Keutamaan Dzulqa'dah, Bulan Haram yang Dimuliakan Allah
Senin, 30 Mei 2022 - 15:54 WIB
Keutamaan Dzulqa'dah berikutnya adalah bulan baik untuk ibadah umrah. Pada bulan Dzulqa'dah, disunahkan untuk melaksanakan ibadah umroh. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ، أَوْ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ
Artinya: "Nabi shallallahu 'aAlaihi wasallam melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Dzulqa'dah, kecuali umrah yang dilakukan bersama haji. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Dzulqa'dah, umrah tahun depan di bulan Dzulqa'dah." (HR Al-Bukhari No. 1780)
3. Kisah Nabi Musa
Pada bulan ini, Allah berjanji kepada Nabi Musa untuk berbicara dengannya selama 30 malam di bulan Dzulqa'dah dan ditambahkan sepuluh malam pada awal bulan Dzulhijjah. Seperti dalam QS. Al-A'raaf: 142:
وَوٰعَدۡنَا مُوۡسٰى ثَلٰثِيۡنَ لَيۡلَةً وَّاَتۡمَمۡنٰهَا بِعَشۡرٍ فَتَمَّ مِيۡقَاتُ رَبِّهٖۤ اَرۡبَعِيۡنَ لَيۡلَةً ۚ وَقَالَ مُوۡسٰى لِاَخِيۡهِ هٰرُوۡنَ اخۡلُفۡنِىۡ فِىۡ قَوۡمِىۡ وَاَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِيۡلَ الۡمُفۡسِدِيۡنَ
Artinya: "Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
Allah mengingatkan Bani Israil tentang apa yang mereka peroleh yaitu hidayah, berupa firman-Nya langsung kepada Nabi Musa dan pemberian Kitab Taurat oleh-Nya, di dalamnya terdapat beberapa ketentuan dan keterangan mengenai hukum bagi Bani Israil.
Itulah keutamaan Bulan Dzulqa'dah yang perlu diketahui umat muslim. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya agar kita dapat menjaga kesucian bulan ini.
Baca Juga: Selamat Datang Dzulqa'dah, Bulan Larangan Berbuat Aniaya
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اعْتَمَرَ أَرْبَعَ عُمَرٍ كُلُّهُنَّ فِي ذِي الْقَعْدَةِ إِلَّا الَّتِي مَعَ حَجَّتِهِ: عُمْرَةً مِنَ الْحُدَيْبِيَةِ، أَوْ زَمَنَ الْحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الْعَامِ الْمُقْبِلِ فِي ذِي الْقَعْدَةِ
Artinya: "Nabi shallallahu 'aAlaihi wasallam melakukan umrah sebanyak empat kali, semuanya di bulan Dzulqa'dah, kecuali umrah yang dilakukan bersama haji. Empat umrah itu adalah umrah Hudaibiyah di bulan Dzulqa'dah, umrah tahun depan di bulan Dzulqa'dah." (HR Al-Bukhari No. 1780)
3. Kisah Nabi Musa
Pada bulan ini, Allah berjanji kepada Nabi Musa untuk berbicara dengannya selama 30 malam di bulan Dzulqa'dah dan ditambahkan sepuluh malam pada awal bulan Dzulhijjah. Seperti dalam QS. Al-A'raaf: 142:
وَوٰعَدۡنَا مُوۡسٰى ثَلٰثِيۡنَ لَيۡلَةً وَّاَتۡمَمۡنٰهَا بِعَشۡرٍ فَتَمَّ مِيۡقَاتُ رَبِّهٖۤ اَرۡبَعِيۡنَ لَيۡلَةً ۚ وَقَالَ مُوۡسٰى لِاَخِيۡهِ هٰرُوۡنَ اخۡلُفۡنِىۡ فِىۡ قَوۡمِىۡ وَاَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِيۡلَ الۡمُفۡسِدِيۡنَ
Artinya: "Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa (memberikan Taurat) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya (yaitu) Harun, "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah (dirimu dan kaummu), dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan."
Allah mengingatkan Bani Israil tentang apa yang mereka peroleh yaitu hidayah, berupa firman-Nya langsung kepada Nabi Musa dan pemberian Kitab Taurat oleh-Nya, di dalamnya terdapat beberapa ketentuan dan keterangan mengenai hukum bagi Bani Israil.
Itulah keutamaan Bulan Dzulqa'dah yang perlu diketahui umat muslim. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya agar kita dapat menjaga kesucian bulan ini.
Baca Juga: Selamat Datang Dzulqa'dah, Bulan Larangan Berbuat Aniaya
(rhs)
Lihat Juga :