Turunnya Surah At-Taubah dan Meletusnya Perang Pasukan Islam Lawan Romawi
Selasa, 24 Januari 2023 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Surat At-Taubah Ayat 128-129 dan Keutamaannya
Golongan pertama, dengan segera berbondong-bondong menyambut seruan Rasulullah. Ada orang miskin dari mereka itu, tidak ada binatang beban yang akan ditungganginya, ada pula orang yang kaya raya, menyerahkan semua harta kepadanya untuk diserahkan kepada perjuangan di jalan Allah, dengan hati ikhlas, dengan harapan akan gugur pula sebagai syahid di sisi Tuhan.
Sedangkan yang lain masih berat-berat langkah dan mulai mereka itu mencari-cari alasan, sambil berbisik-bisik sesama mereka dan mencemooh ajakan Nabi Muhammad kepada mereka untuk menghadapi suatu peperangan yang jauh, dalam udara yang begitu panas membakar. Itulah mereka orang-orang munafik.
Surah At-Taubah
Pada saat itu, Surah At-Taubah turun. Surat ini berisi ajakan perjuangan yang paling besar dan tegas-tegas menyampaikan ancaman Tuhan kepada mereka yang membelakangi ajakan Rasulullah SAW.
Ada sekelompok orang-orang munafik yang berkata satu sama lain: Jangan kalian berangkat perang dalam udara panas. Maka firman Tuhan ini turun: "Dan mereka berkata: "Jangan kamu berangkat perang dalam udara panas begini.' Tapi katakanlah: 'Api neraka lebih panas lagi, kalau kamu mengerti! Biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis lebih banyak sebagai balasan atas hasil perbuatan mereka." ( Qur'an, 9 : 81-82)
Baca juga: Mengapa Surah At-Taubah Tak Pakai Basmalah?
Nabi Muhamnmad SAW berkata kepada Jadd bin Qais, salah seorang Banu Salima: "Hai Jadd, engkau bersedia tahun ini menghadapi Banu'l Ashfar?" Banu'l Ashfar ialah bangsa Romawi. "Rasulullah," kata Jadd. "Izinkanlah saya untuk tidak dibawa ke dalam ujian serupa ini. Masyarakat saya sudah cukup mengenal, bahwa tak ada orang yang lebih birahi terhadap wanita seperti saya ini. Khawatir saya, bahwa kalau saya melihat wanita-wanita Banu'l-Ashfar, saya takkan dapat menahan diri."
Oleh Rasulullah ia ditinggalkan. Dalam hubungan ini ayat berikut ini turun: "Ada pula di antara mereka yang berkata: 'Izinkanlah saya (tidak ikut serta) dan jangan kaubawa saya ke dalam ujian ini.' Ya, ketahuilah, mereka kini sudah terjatuh ke dalam ujian itu, dan bahwa neraka itu melingkungi orang-orang kafir." ( Qur'an, 9 :49)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil Muhammad ibnu Ishaq yang meriwayatkan pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang bersiap-siap untuk berangkat berjihad, beliau bersabda kepada Jadd ibnu Qais, saudara lelaki Bani Salamah. "Hai Jadd, mengapa tahun ini kamu tidak berangkat untuk memerangi Banil Asfar (orang-orang Romawi)?"
Golongan pertama, dengan segera berbondong-bondong menyambut seruan Rasulullah. Ada orang miskin dari mereka itu, tidak ada binatang beban yang akan ditungganginya, ada pula orang yang kaya raya, menyerahkan semua harta kepadanya untuk diserahkan kepada perjuangan di jalan Allah, dengan hati ikhlas, dengan harapan akan gugur pula sebagai syahid di sisi Tuhan.
Sedangkan yang lain masih berat-berat langkah dan mulai mereka itu mencari-cari alasan, sambil berbisik-bisik sesama mereka dan mencemooh ajakan Nabi Muhammad kepada mereka untuk menghadapi suatu peperangan yang jauh, dalam udara yang begitu panas membakar. Itulah mereka orang-orang munafik.
Surah At-Taubah
Pada saat itu, Surah At-Taubah turun. Surat ini berisi ajakan perjuangan yang paling besar dan tegas-tegas menyampaikan ancaman Tuhan kepada mereka yang membelakangi ajakan Rasulullah SAW.
Ada sekelompok orang-orang munafik yang berkata satu sama lain: Jangan kalian berangkat perang dalam udara panas. Maka firman Tuhan ini turun: "Dan mereka berkata: "Jangan kamu berangkat perang dalam udara panas begini.' Tapi katakanlah: 'Api neraka lebih panas lagi, kalau kamu mengerti! Biarlah mereka tertawa sedikit dan menangis lebih banyak sebagai balasan atas hasil perbuatan mereka." ( Qur'an, 9 : 81-82)
Baca juga: Mengapa Surah At-Taubah Tak Pakai Basmalah?
Nabi Muhamnmad SAW berkata kepada Jadd bin Qais, salah seorang Banu Salima: "Hai Jadd, engkau bersedia tahun ini menghadapi Banu'l Ashfar?" Banu'l Ashfar ialah bangsa Romawi. "Rasulullah," kata Jadd. "Izinkanlah saya untuk tidak dibawa ke dalam ujian serupa ini. Masyarakat saya sudah cukup mengenal, bahwa tak ada orang yang lebih birahi terhadap wanita seperti saya ini. Khawatir saya, bahwa kalau saya melihat wanita-wanita Banu'l-Ashfar, saya takkan dapat menahan diri."
Oleh Rasulullah ia ditinggalkan. Dalam hubungan ini ayat berikut ini turun: "Ada pula di antara mereka yang berkata: 'Izinkanlah saya (tidak ikut serta) dan jangan kaubawa saya ke dalam ujian ini.' Ya, ketahuilah, mereka kini sudah terjatuh ke dalam ujian itu, dan bahwa neraka itu melingkungi orang-orang kafir." ( Qur'an, 9 :49)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil Muhammad ibnu Ishaq yang meriwayatkan pada suatu hari ketika Rasulullah SAW sedang bersiap-siap untuk berangkat berjihad, beliau bersabda kepada Jadd ibnu Qais, saudara lelaki Bani Salamah. "Hai Jadd, mengapa tahun ini kamu tidak berangkat untuk memerangi Banil Asfar (orang-orang Romawi)?"
Lihat Juga :