Prinsip Pengelolaan Energi Sudah Ada di Masa Nabi
Senin, 05 September 2022 - 16:48 WIB
Artinya: "Dari Nabi shollallohu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: 'Bila malam telah tiba maka tahanlah anak-anak kecil kalian (agar tidak keluar rumah) karena setan saat itu sedang berkeliaran. Bila telah berlalu waktu Isya maka silakan lepaskan mereka, tutuplah pintumu dan bacalah nama Allah, matikan lampu dan bacalah nama Allah, tutuplah tempat airmu dan bacalah nama Allah, tutuplah bejanamu meski engkau hanya lintangkan sesuatu di atasnya dan bacalah nama Allah." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Hadis di atas menjelaskan tentang anjuran Nabi kepada umatnya untuk mematikan lampu ketika hendak tidur di malam hari. Pesan serupa sering beliau sampaikan dalam redaksi yang beragam. Ini menunjukkan beliau tidak sepintas lalu menyampaikan pesan ini, tetapi betul-betul dikampanyekan.
Bayangkan, dari hal-hal sepele terkait hemat energi saja Nabi sangat memperhatikannya, apalagi dalam konteks yang lebih luas dan berskala global. Jika diterapkan dalam konteks zaman industri seperti sekarang ini, pesan Nabi tersebut bisa kita pegang betul-betul dalam upaya pengelolaan energi terutama yang tak terbarukan.
Selain soal hemat menggunakan penerangan, Rasulullah SAW juga sering menyampaikan agar umat muslim berhemat dalam menggunakan air. Salah satunya disampaikan beliau dalam hadis berikut:
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه: "أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ مرَّ بسعدٍ وهو يتوضأُ فقال ما هذا السَّرفُ يا سعدُ قال أفي الوضوءِ سرفٌ قال نعم وإن كنتَ على نهَرِ جارٍ"
Artinya: "Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, bahwasannya Rasulullah SAW pernah melewati Sa'ad ketika ia sedang berwudhu, maka Nabi Muhammad bersabda: "Kenapa kamu memakai air banyak sekali ya Sa'ad? Maka Sa'ad berkata, "Apakah ketika berwudhu tidak boleh memakai air terlalu banyak?" Beliau bersabda: "Iya, walaupun kamu berwudhu di sungai sekalipun." (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah)
Muhamad Abror,
Santri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Baca Juga: 5 Bahaya Sifat Boros dan Berlebihan, Nomor 4 Dampaknya Mengerikan
Hadis di atas menjelaskan tentang anjuran Nabi kepada umatnya untuk mematikan lampu ketika hendak tidur di malam hari. Pesan serupa sering beliau sampaikan dalam redaksi yang beragam. Ini menunjukkan beliau tidak sepintas lalu menyampaikan pesan ini, tetapi betul-betul dikampanyekan.
Bayangkan, dari hal-hal sepele terkait hemat energi saja Nabi sangat memperhatikannya, apalagi dalam konteks yang lebih luas dan berskala global. Jika diterapkan dalam konteks zaman industri seperti sekarang ini, pesan Nabi tersebut bisa kita pegang betul-betul dalam upaya pengelolaan energi terutama yang tak terbarukan.
Selain soal hemat menggunakan penerangan, Rasulullah SAW juga sering menyampaikan agar umat muslim berhemat dalam menggunakan air. Salah satunya disampaikan beliau dalam hadis berikut:
عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنه: "أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ مرَّ بسعدٍ وهو يتوضأُ فقال ما هذا السَّرفُ يا سعدُ قال أفي الوضوءِ سرفٌ قال نعم وإن كنتَ على نهَرِ جارٍ"
Artinya: "Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma, bahwasannya Rasulullah SAW pernah melewati Sa'ad ketika ia sedang berwudhu, maka Nabi Muhammad bersabda: "Kenapa kamu memakai air banyak sekali ya Sa'ad? Maka Sa'ad berkata, "Apakah ketika berwudhu tidak boleh memakai air terlalu banyak?" Beliau bersabda: "Iya, walaupun kamu berwudhu di sungai sekalipun." (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah)
Muhamad Abror,
Santri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Baca Juga: 5 Bahaya Sifat Boros dan Berlebihan, Nomor 4 Dampaknya Mengerikan
(rhs)
Lihat Juga :