alexametrics

Kisah Penampakan Jin di Zaman Nabi dan Cara Mengusirnya

loading...
Kisah Penampakan Jin di Zaman Nabi dan Cara Mengusirnya
Allah Ta'ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna dan kedudukannya lebih tinggi dari bangsa jin. Foto/dok fadhilza.com
Percaya kepada hal ghaib merupakan salah satu dasar pokok keimanan seorang muslim. Pengetahun tentang hal-hal ghaib telah dijelaskan dalam Alqur'an seperti adanya Malaikat, Jin, Iblis dan makhlus halus yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera manusia.

Bahkan Allah Ta'ala menjadikan satu surah dalam Alqur'an dengan nama Surah Al-Jinn (Jin) surah ke-72 terdiri dari 28 ayat. Dalam surah itu Allah mengabadikan kesaksian para Jin: "Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda." (QS Al-Jin: 11).

Kemudian pada ayat lain, "Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus. Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam." (QS Al-Jin: 14-15).



Seperti diketahui manusia diciptakan dari unsur tanah, sedangkan Jin diciptakan dari api. Sejatinya Jin takut kepada manusia, apalagi manusia yang beriman dan menyandarkan kekuatan hanya kepada Allah. Seperti kisah setan yang lari ketakutan ketika bertemu Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu (RA), sampai-sampai setan memilih jalan lain apabila melihat Umar.

Penampakan Jin dan gangguannya sebenarnya sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dikisahkan dalam Shahih Bukhari, Jin pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Muhammad SAW dengan membawa obor api dengan bermaksud menyakiti. Rasulullah kemudian menangkapnya dan hendak mengikatnya sampai pagi. Namun, tidak jadi karena teringat doa Nabi Sulaiman AS.

Kisah lainnya dalam Sunan An Nasa'i, ketika Khalid bin Walid RA hendak menghancurkan berhala Uzza yang selama ini disembah masyarakat Arab Jahiliyah, muncul Jin penunggu patung Uzza berbentuk perempuan tua telanjang dan berambut acak-acakan hendak lari. Setelah itu Khalid pun membunuhnya.

Jin juga pernah hendak mencuri harta zakat, namun tertangkap tangan oleh sahabat Abu Hurairah RA. Beliau mengancam akan melaporkan Jin itu kepada Rasulullah SAW. Mendengar ancaman tersebut, Jin itu ketakutan dan mengemis iba hingga akhirnya mengajarkan kepada Abu Hurairah 'Ayat Kursi' sebagai perlindungan dari kejahatan mereka. Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.

Perlu diketahui bahwa Allah Ta'ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna dan kedudukannya lebih tinggi dari bangsa jin. Maka manusia tak boleh merendahkan diri kepada Jin apalagi meminta pertolongan kepada mereka.

Allah berfirman: "Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS Al-Jin:6)

Dalam ayat lain, Allah berfirman: "Jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS. Fushilat: 36)

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya sebagaimana dalam hadits Riwayat Imam Ahmad dan Imam Abu Daud. Beliau bersabda yang artinya: "Jangan kamu mengucapkan 'celaka setan'. Karena ketika kamu mengucapkan kalimat itu, maka setan akan membesar, hingga dia seukuran rumah. Setan akan membanggakan dirinya, 'Dia jatuh karena kekuatanku'. Namun ucapkanlah, 'Bismillah' karena jika kamu mengucapkan kalimat ini, setan akan mengecil, hingga seperti lalat."

Pada zaman Jahiliyah, orang-orang Arab banyak meminta perlindungan kepada Jin dan bersandar kepada patung-patung berhala. Hingga akhirnya Islam datang memurnikan Tauhid.

Cara Membentengi Diri dari Gangguan Jin:
Selain ayat Kursi (QS Al-Baqarah ayat 255), Rasulullah SAW mengajarkan doa, yaitu:

"Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lantas ia mengucapkan 'A'udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq' (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya), maka tidak ada sama sekali yang dapat memudharatkannya sampai ia berpindah dari tempat tersebut". (HR Muslim)

Selain itu dianjurkan membaca doa yang terdapat dalam Surah Al-Mukminum ayat 97-98: Wa qur Rabbi a'udzu bika min hamazatisy-syayaatin. Wa a'udzu bika Rabbi ayyahduruun.

Artinya:
Katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.
(rhs)
cover top ayah
اَتَاۡمُرُوۡنَ النَّاسَ بِالۡبِرِّ وَتَنۡسَوۡنَ اَنۡفُسَكُمۡ وَاَنۡتُمۡ تَتۡلُوۡنَ الۡكِتٰبَ‌ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ‏
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?

(QS. Al-Baqarah:44)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak