Inilah Beda Kriteria Hadis Kaum Rafidah dengan Sunni
Senin, 09 Oktober 2023 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kaum Rafidhah Mempercayai 12 Imam Bebas Dosa
Anehnya, ternyata pencipta kriteria Sunni tersebut, yaitu Bukhari dan Muslim, justru menerima pula riwayat dari sebagian orang Syi'ah. Kenapa? menurut Mahmud az-Zaby, untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memperhatikan keterangan berikut.
Bukhari dan Muslim tidak pernah meninggalkan kriteria tersebut dalam mempertimbangkan penerimaan setiap hadis yang mereka riwayatkan di dalam kitab sahih. Itu sebabnya mereka menerima hadis dari semua perawi yang adil dan kuat ingatannya. Betapa tidak, bukankah semua ulama telah bersepakat menyebut karya mereka dengan ash-Shahihayn?
Namun, ujar Mahmud az-Zaby, perlu diketahui bahwa hadis-hadis sahih itu terbagi dua.
Pertama, hadis yang dianggap sahih karena dirinya sendiri (yakni tanpa harus didukung oleh hadits lain). Kriteria ini berkaitan dengan latar belakang dan biografi perawi. Untuk yang ini, Imam Bukhari telah merumuskannya.
Baca juga: Begini Pendapat Sejumlah Ulama tentang Ajaran Rafidhah
Perawi-perawi pada hadis jenis pertama ini adalah orang-orang yang tidak diragukan keadilan dan kekuatan daya ingat mereka. Mereka tidak bercacat sedikit pun.
Kedua, hadis yang sahih karena didukung oleh hadis lain. Perawi hadis seperti ini tidak diragukan kejujurannya, walaupun tingkat kecerdasan dan daya hafalnya beragam. Sebagian dari mereka ada yang mengalami cela. Tetapi di antara mereka tidak terdapat seorang pun yang tukang bid'ah, yang menjadi kafir lantaran bid'ahnya, seperti orang Rafidhah, yang moderat atau yang ekstrim.
Mahmud az-Zaby mengatakan tentu saja, sebagian dari mereka ada yang diduga penganut Syi'ah. Diduga, karena ia tidak menonjolkan ajaran Syi'ahnya, dan tidak menghalalkan dusta untuk menguatkan pendapat dan madzhabnya. la justru bersifat takwa, jujur, dan memelihara diri dari dusta. Karena itu, riwayat perawi seperti ini tentu saja bisa diterima. Ini demi mendapatkan hadits, menyebarkan sunnah, dan memberantas bid'ah.
Baca juga: Sunah Menurut Kaum Rafidhah, Hadis yang Diriwayatkan Para Imam
Anehnya, ternyata pencipta kriteria Sunni tersebut, yaitu Bukhari dan Muslim, justru menerima pula riwayat dari sebagian orang Syi'ah. Kenapa? menurut Mahmud az-Zaby, untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memperhatikan keterangan berikut.
Bukhari dan Muslim tidak pernah meninggalkan kriteria tersebut dalam mempertimbangkan penerimaan setiap hadis yang mereka riwayatkan di dalam kitab sahih. Itu sebabnya mereka menerima hadis dari semua perawi yang adil dan kuat ingatannya. Betapa tidak, bukankah semua ulama telah bersepakat menyebut karya mereka dengan ash-Shahihayn?
Namun, ujar Mahmud az-Zaby, perlu diketahui bahwa hadis-hadis sahih itu terbagi dua.
Pertama, hadis yang dianggap sahih karena dirinya sendiri (yakni tanpa harus didukung oleh hadits lain). Kriteria ini berkaitan dengan latar belakang dan biografi perawi. Untuk yang ini, Imam Bukhari telah merumuskannya.
Baca juga: Begini Pendapat Sejumlah Ulama tentang Ajaran Rafidhah
Perawi-perawi pada hadis jenis pertama ini adalah orang-orang yang tidak diragukan keadilan dan kekuatan daya ingat mereka. Mereka tidak bercacat sedikit pun.
Kedua, hadis yang sahih karena didukung oleh hadis lain. Perawi hadis seperti ini tidak diragukan kejujurannya, walaupun tingkat kecerdasan dan daya hafalnya beragam. Sebagian dari mereka ada yang mengalami cela. Tetapi di antara mereka tidak terdapat seorang pun yang tukang bid'ah, yang menjadi kafir lantaran bid'ahnya, seperti orang Rafidhah, yang moderat atau yang ekstrim.
Mahmud az-Zaby mengatakan tentu saja, sebagian dari mereka ada yang diduga penganut Syi'ah. Diduga, karena ia tidak menonjolkan ajaran Syi'ahnya, dan tidak menghalalkan dusta untuk menguatkan pendapat dan madzhabnya. la justru bersifat takwa, jujur, dan memelihara diri dari dusta. Karena itu, riwayat perawi seperti ini tentu saja bisa diterima. Ini demi mendapatkan hadits, menyebarkan sunnah, dan memberantas bid'ah.
Baca juga: Sunah Menurut Kaum Rafidhah, Hadis yang Diriwayatkan Para Imam
(mhy)
Lihat Juga :