alexametrics

3 Musibah Bagi Umat yang Menjauhi Ulama

loading...
3 Musibah Bagi Umat yang Menjauhi Ulama
Para ulama saat berkumpul dalam sebuah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Foto/Ist
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah berpesan agar umat Islam jangan sekali-kali menjauhi para ulama. Bagi mereka yang menjauhi ulama, maka Allah Ta'ala akan memberikan musibah (cobaan).

Dalam Kitab Nashaihul 'Ibad (nasihat bagi para hamba) karya Syeikh Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah kalian berkumpul dengan ulama (artinya mengamalkan ilmunya) dan mendengarkan kalam para ahli hikmah (artinya orang yang menganl Tuhan). Karena sesungguhnya Allah Ta'ala menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati (gersang) dengan air hujan.

Dalam riwayat lain dari Imam Thabrani dari Abu Hanifah, "Duduklah kamu dengan orang dewasa, dan bertanyalah kamu kepada para ulama dan berkumpullah kamu dengan para ahli hikmah". Dalam sebuah riwayat, "duduklah kamu dengan para ulama, dan bergaullah dengan kubaro (pembesar ulama)".



Hikmah adalah suatu ilmu yang bermanfaat, sedangkan hukama adalah para ahli hikmah. Berdasarkan hadits ini, hukama adalah ahli hikmah atau orang-orang yang mengetahui tentang Dzat Allah, senantiasa dalam kebenaran, baik dalam ucapan maupun perbuatannya. Adapun ulama adalah orang alim (saleh) yang mengamalkan ilmunya.

Ulama itu ada dua macam:
1. Orang yang alim tentang hukum-hukum Allah, mereka itulah yang memiliki fatwa.
2. Ulama yang makrifat (mengenal) akan Allah, mereka itulah para hukama yang apabila bergaul dengan mereka akan dapat memperbaiki akhlak. Karena hati mereka telah bersinar sebab ma'rifat kepada Allah, demikian juga rahasia mereka bersinar disebabkan nur keagungan Allah.

Ancaman Bagi yang Menjauhi Ulama:
Rasulullah SAW bersabda, "Akan hadir suatu masa atas umatku, mereka menjauh dari para ulama dan fuqaha, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka dengan 3 cobaan, yaitu:
1. Allah akan menghilangkan berkah dari rezekinya.
2. Allah akan mengirim kepada mereka penguasa yang zalim.
3. Mereka akan meninggalkan dunia tanpa membawa iman kepada Allah Ta'ala.

Al-Habib Abu Bakar Masyhur dalam satu nasihatnya mengatakan sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Ulama itu adalah lampu-lampu di bumi, sebagai pengganti para nabi, mereka adalah pewarisku dan pewaris para Nabi."

Keberadaan ulama sangat berarti bagi kemaslahatan hidup manusia. Sebagai pewaris para Nabi, mereka bertanggung jawab kepada Allah SWT dan mengemban tugas amar ma'ruf nahi munkar.

Dalam Surah Al-Fathir ayat 28 Allah berfirman: "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Begitu beratnya tugas ulama sehingga Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk memuliakan para ulama. Sebagaimana pesan Beliau: "Muliakanlah ulama, Maka sesungguhnya mereka itu di sisi Allah adalah orang-orang yang mulia dan dihormati".
(rhs)
cover top ayah
وَكَمۡ اَهۡلَـكۡنَا قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ هُمۡ اَشَدُّ مِنۡهُمۡ بَطۡشًا فَنَقَّبُوۡا فِى الۡبِلَادِ ؕ هَلۡ مِنۡ مَّحِيۡصٍ
Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

(QS. Qaf:36)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak