alexametrics

3 Kriteria dalam Menerima Pinangan

loading...
3 Kriteria dalam Menerima Pinangan
Ilustrasi pasangan nikah setelah ijab qobul. Foto/Ist
Bagi kaum akhowat (perempuan) yang belum menemukan pasangan hidup, tak perlu panik apalagi stres. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) memberikan tipsnya yang apabila dijalankan insya Allah akan berbuah berkah.

Ustaz Miftah el-Banjary, pakar Ilmu Linguistik Arab & Tafsir Alquran mengutip hadits Rasulullah SAW yang artinya: "Bila datang seorang laki-laki yang engkau ridha agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia." [HR. Turmidzi dan Ahmad].

"Rasulullah SAW juga memberikan tiga syarat utama serta menekankan dua point standarisasi yang lebih penting bagi seorang perempuan dalam hal menerima lamaran," terang Dai lulusan Institute of Arab Studies Kairo-Mesir.



Tiga Kriteria Utama yang dimaksud antara lain:

1. Laki-laki.
Laki-laki di sini maksudnya bahwa yang melamar itu diperbolehkan si calon suami itu sendiri. Tidak ada keharusan dalam melamar itu diwakili oleh wali atau keluarganya.

Tradisi dan budaya kita terkadang mengharuskan yang datang melamar haruslah wali atau perwakilan keluarga besar. Jika yang datang melamar hanya perorangan, dianggap tidak sah, bahkan kurang sopan.

Dan hal yang lebih penting ditekankan bahwa pastikan seorang yang datang melamarmu adalah laki-laki tulen, bukan bangsa laki-laki 'melambai' atau jadi-jadian. Laki-laki yang bisa menjadi imam dan pembimbing keluarga.

2. Agama
Agama menempati peringkat utama dalam hal kriteria menerima lamaran dibandingkan kriteria lainnya.

Dalam Islam para ulama mengharamkan nikah beda agama. Meskipun di dalam Alqur'an bahwa seorang lelaki muslim diperbolehkan menikahi ahli kitab, namun ayat itu telah dinasakh. Dengan kata lain, agama menjadi persyarat mutlak pernikahan dalam Islam.

Masih menyangkut masalah agama, ditekankan bahwa perempuan yang akan menerima lamaran seorang lelaki haruslah mempertimbangkan seberapa besar pemahaman calon suaminya kelak terhadap pengetahuan agamanya.

Lagi-lagi, seorang suami merupakan imam bagi istri serta anak-anaknya. Bagaimana mungkin seorang akan menjadi pemimpin, jika minim dalam pengetahuan agamanya.

Jadi jika kamu dihadapkan pada pilihan pasangan diantara pilihan paras ketampanan, kekayaan, jabatan, kepintaran, maka utamakanlah agama pada urutan pertama.

3. Akhlak
Akhlak menjadi kriteria yang tidak bisa dipisahkan dengan kriteria pertama. Faktor ini sangat menjadi penentu membangun generasi selanjutnya.

Pilihlahh pria yang akan melamarmu dari sisi akhlaknya. Akhlak akan mengungguli ketampanan dan kekayaan. Akhlak itulah yang akan diwariskannya dengan anak-anakmu kelak.

Nah, jika kamu telah menemukan calon pasangan lelaki yang baik, pemahaman agamanya juga baik, serta akhlaknya juga baik, maka tidak ada alasan bagimu untuk menolaknya.

"Dari sebuah atsar, "Wanita yang menolak pinangan lelaki baik-baik, dari segi agama dan akhlaknya, niscaya Allah akan menjauhkan jodohnya," demikian nasihat singkat Ustaz Miftah.
(rhs)
cover top ayah
وَ جَآءَتۡ سَكۡرَةُ الۡمَوۡتِ بِالۡحَـقِّ‌ؕ ذٰلِكَ مَا كُنۡتَ مِنۡهُ تَحِيۡدُ
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari.

(QS. Qaf:19)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak