alexametrics

Tata Cara Salat Idul Adha dan Sunnah-sunnahnya

loading...
Tata Cara Salat Idul Adha dan Sunnah-sunnahnya
Hukum Salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Foto/Ist
Selain Salat Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal, umat Islam juga dianjurkan mendirikan Salat Idul Adha setiap tanggal 10 Dzulhijjah Tahun ini (1440 Hijriyah), Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Minggu (11/8/2019).

Hukum Salat Idul Adha adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Sebagaimana hadits dari Ummu Athiyyah (radhiyallahu 'anha), "Rasulullah SAW memerintahkan kami keluar menghadiri salat 'id bersama budak-budak perempuan dan perempuan yang sedang haid untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan dan mendengarkan khutbah. Namun beliau (Nabi SAW) menyuruh perempuan yang sedang haid menjauhi tempat salat. (HR Al-Bukhari-Muslim)

Salat Idul Adha sebagaimana Salat Idul Fitri hendaknya dilaksanakan di tanah lapang, namun tidak dilarang untuk melaksanakannya di dalam masjid. Pada malam hari raya Idul Adha, umat Islam juga diperintahkan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil sebagai syiar Islam.



Amalan-amalan Sunnah Salat Idul Adha:
1. Mandi sunnah salat Idul Adha sebelum berangkat.
2. Memakai pakaian terbaik.
3. Mengajak keluarga dan anak-anak.
4. Memakai parfum (non alkohol) atau wewangian.
5. Dianjurkan berjalan kaki.
6. Memperbanyak takbir, tahmid dan tahlil.
7. Dianjurkan melewati jalan berbeda setelah pulang.
8. Menyegerakan waktu mulainya Salat Idul Adha.

Bacaan Niat Salat Sunnah Idul Adha
Sebagai Imam
Usholli Sunnatan 'Iidhil Adha Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Imaaman Lillaahi Ta'aala.

(Saya niat salat sunnah Idul Adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala).

Sebagai Ma'mum
Usholli Sunnatan 'Iidhil Adha Rok'ataini Mustaqbilal Qiblati Ma'muuman Lillaahi Ta'aala.

(Saya niat salat sunnah Idul Adha dua raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala).

Tata Cara Salat Idul Adha:
Salat sunnah Idul Adha sama seperti Salat Idul Fitri terdiri dari 2 (dua) rokaat. Rokaat pertama diawali dengan takbirotul ihrom ditambah 7x takbir. Sedangkan rakaat kedua 5 (lima) kali takbir.

Bacaan Rakaat pertama: (Setelah niat)
Baca takbirotul ihram (takbir permulaan salat) dengan niat salat Idul Fitri.
Membaca doa iftitah.
Membaca takbir 7 (tujuh) kali (selain takbirotul ihram).
Membaca Al-Fatihah.
Membaca surat Alqur'an.

Bacaan Rakaat Kedua:
Membaca takbir 5 (lima) kali.
Membaca Al-Fatihah.
Membaca surat Alqur'an.
Setelah sujud rakaat kedua, diikuti dengan tahiyat (tasyahud) akhir dan diakhiri dengan salam.

Bacaan di antara takbir:
SubhanAllah walhamdulillah walailaha illAllah wAllahu Akbar

Artinya: Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar.

(Baca Juga: 6 Amalan di Malam Takbiran dan Hari Raya Idul Fitri)
(rhs)
cover top ayah
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ
Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.

(QS. Asy-Syura:51)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak