Ini Dia, Nabi Palsu yang Ditinggalkan Pengikutnya Saat Perang Berkecamuk
Rabu, 12 Agustus 2020 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Tidak tahan mendengar igauan itu, Uyainah berteriak mengatakan: “Allah sudah tahu bahwa akan terjadi suatu cerita yang tak terlupakan!”
Kemudian ia berseru kepada golongannya: “Hai Banu Fazarah, mari kita tinggalkan dia. Dia pembohong!”
Mereka pun pergi berlarian. Ketika itu ada sebuah rombongan lewat, mereka berseru kepada Tulaihah: "Apa yang kauperintahkan kepada kami?!"
Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
Waktu itu Tulaihah sedang menyiapkan kudanya dan seekor unta untuk istrinya, Nawar. Begitu melihat orang banyak mendatanginya dan memanggil-manggilnya, langsung ia menaiki kudanya dan membawa serta istrinya. Dengan demikian ia dan istrinya menyelamatkan diri, sambil berkata: "Barang siapa di antara kamu dapat berbuat seperti aku dan dapat menyelamatkan diri dan keluarganya, lakukanlah!"
Hancurnya Tulaihah
Demikianlah perlawanan nabi palsu yang ditujukan kepada Abu Bakar itu berakhir. Bahkan sekaligus usahanya mengaku-aku nabi juga berakhir. Dia lari ke Syam dan mereka yang dulu mengatakan dia nabi kini mendustakannya.
Kemudian ia mengambil tempat di Kalb dan menetap di sana. Kemudian ia kembali ke pangkuan Islam setelah diketahuinya bahwa kabilah-kabilah yang dulu menjadi pengikutnya telah kembali kepada agama yang benar itu.
Baca juga: Kisah Konsolidasi Nabi-Nabi Palsu di Era Khalifah Abu Bakar
Setelah itu ia melakukan umrah ke Makkah semasa Khalifah Abu Bakar itu juga. Bila ia menyusuri pinggiran kota Madinah, ada orang yang menyampaikan kepada Abu Bakar tentang tempatnya itu, tetapi Abu Bakar mengatakan: "Akan kuapakan dia? Biarkan dia bebas. Allah sudah memberinya petunjuk kembali kepada Islam."
Setelah kemudian Umar bin Khattab menjadi Khalifah, Tulaihah datang dan ikut membaiatnya. Tetapi Umar masih menegurnya: "Kau sudah membunuh Ukkasyah dan Sabit! Aku sama sekali tidak menyukaimu!"
Baca juga: Kisah Aswad al-Ansi, Nabi Palsu yang Sempat Menguasai Yaman
"Amirulmukminin," kata Tulaihah, "Anda jangan risau karena dua orang yang sudah mendapat kehormatan dari Allah melalui tanganku ini, tetapi Allah tidak memberiku yang demikian melalui tangan mereka."
Umar menerima pembaiatannya itu. Kemudian katanya menanyakan: "Benar-benar penipuan. Sekarang apa lagi yang masih tinggal dari kedukunanmu itu?" "Sekali atau dua kali hembusan saja lagi."
Kemudian ia kembali ke golongannya dan tinggal bersama mereka. Tetapi akhirnya tiba saatnya, ia juga ikut bertempur mati-matian bersama Muslimin yang lain dalam melawan Irak. (Baca juga: Akhlak Umar bin Khattab dan Kesedihannya Ketika Nabi Wafat)
Kemudian ia berseru kepada golongannya: “Hai Banu Fazarah, mari kita tinggalkan dia. Dia pembohong!”
Mereka pun pergi berlarian. Ketika itu ada sebuah rombongan lewat, mereka berseru kepada Tulaihah: "Apa yang kauperintahkan kepada kami?!"
Baca juga: Beda Haluan Politik antara Umar bin Khattab dan Abu Bakar
Waktu itu Tulaihah sedang menyiapkan kudanya dan seekor unta untuk istrinya, Nawar. Begitu melihat orang banyak mendatanginya dan memanggil-manggilnya, langsung ia menaiki kudanya dan membawa serta istrinya. Dengan demikian ia dan istrinya menyelamatkan diri, sambil berkata: "Barang siapa di antara kamu dapat berbuat seperti aku dan dapat menyelamatkan diri dan keluarganya, lakukanlah!"
Hancurnya Tulaihah
Demikianlah perlawanan nabi palsu yang ditujukan kepada Abu Bakar itu berakhir. Bahkan sekaligus usahanya mengaku-aku nabi juga berakhir. Dia lari ke Syam dan mereka yang dulu mengatakan dia nabi kini mendustakannya.
Kemudian ia mengambil tempat di Kalb dan menetap di sana. Kemudian ia kembali ke pangkuan Islam setelah diketahuinya bahwa kabilah-kabilah yang dulu menjadi pengikutnya telah kembali kepada agama yang benar itu.
Baca juga: Kisah Konsolidasi Nabi-Nabi Palsu di Era Khalifah Abu Bakar
Setelah itu ia melakukan umrah ke Makkah semasa Khalifah Abu Bakar itu juga. Bila ia menyusuri pinggiran kota Madinah, ada orang yang menyampaikan kepada Abu Bakar tentang tempatnya itu, tetapi Abu Bakar mengatakan: "Akan kuapakan dia? Biarkan dia bebas. Allah sudah memberinya petunjuk kembali kepada Islam."
Setelah kemudian Umar bin Khattab menjadi Khalifah, Tulaihah datang dan ikut membaiatnya. Tetapi Umar masih menegurnya: "Kau sudah membunuh Ukkasyah dan Sabit! Aku sama sekali tidak menyukaimu!"
Baca juga: Kisah Aswad al-Ansi, Nabi Palsu yang Sempat Menguasai Yaman
"Amirulmukminin," kata Tulaihah, "Anda jangan risau karena dua orang yang sudah mendapat kehormatan dari Allah melalui tanganku ini, tetapi Allah tidak memberiku yang demikian melalui tangan mereka."
Umar menerima pembaiatannya itu. Kemudian katanya menanyakan: "Benar-benar penipuan. Sekarang apa lagi yang masih tinggal dari kedukunanmu itu?" "Sekali atau dua kali hembusan saja lagi."
Kemudian ia kembali ke golongannya dan tinggal bersama mereka. Tetapi akhirnya tiba saatnya, ia juga ikut bertempur mati-matian bersama Muslimin yang lain dalam melawan Irak. (Baca juga: Akhlak Umar bin Khattab dan Kesedihannya Ketika Nabi Wafat)
(mhy)
Lihat Juga :