Kisah Heraklius Menolak Pakta Perdamaian yang Diajukan Panglima Perangnya
Minggu, 07 Juli 2024 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Sesudah menerima jizyah pasukan Arab itu akan tetap di Mesir atau akan pergi. Untuk itu ia memanggil Muqauqis untuk dimintai penjelasan.
Baca juga: Heraklius Kerahkan Kapal Mengepung Abu Ubaidah di Hims
Ketika kemudian Muqauqis menemuinya, ia berusaha hendak memperkecil persoalan dengan menyebutkan bahwa pihak Arab nanti akan diusahakan keluar dari Mesir. Sesudah Maharaja itu dalam kebingungan dengan pertanyaan itu, lebih baik ia berkata terus terang menghadapi kenyataan itu:
"Kalau Anda lihat orang-orang Arab itu serta keberaniannya dalam bertempur, Anda akan tahu bahwa mereka adalah orangĀ-orang yang tak akan dapat dikalahkan. Buat kita tak ada jalan yang lebih baik daripada berdamai dengan Amr sebelum ia mendobrak benteng Babilon dengan kekerasan dan negeri ini jatuh ke tangan mereka."
Menolak Isi Perjanjian
Heraklius bukan orang yang tidak tahu tentang kekuatan dan keberanian Arab. Selama beberapa tahun yang lalu ia sudah mengalaminya sendiri di Syam, yang tak akan membuat dia lupa dan tak mungkin melupakannya.
Akan tetapi sama sekali tidak terbayangkan bahwa kejadian itu akan terulang lagi terhadap pasukannya yang di Mesir, dan akan berlangsung secepat itu. Faktor-faktor ras dan geografi yang ada di Syam tidak terdapat di Lembah Nil itu.
Dia adalah orang yang paling tahu tentang benteng Babilon. Benteng itu begitu kukuh untuk dapat dikalahkan oleh pihak yang mengepungnya, di samping pimpinan yang baik pula untuk mempertahankannya.
Pasukan Romawi di Mesir terdiri atas 100.000 prajurit bertempur melawan 12.000 orang muslim. Bagaimana jumlah yang kecil yang berjalan di padang pasir ini dapat mengalahkan kekuatan yang begitu besar, yang bertahan di balik tembok-tembok yang begitu kuat dan benteng-benteng yang penuh dengan segala perlengkapan perang?
Baca juga: Kisah Kaisar Heraklius Mengakui Kebenaran Nabi Muhammad, Ini Pesannya
Baca juga: Heraklius Kerahkan Kapal Mengepung Abu Ubaidah di Hims
Ketika kemudian Muqauqis menemuinya, ia berusaha hendak memperkecil persoalan dengan menyebutkan bahwa pihak Arab nanti akan diusahakan keluar dari Mesir. Sesudah Maharaja itu dalam kebingungan dengan pertanyaan itu, lebih baik ia berkata terus terang menghadapi kenyataan itu:
"Kalau Anda lihat orang-orang Arab itu serta keberaniannya dalam bertempur, Anda akan tahu bahwa mereka adalah orangĀ-orang yang tak akan dapat dikalahkan. Buat kita tak ada jalan yang lebih baik daripada berdamai dengan Amr sebelum ia mendobrak benteng Babilon dengan kekerasan dan negeri ini jatuh ke tangan mereka."
Menolak Isi Perjanjian
Heraklius bukan orang yang tidak tahu tentang kekuatan dan keberanian Arab. Selama beberapa tahun yang lalu ia sudah mengalaminya sendiri di Syam, yang tak akan membuat dia lupa dan tak mungkin melupakannya.
Akan tetapi sama sekali tidak terbayangkan bahwa kejadian itu akan terulang lagi terhadap pasukannya yang di Mesir, dan akan berlangsung secepat itu. Faktor-faktor ras dan geografi yang ada di Syam tidak terdapat di Lembah Nil itu.
Dia adalah orang yang paling tahu tentang benteng Babilon. Benteng itu begitu kukuh untuk dapat dikalahkan oleh pihak yang mengepungnya, di samping pimpinan yang baik pula untuk mempertahankannya.
Pasukan Romawi di Mesir terdiri atas 100.000 prajurit bertempur melawan 12.000 orang muslim. Bagaimana jumlah yang kecil yang berjalan di padang pasir ini dapat mengalahkan kekuatan yang begitu besar, yang bertahan di balik tembok-tembok yang begitu kuat dan benteng-benteng yang penuh dengan segala perlengkapan perang?
Baca juga: Kisah Kaisar Heraklius Mengakui Kebenaran Nabi Muhammad, Ini Pesannya
Lihat Juga :