Pentingnya Menanam Akidah Anak Sejak Usia Dini

Minggu, 02 Agustus 2020 - 12:30 WIB
loading...
Pentingnya Menanam Akidah...
Dengan landasan akidah yang kokoh di atas Al-Qur`an dan al-Hadis, insya allah anak akan terjaga dan senantiasa dalam lindungan Allah. Foto ilustrasi/ist
A A A
Anak usia belia atau usia dini merupakan saat terpenting untuk penanaman pondasi akidah karena saat itu fitrah anak masih bersih. Inilah tanggung jawab ayah ibunya dan para guru agar anak tumbuh di atas fitrahnya yang lurus.

Akidah merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat . Para nabi dan rasul pun telah menyeru kepada anak pada akidah yang lurus dengan menanamkan pemahaman akidah sejak dini. Seperti diungkap pada firman Allah Ta'ala :

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.” (QS. Al-Baqarah : 132)

Akidah yang lurus ini didasarkan pada akidah islamiyah dengan enam pokok keimanan (rukum iman). Dinukil dari pendapat Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid dalam kitab 'Manhaj At-Tarbiyyah An-Nabawiyyah lit-Thift', dijelaskan, cara penanaman akidah kepada anak ini menurut cara Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dilakukan pada lima pilar mendasar. (Baca juga : Menghindari Tabarruj Saat Berjilbab Syar'i, Bagaimana Caranya? )

Pilar pertama pendiktean kalimat Tauhid . Pilar kedua, mencintai Allah Ta'ala dan merasa diawasi oleh-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya serta beriman kepada Qadha dan Qadar. Pilar ketiga mencintai Nabi SAW dan keluarganya. Pilar keempat mengajarkan Al-Qur-an. Pilar kelima, menanamkan akida yang kuat dan kerelaan berkorban karenanya.

Imam Al-Ghazali telah menekankan untuk memberikan perhatian kepada akidah anak dan mendiktekannya sejak kecil agar ia bisa tumbuh di atas akidah tersebut. Imam Al-Ghazali mengatakan, "Ketauilah bahwa apa yang telah kami sebutkan dalam menjelaskan akidah seyogyanya diberikan kepada sang aanak di awal perkembangannya agar ia bisa menghapalkannya benar-benar, sehingga makna-maknanya kelak di masa dewasa terus terungkap sedikit demi sedikit".

Langka pertamanya adalah memberikan hapalan, kemudian pemahaman, kemudian kepercayaan (i'tiqad), keyakinan dan pembenaran. Hal ini bsa terjadi pada diri anak tanpa harus diberi bukti (alasan) yang nyata. Ini adalah karunia dari Allah Ta'ala pada hati manusia bahwa Dia melapangkan hati manusia untuk menerima iman di awal pertumbuhannya tanpa perlu argumentasi atau bukti yang nyata.

Itu semua karena setiap bayi yang lahir diciptakan Allah Ta'ala di atas fitrah keimanan. Sebagaimana firman Allah Ta'ala :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (QS Al-A'raf : 172)

Jadi, akidah Islam adalah perkara yang wajib diajarkan terlebih dahulu. Setelah akidah ini tertanam kuat dalam diri dan hati sang anak, maka akan banyak faedah yang akan dirasakan anak ketika memiliki akidah shahihah. Ia akan terbiasa tawadlu dan selalu meminta pertolongan hanya kepada Allah terutama saat mengalami kesulitan. (Baca juga : Hati-hati dengan Jerat Pandangan Mata Ini ! )

Ia akan menyandarkan kesuksesan dan kebahagiaan hidup dengan selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala. Ia akan mampu menerima segala kejadian yang menimpanya, yang menyenangkan maupun sebaliknya karena semua adalah kehendak-takdir-Nya.

Dengan landasan akidah yang kokoh di atas Al-Qur`an dan al-Hadis, insya allah anak akan terjaga dan senantiasa dalam lindungan Allah. Praktik pengukuhan akidah perlu terus menerus dibiasakan agar anak merasakan manfaatnya dengan menjauhkan kisah-kisah atau cerita yang menodai ke-shahih-an akidah, termasuk film atau game yang menyimpang.

Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah berkata, “Siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya dalam hal-hal yang berguna baginya, lalu dia membiarkan begitu saja, berarti dia telah berbuat kesalahan yang fatal. Mayoritas penyebab kerusakan anak adalah akibat orang tua mengabaikan mereka, serta tidak mengajarkan berbagai kewajiban dan ajaran agama. Orang tua yang menelantarkan anak-anaknya ketika mereka kecil telah membuat mereka tidak berfaedah bagi diri sendiri dan bagi orang tua ketika mereka telah dewasa. Ada orang tua yang mencela anaknya yang durjana, lalu anaknya berkata, “Ayah, engkau durjana kepadaku ketika kecil, maka aku pun durjana kepadamu setelah aku besar. Engkau menelantarkanku ketika kecil, maka aku pun menelantarkanmu ketika engkau tua renta.” (Tuhfah al-Maudud) (Baca juga : Keutamaan dan Dahsyatnya Pahala Berzikir )

Ketika akidah telah tertancap kuat di sanubari anak, ia kan menjadi sosok orang beriman yang berkepribadian kuat, baik sikap dan perbuatannya karena selalu merasa dalam pengawasan Allah, serta meminimalisasi anak melakukan perbuatan buruk, seperti berkata kotor, menipu, dan lainnya. Orang tua akan memperoleh manfaat besar dengan keberadaan anak saleh/saleha ini.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Bahasa Cinta dalam Keharmonisan...
Bahasa Cinta dalam Keharmonisan Rumah Tangga, Begini Penjelasannya!
7 Hal Ringan agar Rumah...
7 Hal Ringan agar Rumah Tangga Harmonis Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
5 Perilaku Istri yang...
5 Perilaku Istri yang Membuat Rezeki Suami Mengalir Deras
3 Nasihat Utama Rasulullah...
3 Nasihat Utama Rasulullah SAW untuk Para Suami, Kaum Pria Wajib Tahu!
Doa Sebelum dan Sesudah...
Doa Sebelum dan Sesudah Berjimak, Suami-Istri Wajib Tahu!
5 Nasihat untuk Para...
5 Nasihat untuk Para Suami yang Memiliki Istri Berperilaku Buruk, Apa Saja?
Rekomendasi
Gempa Besar Guncang...
Gempa Besar Guncang Jepang, Ahli Prediksi yang Lebih Dahsyat Akan Terjadi
Temuan 123 Simbol Maya...
Temuan 123 Simbol Maya Ungkap Keberadaan Kota Misterius yang Hilang
Es Samudra Arktik Akan...
Es Samudra Arktik Akan Mencair 7 Tahun Lagi, Lebih Cepat dari Perkiraan
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Pentingnya Memantau...
Pentingnya Memantau dan Memeriksa Kehamilan sejak Dini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved