Konspirasi Yahudi: Kisah Monopoli Terbesar dan Panen Raya Perang Dunia I dan II
Rabu, 06 Desember 2023 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Aldrick setelah pertemuan itu mengadukan proposal mengenai sebuah rancangan undang-undang Cadangan Keuangan Amerika kepada Kongres, dan dia sendiri adalah anggota lembaga eksekutifnya, di samping juga sebagai kepala komisi keuangan Amerika Serika t.
Akan tetapi, ia sebenarnya punya tugas terselubung yang lebih besar daripada jabatan di pemerintahan Amerika. la telah ditempatkan oleh para pemilik modal Amerika dan Eropa dalam pos yang memungkinkan mereka memberi dana dan menyulut peperangan Dunia Pertama, yang pada saat itu belum pecah.
Perang Dunia I dan II
William menyebut keuntungan materi yang mereka peroleh dalam peristiwa Perang Dunua I dan II yang membinasakan itu amat besar. Pada tahun 1914, yaitu ketika Undang-Undang Cadangan Keuangan Amerika disahkan, jumlah nota pinjaman Amerika, sesuai dengan undang-undang itu, dibagikan kepada 12 Bank yang nilainya mencapai 134 juta dolar Amerika.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Perang Sipil, Rothschild Membagi Amerika untuk Keluarganya
Keuntungan yang diperoleh dari nota pinjaman itu, menurut hasil sensus Kongres nomor 8896 tanggal 29 Mei 1939, telah berlipat jumlahnya menjadi senilai 23.141.197.457 US dolar. Adapun dalam perang dunia II, jumlah uang cadangan pada tahun 1940 sebanyak 5 miliar US dolar.
Tahun 1945 jumlah itu berlipat menjadi 45 milyar US dolar. Ini adalah angka yang diumumkan. Dengan kata lain, ujar William, para pemilik modal dalam peristiwa perang ini telah bisa mengeruk keuntungan sebanyak 40 milyar US dolar.
Sementara hal itu terjadi, rakyat Amerika yang telah dikuasai oleh kekuatan Monopoli Yahudi itu mengira, bahwa undang-undang mengenai cadangan itu akan menjamin kepentingan rakyat biasa yang menyimpan uang di bank.
Mereka berkeyakinan, bahwa undang-undang itu menjamin bahwa bank-bank itu tidak akan bangkrut dan keuntungannya akan masuk ke dalam kas negara. "Mereka tidak tahu, bahwa keuntungan itu masuk kantong para pemilik modal Monopoli yang terselubung," ujar William G. Carr.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Nathan Rothschild Mengancam Presiden Amerika
Akan tetapi, ia sebenarnya punya tugas terselubung yang lebih besar daripada jabatan di pemerintahan Amerika. la telah ditempatkan oleh para pemilik modal Amerika dan Eropa dalam pos yang memungkinkan mereka memberi dana dan menyulut peperangan Dunia Pertama, yang pada saat itu belum pecah.
Perang Dunia I dan II
William menyebut keuntungan materi yang mereka peroleh dalam peristiwa Perang Dunua I dan II yang membinasakan itu amat besar. Pada tahun 1914, yaitu ketika Undang-Undang Cadangan Keuangan Amerika disahkan, jumlah nota pinjaman Amerika, sesuai dengan undang-undang itu, dibagikan kepada 12 Bank yang nilainya mencapai 134 juta dolar Amerika.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Perang Sipil, Rothschild Membagi Amerika untuk Keluarganya
Keuntungan yang diperoleh dari nota pinjaman itu, menurut hasil sensus Kongres nomor 8896 tanggal 29 Mei 1939, telah berlipat jumlahnya menjadi senilai 23.141.197.457 US dolar. Adapun dalam perang dunia II, jumlah uang cadangan pada tahun 1940 sebanyak 5 miliar US dolar.
Tahun 1945 jumlah itu berlipat menjadi 45 milyar US dolar. Ini adalah angka yang diumumkan. Dengan kata lain, ujar William, para pemilik modal dalam peristiwa perang ini telah bisa mengeruk keuntungan sebanyak 40 milyar US dolar.
Sementara hal itu terjadi, rakyat Amerika yang telah dikuasai oleh kekuatan Monopoli Yahudi itu mengira, bahwa undang-undang mengenai cadangan itu akan menjamin kepentingan rakyat biasa yang menyimpan uang di bank.
Mereka berkeyakinan, bahwa undang-undang itu menjamin bahwa bank-bank itu tidak akan bangkrut dan keuntungannya akan masuk ke dalam kas negara. "Mereka tidak tahu, bahwa keuntungan itu masuk kantong para pemilik modal Monopoli yang terselubung," ujar William G. Carr.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional: Kisah Nathan Rothschild Mengancam Presiden Amerika
(mhy)
Lihat Juga :