Tangan-tangan Paling Beruntung yang Pernah Dicium Rasulullah
Kamis, 14 Oktober 2021 - 05:10 WIB
3. Sayyidah Fathimah az-Zahra radhiyallahu 'anha
Sayyidah Fathimah az-Zahra adalah putri kesayangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Tangannya juga kasar dan keras. Dengan penuh cinta, Rasulullah mencium tangan putrinya tersebut. Nabi mencium tangan mulia itu karena beliau bekerja keras menggiling gandum di rumahnya, menyiapkan makanan bagi kedua putranya dan sang suami Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Sayyidah Fathimah tidak pernah mengeluh mengerjakan pekerjaan rumah meskipun tangannya melepuh.
Lihatlah betapa Rasulullah sangat menghargai orang-orang yang bekerja keras untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarganya. Rasulullah mencium tangan sahabat sebagai penghargaan atas kerja keras mereka, bukan karena ibadah ritual mereka.
Riwayat-riwayat di atas menggambarkan betapa Islam sangat menghargai orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Orang yang bekerja dapat dikatakan sebagai jihad fi sabilillah, seperti sabda beliau: "Siapa yang bekerja keras untuk mencari nafkah keluarganya, maka ia adalah Mujahid fi Sabilillah." (HR. Ahmad)
Rasulullah juga bersabda: "Barangsiapa yang di waktu sorenya merasa kelelahan karena kerja tangannya, maka di waktu sore itu ia mendapatkan ampunan." (HR ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Seperti halnya Sa'ad yang hitam dan melepuh tangannya karena bekerja, maka tatkala seseorang merasa kelelahan bekerja akan dibalas oleh Allah dengan ampunan-Nya. Saat itu juga dikategorikan sebagai orang yang berjihad di jalan Allah. Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya agar kita termasuk pekerja keras dan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.
Referensi:
Buku "Tangan-tangan yang Dicium Rasul: Nasihat Islami tentang Bekerja Keras" karya Syahyuti, Pustaka Hira
Baca Juga: Umat Muslim Wajib Tahu, Ini 7 Adab Bekerja Menurut Islam
Sayyidah Fathimah az-Zahra adalah putri kesayangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Tangannya juga kasar dan keras. Dengan penuh cinta, Rasulullah mencium tangan putrinya tersebut. Nabi mencium tangan mulia itu karena beliau bekerja keras menggiling gandum di rumahnya, menyiapkan makanan bagi kedua putranya dan sang suami Sayyidina Ali Bin Abi Thalib. Sayyidah Fathimah tidak pernah mengeluh mengerjakan pekerjaan rumah meskipun tangannya melepuh.
Lihatlah betapa Rasulullah sangat menghargai orang-orang yang bekerja keras untuk mencari nafkah dan menghidupi keluarganya. Rasulullah mencium tangan sahabat sebagai penghargaan atas kerja keras mereka, bukan karena ibadah ritual mereka.
Riwayat-riwayat di atas menggambarkan betapa Islam sangat menghargai orang-orang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Orang yang bekerja dapat dikatakan sebagai jihad fi sabilillah, seperti sabda beliau: "Siapa yang bekerja keras untuk mencari nafkah keluarganya, maka ia adalah Mujahid fi Sabilillah." (HR. Ahmad)
Rasulullah juga bersabda: "Barangsiapa yang di waktu sorenya merasa kelelahan karena kerja tangannya, maka di waktu sore itu ia mendapatkan ampunan." (HR ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)
Seperti halnya Sa'ad yang hitam dan melepuh tangannya karena bekerja, maka tatkala seseorang merasa kelelahan bekerja akan dibalas oleh Allah dengan ampunan-Nya. Saat itu juga dikategorikan sebagai orang yang berjihad di jalan Allah. Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya agar kita termasuk pekerja keras dan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.
Referensi:
Buku "Tangan-tangan yang Dicium Rasul: Nasihat Islami tentang Bekerja Keras" karya Syahyuti, Pustaka Hira
Baca Juga: Umat Muslim Wajib Tahu, Ini 7 Adab Bekerja Menurut Islam
(rhs)
Lihat Juga :