Bacaan Yasin untuk Malam Nisfu Syaban, Beserta Niat dan Tata Caranya

Senin, 19 Februari 2024 - 12:27 WIB
loading...
Bacaan Yasin untuk Malam...
Keutamaannya membaca Surat Yasin di malam Nisfu Syaban telah dijelaskan oleh para ulama, khusus di malam Nisfu Syaban umat muslim dianjurkan untuk mengamalkan membaca karena banyak pahalanya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Bacaan surat Yasin untuk malam Nisfu Syaban beserta niat dan tata caranya penting diketahui umat muslim yang akan mengamalkannya di malam istimewa tersebut.

Tentang keutamaannya membaca Surat Yasin di malam Nisfu Syaban telah dijelaskan oleh para ulama. Membaca Surat Yasin merupakan perkara yang baik dalam rangka menghidupkan malam Nisfu Syaban. Mungkin banyak bertanya, mengapa harus membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali, Kemudian diniatkan untuk panjang umur, dimurahkan rezeki dan diberikan khusnul khatimah oleh Allah dan segala niat lainnya?

Untuk diketahui, membaca Al-Qur'an maupun berdoa kepada Allah tidak pernah dilarang oleh agama karena ibadah ini bagian dari syariat. Membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali, 30 kali atau ratusan kali atau membaca Al‐Qur'an secara keseluruhan tidak dilarang oleh agama.

Membaca Yasin 3 kali kemudian bertawassul kepada Allah dengan berkat pembacaan ayat suci Al-Qur'an adalah ibadah yang direstui oleh agama. Hal ini dinamakan At-Tawashul ilallah bil A'maal ash-Sholihah yang artinya bertawasul kepada Allah dengan berkat amal ibadah yang soleh agar Allah mengabulkan doa dan harapan. Amalan ini telah disepakati oleh para ulama boleh dilakukan dan merupakan bagian dari agama Allah.

Di antara keutamaan Surat Yasin , selain dijuluki kalbunya Al-Qur'an, juga menjadi sebab seorang pembacanya diampuni Allah. Imam At-Thabrani meriwayatkan hadits, barang siapa yang membaca Surat Yasin pada malam hari, maka keesokan harinya dosa-dosanya akan diampuni Allah.

Terkait malam Nisfu Syaban, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:

باب ما جاء في ليلة النصف من شعبان عن علي بن أبي طالب رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا كانت ليلة النصف من شعبان، فقوموا ليلها، وصوموا نهارها. رواه ابن ماجه والبيهقي


Artinya: "Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika datang malam Nisfu Syaban maka dirikanlah ibadah pada malam tersebut dan berpuasalah pada siangnya." (HR Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Pada malam Nisfu Syaban, umat Islam dianjurkan menghidupkan malamnya dengan beribadah, bermunajat dan berdoa kepada Allah. Karena malam itu tidaklah seorang hamba memohon kepada Allah melainkan doanya di kabulkan oleh Allah sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah bin Umar: "Lima malam yang tidak ditolak suatu doa yaitu (1) Malam Jumat (2) Malam pertama bulan Rajab (3) Malam Nisfu Syaban (4) Malam Lailatul Qodr (5) Malam Idul Adha dan Idul Fitri."

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki dalam kitabnya berjudul "Ma Dza fi Sya'ban?" menerangkan, siapa saja yang membaca Surat Yasin atau surat lainnya dengan ikhlas lillahi ta'ala sambil memohon keberkahan pada usia, harta, dan kesehatan, maka hal itu tak masalah. Artinya, orang ini telah menempuh jalan yang baik, dengan catatan ia tidak meyakini bahwa amal salehnya itu disyariatkan secara khusus untuk hajat tersebut.

Bacaan Surat Yasin, 83 Ayat beserta Latin dan Artinya :( https://kalam.sindonews.com/surah/36/yasin )


يٰسٓ


1. Latin: yā sīn.

Artinya: Yaa siin

وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ


2. Latin: wal-qur`ānil-ḥakīm.

Artinya: Demi Al Quran yang penuh hikmah,

إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ


3. Latin: innaka laminal-mursalīn.

Artinya: Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ


4. Latin: 'alā ṣirāṭim mustaqīm.

Artinya: (yang berada) diatas jalan yang lurus,

تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ


5. Latin: tanzīlal-'azīzir-raḥīm.

Artinya: (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أُنذِرَ ءَابَآؤُهُمْ فَهُمْ غَٰفِلُونَ


6. Latin: litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilụn.

Artinya: Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

لَقَدْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ عَلَىٰٓ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ


7. Latin: laqad ḥaqqal-qaulu 'alā akṡarihim fa hum lā yu`minụn.

Artinya: Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.

