Berikut Ini Dalil yang Jadi Dasar Muhammadiyah Pilih Kalender Hijriah Global
Selasa, 02 Juli 2024 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Ini dapat dipahami dari pernyataan lin-nas (bagi manusia) yang menunjukkan keumuman dan keberlakuan kalender secara universal bagi seluruh manusia di muka bumi. "Dengan demikian, ayat ini dapat ditafsirkan menjadi dasar bagi bentuk kalender global yang harus dipilih," katanya.
Selain itu, ayat tersebut mengandung isyarat fungsi religius kalender Islam yang diwakili dan dicerminkan oleh kata al-hajj.
Baca juga: Denny JA Sarankan Muslim Dunia Punya Kalender Global Hijriah Atasi Perbedaan Waktu Idulfitri
Selanjutnya dalam hadis ditegaskan bahwa puncak ibadah haji itu adalah wukuf di Arafah, dan sisi lain hari Arafah itu disunahkan melakukan puasa bagi kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan haji. Agar hari Arafah itu dapat jatuh pada hari yang sama di seluruh muka bumi, maka tidak ada cara lain kecuali menerapkan kalender hijriah global tunggal (unifikatif).
Hanya saja, Izza mengakui, ayat tersebut juga dijadikan dasar dalam pandangan penganut rukyat lokal. Argumentasi mereka adalah:
1. Hilal, fase awal bulan yang tampak, adalah penanda awal bulan qamariah.
2. “Mawaqit” dapat menunjukkan pengakuan akan perbedaan waktu pada lokasi berbeda.
3. Haji berlangsung di Makkah , penyebutannya secara terpisah dapat menunjukkan prinsip lokalitas waktu ibadah (seperti halnya salat).
4. Di luar kawasan, orang yang tidak berhaji tidaklah terikat dengan hitungan waktu orang yang tengah berhaji
Baca juga: Ini Alasan Muharam Dijadikan Bulan Pertama Kalender Hijriah
Selain itu, ayat tersebut mengandung isyarat fungsi religius kalender Islam yang diwakili dan dicerminkan oleh kata al-hajj.
Baca juga: Denny JA Sarankan Muslim Dunia Punya Kalender Global Hijriah Atasi Perbedaan Waktu Idulfitri
Selanjutnya dalam hadis ditegaskan bahwa puncak ibadah haji itu adalah wukuf di Arafah, dan sisi lain hari Arafah itu disunahkan melakukan puasa bagi kaum muslimin yang tidak sedang melaksanakan haji. Agar hari Arafah itu dapat jatuh pada hari yang sama di seluruh muka bumi, maka tidak ada cara lain kecuali menerapkan kalender hijriah global tunggal (unifikatif).
Hanya saja, Izza mengakui, ayat tersebut juga dijadikan dasar dalam pandangan penganut rukyat lokal. Argumentasi mereka adalah:
1. Hilal, fase awal bulan yang tampak, adalah penanda awal bulan qamariah.
2. “Mawaqit” dapat menunjukkan pengakuan akan perbedaan waktu pada lokasi berbeda.
3. Haji berlangsung di Makkah , penyebutannya secara terpisah dapat menunjukkan prinsip lokalitas waktu ibadah (seperti halnya salat).
4. Di luar kawasan, orang yang tidak berhaji tidaklah terikat dengan hitungan waktu orang yang tengah berhaji
Baca juga: Ini Alasan Muharam Dijadikan Bulan Pertama Kalender Hijriah
(mhy)
Lihat Juga :