Ciri-ciri Orang Sukses Menurut Al-Qur'an

Minggu, 18 Juli 2021 - 19:51 WIB
Maka Nabi bersabda: "Maukah kalian aku beritakan tentang penduduk surga dan penduduk neraka?" Mereka menjawab: "Tentu saja kami mau, wahai Rasulullah." Nabi membacakan firman-Nya: "Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan pada-nya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa."

Sampai dengan firman-Nya: "Orang-orang yang beruntung."Kemudian Nabi bersabda: "Mereka adalah penduduk surga." Mereka (para sahabat) berkata: "Sesungguhnya kami berharap semoga diri kami termasuk dari mereka."

Ibn Abbas dalam Tafsirnya mengatakan bahwa mereka yang mengimani item-item dalam dua ayat sebelumnya adalah mereka yang mendapat petunjuk. Mereka akan menikmati kebaikan ampunan dan jalan yang dipenuhi cahaya oleh Allah. Mereka juga pantas dijuluki orang yang sukses, yaitu orang yang terhindar dari siksaan di hari akhir.

Parameter Sukses Dunia Modern

Apa itu kesuksesan? Definisi paling umum saat ini adalah label bagi mereka yang bisa menggapai apa yang didambakan, umumnya materi atau apa yang tampak. Misalnya, orang yang menargetkan punya mobil mewah, harta miliaran dan mampu mencapainya dapat disebut sebagai orang yang sukses.

Singkat kata, kata sukses dapat disebut juga sebuah pencapaian akhir seseorang telah 'sampai' pada tujuan akhirnya. Begitu juga dalam agama, sampai atau wushul adalah diksi yang sering dipakai para sufi untuk menandakan bahwa salik tersebut sudah sampai kepada Allah, setelah perjalanan panjang melawan hawa nafsu diri sendiri.

Karena kesuksesan menjadi orang dekat Allah ini adalah hal pokok dalam islam, keberhasilan dalam mendekati Allah itulah dalam diksi Qur'an disebut juga beruntung. Maka tidak heran bila ciri-ciri menuju wushul itu juga menempati urutan pertama dalam Qur'an. Tidak lain tidak bukan adalah iman kepada apa apa yang disebut secara jelas pada surat Al-Baqarah ayat ketiga dan keempat.

Mereka yang beruntung atau sukses itu adalah yang mengimani hal gaib, yang mendirikan shalat dan menunaikan shadaqah serta mengimani Quran dan kitab-kitab yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW, dan percaya akan hari akhirat.

Lantas apa itu iman? Menurut Mazhab Asy'ariyyah-Maturidiyah, iman adalah pembenaran hati terhadap semua yang di bawa Nabi Muhammad SAW berupa ilmu-ilmu pokok (dharuri) dengan kesungguhan dan kemantapan hati. Iman adalah sesuatu yang diyakini benar dalam hati, diucapkan secara lisan oleh sahadat, dan dilakukan dalam perbuatan sesuai tuntutan Nabi Muhammad SAW.

Dalam konteks ini, mengimani lima hal itu saja --yang boleh jadi adalah mixing dari rukun iman dan islam-- sudah bisa mengantarkan kesuksesan manusia di dunia, dan terlebih di akhirat.

Percaya hal gaib bisa mengantarkan manusia untuk lebih Berhati-hatilah dalam melangkah karena parameter hidupnya tidak hanya materi tetapi juga yang tidak tampak secara kasat mata. Percaya pada hal gaib memang menjadi tantangan terbesar abad modern, karena bagi mereka ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang harus berwujud atau dapat dibuktikan secara inderawi dan diuji dengan metodologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!