Ini Dia, Nabi Palsu yang Ditinggalkan Pengikutnya Saat Perang Berkecamuk
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Khalid memimpin mereka ke Buzakhah untuk menghancurkan Tulaihah tanpa menenggang-nenggang dan maju-mundur lagi. (Baca juga: Murtad dan Penolakan Membayar Zakat Pascawafatnya Rasulullah )
Kabilah-kabilah Qais dan Banu Asad sudah siap berperang di sekeliling Tulaihah. Orang-orang Tayyi' yang bergabung dengan pasukan Khalid berkata: Kita minta kepada Khalid, cukup menghadapi Qais saja, sebab Banu Asad masih termasuk sekutu kami. Tetapi Khalid menjawab: "Qais tidak lebih lemah dari keduanya. Yang mana dari mereka yang kamu sukai serbulah."
Adi berkata: "Kalau keluargaku terdekat meninggalkan agama ini, pasti kuhadapi mereka. Akan mundurkah aku menghadapi Banu Asad karena persekutuannya itu! Tidak, tidak akan kulakukan!"
Khalid berkata: "Memerangi keduanya juga suatu jihad. Janganlah, kautentang pendapat kawan-kawanmu itu. Teruskan menghadapi salah satunya, dan pimpinlah mereka menghadapi lawan yang lebih kuat untuk diperangi."
Baca juga: Ketika Para Pembangkang Zakat Menyerbu Madinah
Dengan begitu Tayyi' akan menghadapi Qais, dan Muslimin yang lain menghadapi Banu Asad. Ketika itu yang akan memimpin pertempuran ialah Uyainah bin Hisn di pihak Tulaihah, sementara Tulaihah sendiri tinggal dalam sebuah rumah dari bulu berselubung kain guna membuat ramalan buat mereka.
Setelah terjadi pertempuran sengit dan Uyainah melihat kekuatan Khalid dan Muslimin, ia kembali kepada Tulaihah menanyakan: “Sudahkah Jibril datang?”
“Belum,” jawab Tulaihah.
Uyainah kembali dan terus bertempur lagi. Begitu melihat pertempuran itu berkobar luar biasa, ia kembali lagi kepada Tulaihah menanyakan: "Bagaimana? Jibril sudah datang?"
Tulaihah menjawab: "Belum juga."
"Sampai kapan? Sudah cukup lama kita menunggu!'" kata Uyainah.
Ketika ia kembali lagi ke medan pertempuran, pasukan berkuda Khalid sudah hampir mengepungnya dan mengepung anak buahnya. Ketika kembali lagi kepada Tulaihah dalam ketakutan ia mengulangi lagi pertanyaannya: "Sudah datangkah Jibril?"
Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat
"Ya, sudah."
"Apa katanya?"
Tulaihah menjawab: "Dia berkata kepadaku: 'Kau punya pasukan unta seperti pasukannya dan sebuah cerita yang tak terlupakan’."
Kabilah-kabilah Qais dan Banu Asad sudah siap berperang di sekeliling Tulaihah. Orang-orang Tayyi' yang bergabung dengan pasukan Khalid berkata: Kita minta kepada Khalid, cukup menghadapi Qais saja, sebab Banu Asad masih termasuk sekutu kami. Tetapi Khalid menjawab: "Qais tidak lebih lemah dari keduanya. Yang mana dari mereka yang kamu sukai serbulah."
Adi berkata: "Kalau keluargaku terdekat meninggalkan agama ini, pasti kuhadapi mereka. Akan mundurkah aku menghadapi Banu Asad karena persekutuannya itu! Tidak, tidak akan kulakukan!"
Khalid berkata: "Memerangi keduanya juga suatu jihad. Janganlah, kautentang pendapat kawan-kawanmu itu. Teruskan menghadapi salah satunya, dan pimpinlah mereka menghadapi lawan yang lebih kuat untuk diperangi."
Baca juga: Ketika Para Pembangkang Zakat Menyerbu Madinah
Dengan begitu Tayyi' akan menghadapi Qais, dan Muslimin yang lain menghadapi Banu Asad. Ketika itu yang akan memimpin pertempuran ialah Uyainah bin Hisn di pihak Tulaihah, sementara Tulaihah sendiri tinggal dalam sebuah rumah dari bulu berselubung kain guna membuat ramalan buat mereka.
Setelah terjadi pertempuran sengit dan Uyainah melihat kekuatan Khalid dan Muslimin, ia kembali kepada Tulaihah menanyakan: “Sudahkah Jibril datang?”
“Belum,” jawab Tulaihah.
Uyainah kembali dan terus bertempur lagi. Begitu melihat pertempuran itu berkobar luar biasa, ia kembali lagi kepada Tulaihah menanyakan: "Bagaimana? Jibril sudah datang?"
Tulaihah menjawab: "Belum juga."
"Sampai kapan? Sudah cukup lama kita menunggu!'" kata Uyainah.
Ketika ia kembali lagi ke medan pertempuran, pasukan berkuda Khalid sudah hampir mengepungnya dan mengepung anak buahnya. Ketika kembali lagi kepada Tulaihah dalam ketakutan ia mengulangi lagi pertanyaannya: "Sudah datangkah Jibril?"
Baca juga: Debat Khalifah Abu Bakar dengan Umar Bin Khattab Soal Pembangkang Zakat
"Ya, sudah."
"Apa katanya?"
Tulaihah menjawab: "Dia berkata kepadaku: 'Kau punya pasukan unta seperti pasukannya dan sebuah cerita yang tak terlupakan’."
Lihat Juga :