إِنَّا جَعَلْنَا فِىٓ أَعْنَٰقِهِمْ أَغْلَٰلًا فَهِىَ إِلَى ٱلْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ


8. Latin: innā ja'alnā fī a'nāqihim aglālan fa hiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḥụn.

Artinya: Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.

وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ


9. Latin: wa ja'alnā mim baini aidīhim saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubṣirụn.

Artinya: Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

وَسَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ


10. Latin: wa sawā`un 'alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn.

Artinya: Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلذِّكْرَ وَخَشِىَ ٱلرَّحْمَٰنَ بِٱلْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ


11. Latin: innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-gaīb, fa basysyir-hu bimagfiratiw wa ajring karīm.

Artinya: Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَٰرَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ أَحْصَيْنَٰهُ فِىٓ إِمَامٍ مُّبِينٍ


12. Latin: innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamụ wa āṡārahum, wa kulla syai`in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn.

Artinya: Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ


13. Latin: waḍrib lahum maṡalan aṣ-ḥābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalụn.

Artinya: Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ


14. Latin: iż arsalnā ilaihimuṡnaini fa każżabụhumā fa 'azzaznā biṡāliṡin fa qālū innā ilaikum mursalụn.

Artinya: (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu".

قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ


15. Latin: qālụ mā antum illā basyarum miṡlunā wa mā anzalar-raḥmānu min syai`in in antum illā takżibụn.

Artinya: Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".

قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ


16. Latin: qālụ rabbunā ya'lamu innā ilaikum lamursalụn.

Artinya: Mereka berkata: "Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu".

وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ


17. Latin: wa mā 'alainā illal-balāgul-mubīn.

Artinya: Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas".

قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ


18. Latin: qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam tantahụ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā 'ażābun alīm.

Artinya: Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".

قَالُوا۟ طَٰٓئِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ


19. Latin: qālụ ṭā`irukum ma'akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifụn.

Artinya: Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas".

وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ


20. Latin: wa jā`a min aqṣal-madīnati rajuluy yas'ā qāla yā qaumittabi'ul-mursalīn.

Artinya: Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ


21. Latin: ittabi'ụ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadụn.

Artinya: Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ


22. Latin: wa mā liya lā a'budullażī faṭaranī wa ilaihi turja'ụn.

Artinya: Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ


23. Latin: a attakhiżu min dụnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tugni 'annī syafā'atuhum syai`aw wa lā yungqiżụn

Artinya: Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ


24. Latin: innī iżal lafī ḍalālim mubīn.

Artinya: Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ


25. Latin: innī āmantu birabbikum fasma'ụn.

Artinya: Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.

قِيلَ ٱدْخُلِ ٱلْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَٰلَيْتَ قَوْمِى يَعْلَمُونَ


26. Latin: qīladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumī ya'lamụn.

Artinya: Dikatakan (kepadanya): "Masuklah ke surga". Ia berkata: "Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
3 Bacaan Zikir di Malam...
3 Bacaan Zikir di Malam Nisfu Syaban, Jangan Lupa Amalkan!
Doa Setelah Membaca...
Doa Setelah Membaca Yasin di Malam Nisfu Syaban
Salat Tasbih di Malam...
Salat Tasbih di Malam Nisfu Syaban, Begini Niat dan Tata Caranya
Ustazah Halimah Alaydrus...
Ustazah Halimah Alaydrus : Malam Nisfu Syaban, Waktu Mustajab Doa dan Penentuan Nasib Masa Depan
Malam Ini Nisfu Syaban,...
Malam Ini Nisfu Syaban, Begini Tata Cara Ibadah dan Amalannya
5 Amalan di Malam Nisfu...
5 Amalan di Malam Nisfu Syaban dan Dalilnya, Sayang untuk Dilewatkan
Rekomendasi
Bangun Ulang Piramida...
Bangun Ulang Piramida Dipercaya Akan Menimbulkan Malapetaka
Benua Australia dan...
Benua Australia dan Asia Diklaim Ilmuwan Bakal Bertabrakan
Pemahaman Sains dan...
Pemahaman Sains dan Keyakinan Secara Utuh
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Gencatan Senjata Disepakati...
Gencatan Senjata Disepakati Israel dan Jihad Islam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved