan sebanyak tujuh kali putaran.
-Thowaf dilakukan berturut-turut tanpa ada selang jika tidak ada hajat.
-Memulai thowaf dari Hajar Aswad.
3. Sa’i
Sa’i ini merupakan rukun haji yang berupa lari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Berikut syaratnya.Syarat Sa’i:
-Niat.
-Berurutan antara thowaf, lalu sa’i.
-Dilakukan berturut-turut antara setiap putaran. Namun jika ada sela waktu sebentar antara putaran, maka tidak mengapa, apalagi jika benar-benar butuh.
-Menyempurnakan hingga tujuh kali putaran.
-Dilakukan setelah melakukan thowaf yang shahih.
4. Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling penting. Siapa yang luput dari wukuf di Arafah, hajinya tidak sah. Adapun waktu pelaksanaannya dilakukan saat tergelincirnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah hingga subuh 10 Dzulhijjah.Jika seseorang wukuf di waktu mana saja dari waktu tadi, baik di sebagian siang atau malam, maka itu sudah cukup. Namun jika ia wukuf di siang hari, maka ia wajib wukuf hingga matahari telah tenggelam.
Lihat Juga :