Pentingnya Kalkulasi Perjalanan Hidup Manusia

Minggu, 06 Agustus 2023 - 22:33 WIB
Kalkulasi-kalkulasi kehidupan ini akan mengantar kepada pertanyaan-pertanyaan mendasar. Salah satu di antaranya kira-kira berapa jatah kehidupan kita? Pertanyaan ini mustahil untuk terjawab karena memang laa tadri nafsun maadza taksibu ghoda (tidak ada yang tahu akan hari esok, termasuk berakhirnya ajal). Yang tahu ajal manusia hanya Dia yang maha tahu dan menentukan.

Namun, demikian manusia dengan kesadaran kalkulasi tadi dapat mengira-ngira berdasarkan tanda-tanda alam. Tanda-tanda alam itu banyak. Persendian semakin rapuh, mata menjadi tahun, bahkan keterbatasan dalam menikmati dunia di saat nafsu masih membara. Rasulullah ﷺ misalnya memperkirakan umur umatnya di kisaran 65 tahun. Mungkin ada yang dapat bonus 10 tahun menjadi 75 tahun. Bahkan mungkin saja bonusnya 15 tahun menjadi 80 tahun.

Yang pasti tidak banyak yang diberikan bonus di atas 75 tahun. Apalagi lebih 80 tahun. Seringkali di saat seseorang dikarunia umur di atas 80 tahun orang akan berkata: "Panjang umurnya ya?". Padahal perjalanan masa 80 tahun itu terasa begitu singkat.

Belum lagi kita berbicara tentang apa dan bagaimana manusia menjalani hidupnya. "Apa dan bagaimana sesungguhnya adalah dua pertanyaan yang juga mendasar bagi fase selanjutnya dalam kehidupan seseorang. Fase selanjutnya inilah yang disebut dalam hadits di atas "ba'dal maut atau fase setelah kematian. Apa dan bagaimana kita telah menyiapkan fase itu?

Bijak dan berakalnya seseorang menurut hadits di atas bukan pada deretan gelar akademik yang dimilikinya. Tapi bagaimana akalnya berfungsi dan memastikan bagi keselamatan dan kebahagiaan masa depannya. Dan masa depan yang paling pasti adalah fase setelah kematian (limaa ba'dal maut) itu.

Jika kita telah berumur 50 ke atas, ada baiknya disadari bahwa lebih 50 persen jatah hidup kita telah berlalu. Dari 50 persen itu kira-kira berapa persen yang akan dimaksimalkan untuk menyiapkan limaa ba'dal maut (fase setelah kemarin)? Berapa untuk tidur, berapa untuk nonton drama Korea, berapa untuk main domino, berapa untuk media sosial, dan seterusnya. Lalu dari semua yang kita lakukan itu berapa persen yang bernilai persiapan limaa ba'dal maut?

Semoga kita semua semakin bijak dalam menyikapi perjalanan hidup. Ingat, penyesalan akan selalu hadir di belakang hari. Dan penyesalan yang paling perih dan menyedihkan adalah ketika waktu yang takkan berputar kembali itu telah tiba. Semoga Allah menjaga!

Manhattan City, 1 Agustus 2023

Baca Juga: Musibah dalam Kehidupan dan Cara Meresponsnya
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!