alexametrics

Jabal Uhud, Bukit yang Kelak Ada di Surga

loading...
Jabal Uhud, Bukit yang Kelak Ada di Surga
Keindahan Jabal Uhud saat Kota Madinah diselimuti malam. Foto/Istimewa
Dua tahun lalu penulis berkesempatan berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW di Madinah, Al-Munawwaroh, Saudi Arabia. Tak jauh dari Masjid Nabawi, sebuah bukit yang indah menjadi tempat favorit bagi para peziarah.

Bukit ini dinamakan Jabal Uhud. Lokasinya sekitar 6 Km di sebelah utara Masjid Nabawi. Dari jauh bukit ini tampak merah berwibawa dan berkesan di hati. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 1.050 meter, panjangnya 7 Km dan terdiri dari batu-batuan granit, marmer merah dan batu-batu mulia.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, Jabal Uhud adalah gunung yang ada di surga. Bagi yang pernah melihat bukit ini, Insya Allah kelak akan melihatnya di surga. Keberadaan bukit ini juga mengingatkan kita akan peristiwa penting dalam sejarah peradaban Islam.



Pada tahun 625 di bukit ini terjadi perang besar pasukan Muslim melawan kafir Makkah yang kala itu menyerbu Madinah. Nabi dan para sahabat menghadapi kafir Quraish ini dari lereng-lereng Jabal Uhud hingga peristiwa ini disebut perang Uhud.

Kala itu, umat Islam terdiri hanya 700 orang harus menghadapi 3.000 orang kafir dengan perbekalan yang sangat banyak. Terjadilah pertempuran hebat. Pasukan kafir Quraisy pun mundur dan meninggalkan harta dan perbekalan mereka. Situasi ini dimanfaatkan 50 pemanah hebat yang berada di atas Bukit Uhud karena khawatir tak mendapat bagian.

Mereka turun dari bukit hingga lupa pesan Nabi agar mereka tidak meninggalkan Bukit Uhud. Semuanya turun kecuali komandannya Abdullah bin Jabir dan 6 pemanah lainnya. Alhasil, melihat situasi itu Khalid bin Walid (komandan Quraisy saat itu) memanfaatkan keadaan membawa pasukan berbelok dari arah belakang pasukan Islam dan terjadilah kekalahan besar.

Korban dari pasukan Islam pun berjatuhan. Perang ini menggugurkan 70 sahabat Nabi termasuk 7 pahlawan Uhud. Yang paling membuat Rasulullah SAW terpukul dan sedih adalah gugurnya Sayyidina Hamzah RA (pemimpin para syuhada). Beliau disalati sebanyak 70 kali dan jasadnya dimakamkan terpisah dengan para syuhada lainnya.

Kalau memandang perkuburan para Syuhada Uhud terlihat dua makam berbatu hitam. Itulah makam Sayyidina Hamzah dan Abdullah bin Jahsy (sepupu Nabi). Berziarah ke Jabal Uhud ini sangat dianjurkan untuk mengenang bagaimana beratnya perjuangan Nabi dan para sahabat dalam mempertahankan Islam dari serangan Kafir Quraisy. Jika mereka semua habis terbunuh saat itu, tentu hari ini kita tidak menjadi muslim dan tidak akan merasakan nikmat iman dan Islam.

Jika ingin melihat bukit yang ada di surga, maka berziarahlah ke Bukit Uhud sebagaimana Nabi SAW pernah bersabda: “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga. (HR Al-Bukhari)

Dalam riwayat lain dikisahkan, Jabal Uhud ini pernah bergetar ketika Nabi Muhammad SAW berjalan di atasnya bersama Sayyidina Abu Bakar, Umar dan Utsman RA. Ketika itu Nabi menghentakkan kakinya dan berkata: "Diamlah engkau Uhud, di atasmu sekarang ada Rasulullah dan orang yang selalu membenarkannya (Abu Bakar RA) dan dua orang yang akan mati syahid (Umar bin Khattan dan Utsman bin Affan).

Seketika Gunung Uhud pun diam mentaati ucapan Nabi. Dari riwayat ini kita bisa menyimpulkan betapa cintanya Gunung Uhud kepada Nabi Muhammad SAW. Terbayang gunung saja girangnya bukan main ketika Rasulullah menginjaknya.

Sejatinya kita pun harus mencintai Nabi Muhammad SAW melebihi kecintaan Jabal Uhud kepada Beliau. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada manusia terpilih, Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan para sahabat.
Jabal Uhud, Bukit yang Kelak Ada di Surga

Pemandangan Jabal Uhud di Kota Madinah saat siang hari. Foto/Rusman Siregar
(rhs)
cover top ayah
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدۡوًاۢ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ ‌ؕ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمۡ مَّرۡجِعُهُمۡ فَيُنَبِّئُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-An’am:108)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak