Guru Yahudi Ini Anggap Surga Umat Islam Aneh, Begini Penjelasan Iyas bin Mu’awiyah
Kamis, 09 November 2023 - 12:17 WIB
loading...
A
A
A
“Kemudian dengan alasan apa kalian mengingkari? Jika makanan yang kita makan di dunia saja sebagian hilang diserap oleh tubuh, maka tidaklah mustahil di surga kelak seluruhnya diserap oleh tubuh dan akan menjadi makanan jasmani,” ujar Iyas kemudian.
Baca juga: Perhiasan-perhiasan Bagi Para Penghuni Surga
Merasa kalah dengan argumen dari Iyas, guru itu memberikan isyarat dengan tangannya sambil berkata kepada Iyas, “Semoga Allah mematikanmu sebelum dewasa.”
Dr Abdurrahman Ra'fat Basya dalam bukunya berjudul "Mereka adalah Para Tabiin", menceritakan sejak kecil Iyas telah tampak bakat dan kecerdasan Putra al-Muzanni yang satu ini. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan beritanya kendati beliau masih kanak-kanak.
Setelah dewasa Iyas bin Mu’awiyah al-Muzanni menjadi hakim Bashrah yang diangkat oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dia dikenal zuhud dan amat cerdas.
Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah al-Muzanni, lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Najed. Kemudian beliau berpindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya. Di sanalah beliau tumbuh berkembang dan belajar.
Beliau sering mondar-mandir ke Damaskus saat masih belia, tentunya untuk menimba ilmu dari sisa-sisa sahabat yang mulia dan tokoh-tokoh tabi’in yang agung.
Baca juga: Gambaran Bidadari Surga dalam Al-Qur'an
Baca juga: Perhiasan-perhiasan Bagi Para Penghuni Surga
Merasa kalah dengan argumen dari Iyas, guru itu memberikan isyarat dengan tangannya sambil berkata kepada Iyas, “Semoga Allah mematikanmu sebelum dewasa.”
Dr Abdurrahman Ra'fat Basya dalam bukunya berjudul "Mereka adalah Para Tabiin", menceritakan sejak kecil Iyas telah tampak bakat dan kecerdasan Putra al-Muzanni yang satu ini. Orang-orang sering membicarakan kehebatan dan beritanya kendati beliau masih kanak-kanak.
Setelah dewasa Iyas bin Mu’awiyah al-Muzanni menjadi hakim Bashrah yang diangkat oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Dia dikenal zuhud dan amat cerdas.
Iyas bin Mu’awiyah bin Qurrah al-Muzanni, lahir pada tahun 46 H di daerah Yamamah Najed. Kemudian beliau berpindah ke Bashrah beserta seluruh keluarganya. Di sanalah beliau tumbuh berkembang dan belajar.
Beliau sering mondar-mandir ke Damaskus saat masih belia, tentunya untuk menimba ilmu dari sisa-sisa sahabat yang mulia dan tokoh-tokoh tabi’in yang agung.
Baca juga: Gambaran Bidadari Surga dalam Al-Qur'an
(mhy)
Lihat Juga :