alexametrics

Kisah Nabi Adam dan Proses Penciptaannya (1)

loading...
Kisah Nabi Adam dan Proses Penciptaannya (1)
Allah 'Azza wa Jalla menciptakan Nabi Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh permukaan tanah. Foto Ilustrasi/Dok bincangsyariah
Nabi Adam 'alaihissalam (AS) adalah orang pertama yang dikisahkan dalam kitab suci Alqur'an. Beliau adalah ayah dan nenek moyang seluruh manusia di muka bumi.

Dalam kajian rutin Syeikh Ahmad Al-Mishry (ulama dari Mesir), yang digelar di Srengseng, Jakarta Barat, dijelaskan bagaimana proses penciptaan Nabi Adam AS hingga diturunkan ke bumi. Adapun Alqur'an mengisahkan Nabi Adam AS dalam 25 ayat. Beliau adalah manusia pertama yang menyembah Allah Ta'ala.

Rasulullah SAW bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla menciptakan Adam dari segenggam tanah yang Allah ambil dari seluruh permukaan tanah, maka lahirlah anak Adam yang sesuai dengan asal tanahnya. Di antara mereka ada yang berkulit putih, merah, hitam dan perpaduan antara warna-warna tersebut. Di antara mereka ada yang bersifat lembut dan kasar serta perpaduan antara keduanya serta di antara mereka ada yang baik dan jahat," (HR. Abu Dawud)



Syeikh Ahmad Al-Mishry menerangkan bahwa Nabi Adam AS tidak dilahirkan begitu saja melainkan melalui proses penciptaan. Beliau diciptakan tanpa ayah dan ibu. Bermula diciptakan dari tanah, diproses dari tanah liat, kemudian diproses lagi hingga diciptakan menjadi manusia sempurna. Proses penciptaan manusia pertama ini memakan waktu 120 tahun. Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jum'at (penghulu semua hari).

Menurut keterangan ulama lainnya, tubuh Nabi Adam diselubungi dalam waktu 120 tahun, yaitu 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau. Dari situ, Allah Ta'ala mengubah tubuh Nabi Adam dengan rupa kemuliaan dan tertutuplah dari rupa hakikatnya. Karena diciptakan dari tanah, Malaikat dan Iblis pun memandang rendah akan kejadian manusia.

Adapun manusia keturunan Adam AS juga tidak diciptakan secara instan begitu saja. Penciptaan anak cucu Adam juga melalui proses panjang sebagaimana dijelaskan dalam Qur'an dan Hadits.

Dari Abu Abdir-Rahman Abdullah bin Mas'ud RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk Nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum). Kemudian menjadi 'Alaqah (segumpal darah), kemudian menjadi Mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada Illah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya." (HR. Al-Bukhari)

"Maka kita di Indonesia sering mengadakan 7 bulanan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih. Apabila perempuan menggugurkan kandungan sebelum 120 hari itu hukumnya haram, kecuali dokter menyatakan kalau diteruskan akan membahayakan sang Ibu," kata Syeikh Ahmad.

Syeikh Ahmad mengutip satu hadits dari 'Aisyah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Malaikat itu diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api tanpa Asap, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan (Allah Ta'ala di dalam kitab-Nya) untuk kalian." (HR. Muslim)

Allah menciptakan Jin lebih dahulu. Ketika Allah Ta'ala membentuk Adam di Surga sesuai kehendak-Nya, maka Iblis memperhatikan Nabi Adam AS. Ketika ada sisi yang kosong, Iblis merasa ini ciptaan yang tidak bisa menahan diri atau dalam kata lain Iblis merendahkan Nabi Adam karena tercipta dari tanah.

Setelah Allah Ta'ala menyempurnakan wujud Nabi Adam, para Malaikat dan Iblis diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam. Maka ketika Allah memerintahkan Malaikat sujud, semua sujud kecuali Iblis.

Ketika menolak bersujud kepada Nabi Adam, Iblis pun diusir dari Surga. Dari kisah ini ada pelajaran bahwa perintah sujud kepada Nabi Adam itu dari Allah Ta'ala untuk beribadah. Karena itu Malaikat diperintahkan untuk bersujud.

Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al-Baqarah: 30)

Kemudian Malaikat diminta oleh Allah Ta'ala menyebutkan nama benda-benda yang ada di Surga. Tak satu pun Malaikat bisa menjawabnya. Ketika Nabi Adam AS menyebutkan nama-nama benda itu, para Malaikat pun akhirnya tunduk.

Rasulullah SAW bersabda: "Jika anak Adam (manusia) membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata: "Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya Surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan Neraka." (HR. Muslim). Bersambung ke bagian 2.
(rhs)
cover top ayah
اِنَّمَا يُرِيۡدُ الشَّيۡطٰنُ اَنۡ يُّوۡقِعَ بَيۡنَكُمُ الۡعَدَاوَةَ وَالۡبَغۡضَآءَ فِى الۡخَمۡرِ وَالۡمَيۡسِرِ وَيَصُدَّكُمۡ عَنۡ ذِكۡرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ‌ ۚ فَهَلۡ اَنۡـتُمۡ مُّنۡتَهُوۡنَ
Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka tidakkah kamu mau berhenti?

(QS. Al-Maidah:91)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak