alexametrics

Penyebab Hijrah Tidak Tuntas, Ini Kata Syeikh Ahmad Al-Mishry

loading...
Penyebab Hijrah Tidak Tuntas, Ini Kata Syeikh Ahmad Al-Mishry
Syeikh Ahmad Al-Mishry saat menyampaikan ceramahnya dalam satu majelis 'ilmu. Foto/Ist
Secara bahasa, hijrah artinya meninggalkan, baik meninggalkan tempat maupun meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Belakangan kata Hijrah menjadi fenomena bagi anak muda, namun banyak belum memahami hakikat hijrah.

Dari Sahabat Umar bin Khatthab RA berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan sesungguhnya setiap orang itu akan mendapatkan apa yang dia niatkan. Barang siapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya maka hijrahnya sesuai ke mana dia hijrah. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kajian malam Syeikh Ahmad Al-Mishry (Ulama dari Mesir) di Masjid Permata Qalbu, Pos Pengumben, Jakarta Barat beberapa hari lalu menyampaikan tausiyah bertema hijrah.



Allah Ta'ala berfirman yang artinya: "Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di Muka Bumi ini tempat Hijrah yang Luas dan Rezeki yang Banyak..." (QS. An-Nisa: 100)

Bagaimana Hijrah yang belum Tuntas?
Kata Syeikh Ahmad Al-Mishri, hijrah yang tidak sempurna itu masih setengah-setengah karena belum ada panduan. Sehingga ilmu yang didapatkan saat berhijrah belum utuh.

"Jangan mengira dalam waktu singkat ikut pengajian atau pesantren lalu jadi ustaz. Ilmu itu dikaji bertahun-tahun bukan sehari dua hari. Karena masih separuh-separuh, diajak ke sini ayo, diajak ke masjid ayo, diajak nongkrong ayo. Diajak dangdutan ayo. Hijrahnya masih setengah-setengah," kata Syeikh Ahmad.

10 Penyebab Hijrah Belum Tuntas:


1. Niat Belajar Agama belum Ikhlas.

Misalnya ada artis dulu waktu zaman Jahiliyah bahasa dia dulu sering tampil di depan kamera, begitu Hijrah masih tampil di depan kamera. Artinya niat belajar kita belum ikhlas.

Kita kalau Belajar itu Ikhlas. Syarat diterimanya Amal itu dua. Dalam Tafsir Ibnu Katsir di Surah Al-Kahfi Ayat 110 syarat diterimanya amal itu 2:
1. Ikhlas karena Allaah Ta'ala.
2. Mengikuti Rasulullaah SAW.

2. Belajar Agama Tidak dengan Guru.
Banyak orang yang hijrah belum tuntas karena gak ada Guru. Sangkin sibuknya belum selesai belajar sudah ditinggal. Ada yang belajar tajwid sebulan belum selesai sudah gak ngaji lagi.

Semua ulama punya guru. Imam Abu Hanifah gurunya sekitar 4.000 Masyaikh. Imam Abu Hanifah dari Irak. Imam Syafi'i punya lebih dari 6.000 guru. Beliau usia 15 tahun sudah jadi Mufti. Umur 7 tahun hafal Qur'an. Beliau belum ketemu Imam Malik sudah hafal kitabnya. Imam Bukhari menghafal 100.000 lebih hadits.

Ilmu itu dicabut ketika ulama Wafat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullaah SAW bersabda: "Jika Amanah telah disia-siakan, maka tunggulah Hari Kiamat,’ dia (Abu Hurairah) bertanya, ‘Wahai Rasulullaah, bagaimanakah Menyia-nyiakan Amanah itu?’ Beliau menjawab, ‘Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah Hari Kiamat!’" (HR. Bukhari)

Tanpa guru, kita gak bisa apa-apa. Alqur'an dulu gak ada titiknya. Kita tahu dari mana bacanya Alif Laam Miim? Dari Guru kita.

Mengambil ilmu agama harus dari guru yang benar. Masing-masing mempunyai keahlian, maka wajib bagi seorang muslim belajar dari guru yang tepat yang punya ilmu.

3. Tidak Mendalami Aqidah Terlebih Dahulu.

Penyebab hijrah seseorang tidak tuntas lantaran tidak memulai belajar aqidah. Belum paham aqidah, sdah belajar fiqih. Seharusnya belajar aqidah yang ringan seperti Aqidatul Awwam. Minimal kita punya kunci ilmu agar bisa membahas kitab-kitab lainnya.

4. Cuma Tahu Cari Ilmu, Namun Tidak Mengamalkannya.
Mengaku belajar dari Ustaz Fulan, Syeikh Fulan, Habib Fulan, tapi tidak diamalkan.

5. Bergaul dengan Teman yang Salah.
Seharusnya seseorang belajar dengan teman yang Soleh. Rasulullaah SAW bersabda: "Seseorang itu tergantung pada Agama Temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman." (HR. Abu Dawud)

6. Kurang Belajar Adab.
Abdullah bin Mubarak berkata: "Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun."

Imam Malik waktu kecil dipakaikan Imamah oleh Ibunya. Yang ikut di Majelis Imam Ahmad bin Hanbal 5.000 orang, yang mencatat sekitar 2.500 atau 1.000 Orang, yang mempelajari adab beliau 3.000 orang. Maka adab sebelum ilmu. Allah Ta'ala Memuji Rasulullah SAW karena adabnya.

7. Kurang Berdoa kepada Allah.

Salah satu penyebab tidak tuntasnya hijrah seseorang karena kurang dalam berdoa. Padahal Nabi SAW mengajarkan doa do'a seperti ini (yang artinya): "Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu dan memperbagus ibadah pada-Mu." (HR. Abu Daud dan Ahmad)

8. Merasa Dirinya Paling Benar.
Sebagian anak-anak muda yang hijrah sebagian merasa dirinya paling benar. Kalau lihat maksiat dia merasa paling benar. Maka jangan sekali-kali mencela orang ahli maksiat karena ia bisa saja berubah menjadi ahli taat.

Jika pun ingin mencela, celalah perbuatannya. Kalau lihat orang bermaksiat, maka nasihati dia. Kalau lihat yang belum berhijab jangan dicela, tapi nasehati.

Iblis itu selalu merasa lebih baik, maka kalau kita merasa lebih baik dari orang, maka sifat Iblis ada dalam diri kita. Kalau lihat teman masa lalu jangan jaga jarak, tapi dirangkul.

9. Suka Merendahkan Orang lain.
Nabi Muhammad SAW bersabda: "Allah itu indah dan menyukai sikap berhias. Sombong itu menolak kebenaran dengan takabbur dan merendahkan orang lain."
(HR. Muslim)

10. Sangat Memperhatikan Penampilan.
Bukan tidak boleh memperhatikan yang zahir, tapi isinya juga diperhatikan. kalau salat wajib memakain pakaian suci. Namun, banyak orang memperhatikan zahirnya saja, batinnya tidak diperhatikan.

Dari Abu Hurairah R, ia berkata bahwa Rasulullaah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah melihat pada hati dan amalan kalian." (HR. Muslim)

Mudah-mudahan kita semua bisa berhijrah menuju Jalan yang diridhai Allah Ta'ala.
(rhs)
cover top ayah
وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."

(QS. Al-Anbiya:83)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak