Konspirasi Yahudi: Kisah Comte De Mirabeau dalam Pelukan Nurani
Rabu, 29 November 2023 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Mirabeau melangkah lebih jauh dengan membujuk Duke Durlian, anak paman Raja Prancis yang telah lama punya hubungan erat dengan kaum Nurani, untuk mengatur dan memberi perlindungan kepada kaum revolusioner Prancis.
Mirabeau dan Duke Durlian hanya diberitahu oleh pihak kaum Nurani, bahwa tujuan Revolusi adalah menggulingkan Raja Louis XVI, kemudian Durlian akan menduduki singgasana kerajaan setelah itu, sebagai raja yang dipilih secara demokratis.
Demikianlah dua orang yang ditokohkan itu tidak mengetahui secara pasti tujuan dan maksud penggerak dan perancang revolusi yang sebenarnya, yaitu menyingkirkan raja dan golongan aristokrat yang berkuasa di Prancis, untuk kemudian digantikan oleh golongan aristokrat yang berdasarkan uang danemas.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Di samping Durlian adalah anak paman raja, ada sebab lain mengapa ia dipilih oleh gereja Nurani, karena Durlian adalah tokoh besar dalam gerakan Freemasonry Prancis.
Sebelumnya, Perkumpulan Nurani Tertinggi telah menyerahkan kepada Adam Weiz Howight untuk menyusun aturan permainan dan simbol-simbol gereja Nurani, agar ada keserasian dengan aturan yang ada di The Grand Eastern Lodge. Maka, Mirabeau pergi ke Frankfurt, tempat Adam Weiz Howight melakukan kegiatan disertai oleh Duke Durlian dan seorang pemuda yang kelak akan menjadi tokoh penting dalam sejarah Perancis, bernama Talleyrand.
Kemudian Mirabeau mempertemukan mereka berdua dengan Adam Weiz Howight. Sejak 1773, Duke Durlian mulai memasukkan aturan baru dalam Freemasonry Perancis, dan mengubah aturan yang lama.
Hingga tahun 1788, jumlah Freemasonry telah mencapai lebih dari 100.000 orang pria dan wanita.
Demikianlah, kaum Nurani Yahudi telah berhasil menancapkan kuku pengaruhnya lewat Moshe Mondelhen ke dalam Freemasonry Eropa, sesuai dengan aturan dan garis rancangan yang telah diletakkan oleh Weiz Howight.
Kemudian datang tahap berikutnya, yaitu pembentukan komite rahasia dalam Freemasonry untuk meletakkan revolusi, dengan menyebarkan penggerak revolusi dan tokoh-tokohnya ke seluruh wilayah Perancis.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: 1 Orang Yahudi yang Jadi Mangsa Sama dengan 1000 Gentiles
Mirabeau dan Duke Durlian hanya diberitahu oleh pihak kaum Nurani, bahwa tujuan Revolusi adalah menggulingkan Raja Louis XVI, kemudian Durlian akan menduduki singgasana kerajaan setelah itu, sebagai raja yang dipilih secara demokratis.
Demikianlah dua orang yang ditokohkan itu tidak mengetahui secara pasti tujuan dan maksud penggerak dan perancang revolusi yang sebenarnya, yaitu menyingkirkan raja dan golongan aristokrat yang berkuasa di Prancis, untuk kemudian digantikan oleh golongan aristokrat yang berdasarkan uang danemas.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Di samping Durlian adalah anak paman raja, ada sebab lain mengapa ia dipilih oleh gereja Nurani, karena Durlian adalah tokoh besar dalam gerakan Freemasonry Prancis.
Sebelumnya, Perkumpulan Nurani Tertinggi telah menyerahkan kepada Adam Weiz Howight untuk menyusun aturan permainan dan simbol-simbol gereja Nurani, agar ada keserasian dengan aturan yang ada di The Grand Eastern Lodge. Maka, Mirabeau pergi ke Frankfurt, tempat Adam Weiz Howight melakukan kegiatan disertai oleh Duke Durlian dan seorang pemuda yang kelak akan menjadi tokoh penting dalam sejarah Perancis, bernama Talleyrand.
Kemudian Mirabeau mempertemukan mereka berdua dengan Adam Weiz Howight. Sejak 1773, Duke Durlian mulai memasukkan aturan baru dalam Freemasonry Perancis, dan mengubah aturan yang lama.
Hingga tahun 1788, jumlah Freemasonry telah mencapai lebih dari 100.000 orang pria dan wanita.
Demikianlah, kaum Nurani Yahudi telah berhasil menancapkan kuku pengaruhnya lewat Moshe Mondelhen ke dalam Freemasonry Eropa, sesuai dengan aturan dan garis rancangan yang telah diletakkan oleh Weiz Howight.
Kemudian datang tahap berikutnya, yaitu pembentukan komite rahasia dalam Freemasonry untuk meletakkan revolusi, dengan menyebarkan penggerak revolusi dan tokoh-tokohnya ke seluruh wilayah Perancis.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: 1 Orang Yahudi yang Jadi Mangsa Sama dengan 1000 Gentiles
(mhy)
Lihat Juga :