alexametrics

Bagaimana Cara Puasa Rasulullah SAW?

loading...
Bagaimana Cara Puasa Rasulullah SAW?
Prof Quraish Shihab saat memberi ceramah beberapa waktu lalu. Foto/Dok SINDOnews
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (SAW) adalah teladan terbaik dalam segala hal. Berkat kenabiannya, beliau telah memberi banyak petunjuk dan bimbingan dalam melaksanakan syariat.

Amalan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ketika diangkat menjadi Rasul tentu patut dijalankan oleh setiap muslim. Bagaimana cara hidupnya, ibadahnya maupun kehidupan sosialnya. (Baca Juga: Lupa Salat karena Tertidur, Ini Kata Quraish Shihab)

Saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Tentu semuanya berharap bisa menjalankan ibadah tersebut dengan baik dan mendapat ridha Allah SWT. Lalu, bagaimanakah cara Rasulullah SAW berpuasa?



Berikut penjelasan singkat dari tokoh ulama yang juga mantan Menteri Agama RI, M Quraish Shihab dalam buku populernya berjudul ‘M Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui’.

Kata Quraish Shihab, Rasulullah SAW berpuasa sambil melakukan aktivitas yang bermanfaat. Bahkan karya-karya terbesar beliau dicapai di bulan Ramadhan seperti kemenangan dalam perang Badar dan keberhasilan menguasai Kota Makkah. (Baca Juga: Habib Jindan: Ramadhan Bulan Terbaik untuk Muhasabah)

Setiap Ramadhan beliau bertadarus (membaca Alqur’an). Beliau bangun untuk sahur menjelang fajar dan menjelang berbuka hingga azan beliau berzikir. Isinya mengesakan Allah dan beristighfar sambil memohon surge dan ridha-Nya, serta berlindung dari neraka dan murka Allah.

“Beliau berbuka dengan tiga biji kurma kemudian salat Maghrib. Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, beliau tinggal di masjid untuk ber’tikaf,” demikian penjelasan singkat Quraish Shihab dalam bukunya.
(rhs)
cover top ayah
اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

(QS. At-Taubah:67)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak