Gambaran Mencekam Perang Hunain, Pasukan Muslim Nyaris Kalah
Senin, 13 Maret 2023 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Aku adalah seorang nabi yang tidak pernah dusta, aku adalah anak Abdul Muttalib (yakni seorang pemberani).
Ikut bertahan bersama Rasulullah SAW sejumlah orang dari kalangan sahabat-sahabatnya yang jumlahnya kurang lebih 100 orang, tetapi ada yang mengatakan 80 orang.
Di antaranya ialah Abu Bakar, Umar, Al-Abbas, Ali, Al-Fadl ibnu Abbas, Abu Sufyan ibnul Haris, Aiman ibnu Ummu Aiman, Usamah ibnu Zaid, dan sahabat-sahabat lainnya.
Kemudian Nabi SAW memerintahkan pamannya (yaitu Al-Abbas) yang terkenal mempunyai suara yang keras untuk menyerukan kata-kata. "Hai orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon" dengan sekeras suaranya.
Baca juga: Begini Pidato Abbas bin Abdul Muthalib Saat Baiat Al-Aqabah
Pohon tersebut adalah pohon tempat Baiat Ridwan dilaksanakan. Kaum muslim dari kalangan Muhajirin dan Ansar berbaiat kepada Nabi SAW di tempat itu, bahwa mereka tidak akan lari meninggalkan Nabi SAW dalam keadaan apa pun.
Maka Al-Abbas menyeru mereka dengan kata-kata, "Hai As-habus Samrah” Adakalanya pula ia menyerukan, "Hai orang-orang yang memiliki surat Al-Baqarah!" Maka kaum muslim menjawabnya dengan ucapan, "Labbaika, ya labbaika.”
Pasukan kaum muslim berbalik dan bergabung dengan Rasulullah SAW sehingga seorang lelaki yang untanya menolak berbalik turun dari untanya dan memakai baju besinya, lalu melepaskan untanya dan bergabung dengan Rasulullah SAW.
Setelah sejumlah pasukan dari kalangan kaum muslim bergabung dengan Rasulullah SAW, maka beliau memerintahkan untuk mulai membalas serangan dengan sungguh-sungguh. Lalu beliau mengambil segenggam pasir setelah berdoa kepada Tuhannya dan meminta pertolongan kepada-Nya, lalu beliau bersabda:
"اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي"
Ya Allah, tunaikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.
Baca juga: Kisah Utsman bin Thalhah, Juru Kunci Kakbah saat Fathu Makkah
Kemudian beliau melempar pasukan kaum musyrik dengan pasir itu. Maka tidak ada seorang pun dari pasukan musuh melainkan kedua mata dan mulutnya terkena pasir itu yang membuatnya sibuk dengan keadaan dirinya sehingga lupa kepada peperangan yang dihadapinya.
Akhirnya mereka terpukul mundur, dan kaum muslim mengejar mereka dari belakang seraya membunuh dan menawan mereka. Sehingga ketika seluruh pasukan kaum muslim telah bergabung, mereka melihat para tawanan telah digelarkan di hadapan Rasulullah SAW.
Ikut bertahan bersama Rasulullah SAW sejumlah orang dari kalangan sahabat-sahabatnya yang jumlahnya kurang lebih 100 orang, tetapi ada yang mengatakan 80 orang.
Di antaranya ialah Abu Bakar, Umar, Al-Abbas, Ali, Al-Fadl ibnu Abbas, Abu Sufyan ibnul Haris, Aiman ibnu Ummu Aiman, Usamah ibnu Zaid, dan sahabat-sahabat lainnya.
Kemudian Nabi SAW memerintahkan pamannya (yaitu Al-Abbas) yang terkenal mempunyai suara yang keras untuk menyerukan kata-kata. "Hai orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon" dengan sekeras suaranya.
Baca juga: Begini Pidato Abbas bin Abdul Muthalib Saat Baiat Al-Aqabah
Pohon tersebut adalah pohon tempat Baiat Ridwan dilaksanakan. Kaum muslim dari kalangan Muhajirin dan Ansar berbaiat kepada Nabi SAW di tempat itu, bahwa mereka tidak akan lari meninggalkan Nabi SAW dalam keadaan apa pun.
Maka Al-Abbas menyeru mereka dengan kata-kata, "Hai As-habus Samrah” Adakalanya pula ia menyerukan, "Hai orang-orang yang memiliki surat Al-Baqarah!" Maka kaum muslim menjawabnya dengan ucapan, "Labbaika, ya labbaika.”
Pasukan kaum muslim berbalik dan bergabung dengan Rasulullah SAW sehingga seorang lelaki yang untanya menolak berbalik turun dari untanya dan memakai baju besinya, lalu melepaskan untanya dan bergabung dengan Rasulullah SAW.
Setelah sejumlah pasukan dari kalangan kaum muslim bergabung dengan Rasulullah SAW, maka beliau memerintahkan untuk mulai membalas serangan dengan sungguh-sungguh. Lalu beliau mengambil segenggam pasir setelah berdoa kepada Tuhannya dan meminta pertolongan kepada-Nya, lalu beliau bersabda:
"اللَّهُمَّ أَنْجِزْ لِي مَا وَعَدْتَنِي"
Ya Allah, tunaikanlah kepadaku apa yang telah Engkau janjikan kepadaku.
Baca juga: Kisah Utsman bin Thalhah, Juru Kunci Kakbah saat Fathu Makkah
Kemudian beliau melempar pasukan kaum musyrik dengan pasir itu. Maka tidak ada seorang pun dari pasukan musuh melainkan kedua mata dan mulutnya terkena pasir itu yang membuatnya sibuk dengan keadaan dirinya sehingga lupa kepada peperangan yang dihadapinya.
Akhirnya mereka terpukul mundur, dan kaum muslim mengejar mereka dari belakang seraya membunuh dan menawan mereka. Sehingga ketika seluruh pasukan kaum muslim telah bergabung, mereka melihat para tawanan telah digelarkan di hadapan Rasulullah SAW.
(mhy)
Lihat Juga :