Meneladani Ibrahim (3): Ujian dan Kematangan Hidup

Kamis, 22 Juni 2023 - 20:29 WIB
loading...
Meneladani Ibrahim (3):...
Imam Shamsi Ali, Dai yang juga Presiden Nusantara Foundation USA. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Direktur Jamaica Muslim Center
Presiden Nusantara Foundation USA

Keteladanan Nabi Ibrahim berikutnya adalah bahwa hidup ini merupakan perjalanan dari satu titik ke titik yang sama. Bagaikan tawaf, berputar berkeliling dengan irama dan tujuan yang sama. Namun perlu diingat, Ka'bah harus selalu menjadi sentra perputaran itu.

Allah harus menjadi pusat perputaran hidup manusia. Kaya atau miskin Allah menjadi pusat kehidupan. Kuat atau lemah Allah menjadi pusat kehidupan. Merasakan kemudahan atau kesulitan hidup Allah tetap menjadi pusat kehidupan.

Ibrahim sendiri menegaskan bahwa dirinya terus bergerak menuju kepada Allah:

اني ذاهب الي ربي

"Sesungguhnya aku berjalan menuju Tuhanku."

Realita hidup yang demikian menuntut kematangan atau kedewasaan dalam menjalaninya. Tanpa kedewasaan manusia akan menjadi cengeng dan lemah. Untuk menumbuhkan kematangan dan kedewasaan hidup itulah manusia akan ditempa dengan berbagai ujian.

Di sinilah Ibrahim tampil sebagai sosok tauladan yang sangat luar biasa. Beliau mengalami tempaan itu dari awal perjalanan hidupnya hingga mencapai puncak kematangannya. Ragam bentuk ujian yang Allah SWT berikan kepada Ibrahim itu bukan karena ketidaksukaan. Tapi karena kecintaan-Nya kepadanya. Ibrahim sendiri adalah sosok hamba-Nya yang dijuluki "khalilullah" (kekasih Allah).

Dari ujian keluarga, sahabat hingga ujian publik dan kekuasaan. Ujian yang bersifat emosional, spiritual keimanan, hingga kepada yang bersifat fisikal dan material. Cobaan besar pertama yang Ibrahim harus lalui adalah ketika menyampaikan kebenaran kepada masyarakatnya. Dengan caranya Ibrahim berjuang menegakkan Kalimah Tauhid, beliau ditangkap bahkan dieksekusi dengan hukuman mati.

Tapi kematangan mentalitas dalam keimanan yang solid itu tidak menjadikannya gentar sedikitpun. Di saat tawaran bantuan para malaikat silih berganti, semuanya ditampik dengan keyakinan penuh bahwa hanya Allah yang punya kuasa sejati.

Dengan keyakinan inilah Allah memerintahkan api yang menggunung itu menjadi dingin bahkan menyenangkan bagi Ibrahim:

يا نار كوني بردا و سلاما علي ابراهيم

"(Wahai api, dinginlah dan menjadilah keselamatan bagi Ibrahim)."

Kuasa Allah berlaku. Api yang panas menjadi dingin bahkan menyenangkan Ibrahim dengan kuasaNya. Sebuah peristiwa yang melampaui daya nalar manusia yang kerap dibatasi oleh segala keterbatasaannya.

Skill Komunikasi dalam Berdakwah
Ada sebuah catatan menarik yang terjadi ketika terjadi dialog antara sang raja dan Ibrahim sebelum eksekusi itu terjadi: "Kamukah yang merusak tuhan-tuhan kami Wahai Ibrahim?" Ibrahim menjawab: "Tapi patung besar itulah sendiri yang melakukannya. Tanyakan kepadanya jika mereka mampu berbicara."

Sang raja menjawab: "Engkau tahu kalau mereka itu tidak berbicara."

Yang segera direspons oleh Ibrahim dengan kecerdikan dan logika: "Lalu wajarkah kalian menyembah mereka selain Allah? Sedangkan mereka tidak memberi manfaat apa-apa?"

Pelajaran terpenting dari dialog antara Ibrahim dan raja itu adalah bahwa seorang Muslim, apalagi para ulama dan Dai harus memiliki ketajaman logika, sekaligus kapabilitas dalam mengkomunikasikan kebenaran.

Kelemahan logika dan ketidakmampuan mengkomunikasikan kebenaran melahirkan Dai-dai yang kerap bermain dogma, mudah menyalahkan, bahkan mengkafirkan. Yang lebih berbahaya lagi ketika para Dai melakukan dakwah dengan metode bolduzer. Menghancurkan segala harapan hidayah atas nama dakwah. Bahkan lebih berbahaya meruntuhkan keindahan wajah Islam itu sendiri.

(bersambung)!

Baca Juga: Meneladani Ibrahim (2): Kesungguhan dalam Proses Mencari Hidayah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Keutamaan Ibadah Kurban:...
Keutamaan Ibadah Kurban: Pahalanya Tak Terhitung
Iduladha: Napak Tilas...
Iduladha: Napak Tilas Cinta dan Ketaatan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As
Ibadah Haji dan Iduladha...
Ibadah Haji dan Iduladha : Apakah Keduanya Saling Berkaitan?
Refleksi Kurban, Memangkas...
Refleksi Kurban, Memangkas Pemikiran Egosentris dan Sektarian
Hari Raya Iduladha :...
Hari Raya Iduladha : Tapak Tilas Bersejarah Nabi Ibrahim AS
Rekomendasi
Mendadak Gunung Es Muncul...
Mendadak 'Gunung Es' Muncul di Kazakhstan, Fenomena Apa Ini?
Mengenal 7 Firaun yang...
Mengenal 7 Firaun yang Paling Terkenal dan Berpengaruh dalam Sejarah Mesir
Sebelum Columbus, Abu...
Sebelum Columbus, Abu Bakar Saudara Mansa Musa Telah Temukan Benua Amerika
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Mayoritas Muslim, Ini...
Mayoritas Muslim, Ini 3 Negara dengan Masjid Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved