Jauhi Ucapan 'Kalau Seandainya Saya Begini dan Begitu'

Selasa, 08 Desember 2020 - 23:08 WIB
Seorang mukmin memiliki fisik yang sehat dan kuat, tidak lemah dan tidak mudah lelah. Diriwayatkan bahwa Nabi memiliki fisik yang kuat, yang bahkan ketika para sahabat kesulitan memecahkan batu yang menjadi penghalang ketika membuat parit dalam perang Khandak, maka Nabi kemudian memecahkan batu besar itu dengan tangan beliau.

3. Al-Quwwah Al-Aqliyah (kekuatan akal)

Setiap muslim harus memiliki kecerdasan dan kaya dengan ilmu pengetahuan. Karena salah satu konsekwensi iman adalah menuntut ilmu. Bahkan wahyu pertama diturunkan Allah kepada Nabi adalah perintah untuk membaca. Sedangkan membaca merupakan sarana paling efektif dalam menuntut ilmu.

4. Al-Quwwah Al-Maliyah (kekuatan finansial)

Muslim yang ideal adalah orang yang memiliki kemampual finansial yang cukup agar kehadirannya dapat memberi kontribusi bagi orang lain. Dengan kata lain, seorang muslim harus menjadi "muzakki" karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

(Baca Juga: Usaha Apakah yang Mulia di Sisi Allah?)

"Adapun wujud dari kekuatan jiwa seorang mukmin adalah tidak mudah mengucap kata "andai' atau 'seandainya'. Karena kata-kata seperti itu menggambarkan lemahnya jiwa, khususnya ketika kata itu diucapkan pada saat terjadinya sesuatu yg tidak diharapkan," terang Dai yang juga Dewan Pengawas Syariah Rumah Zakat yang dilansir dari web resminya.

Ustaz Rikza berpesan agar seorang mukmin senantiasa husnudzan kepada Allah. Apa yang Allah takdirkan merupakan yang terbaik dan paling tepat bagi dirinya. Mudah-mudahn Allah anugerahkan kita kekuatan sebagaimana dimaksud dalam hadis di atas. Aamiin.

Wallahu A'lam
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!