alexametrics

Keberkahan Memuliakan Rambut Rasulullah SAW

loading...
Keberkahan Memuliakan Rambut Rasulullah SAW
Salah satu peninggalan rambut Rasulullah SAW saat dipamerkan di Kota Medan, Januari 2019 lalu. Foto/Dok SINDOnews
KH Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Alqur'an

Disebutkan sebuah kisah yang dimuat di dalam Kitab 'Irsyadul Ibad' karya Syekh Zainuddin Al-Malibary bahwa ada dua orang bersaudara memperoleh masing-masing bagian warisan harta dan tiga helai rambut Rasulullah SAW dari ayah mereka yang telah meninggal dunia.

Setelah masing-masing harta warisan dan sehelai rambut Rasulullah itu terbagi rata, tinggal lagi tersisa satu helai rambut Rasulullah yang lainnya. Sang kakak menginginkan agar rambut itu dipotong saja menjadi dua bagian, sedangkan sang adiknya menolak.



Akhirnya, sang kakak mengusulkan agar menukar sehelai rambut Rasulullah yang menjadi bagiannya diganti dengan harta bagian warisan adiknya, plus ditambah dengan sehelai rambut yang lainnya.

Sang adik pun menyetujuinya. Akhirnya, sang kakak memperoleh semua harta warisan bagian adiknya secara penuh. Sedangkan sang adik tidak memperoleh bagian harta warisan sepeserpun, melainkan tiga helai rambut Rasulullah secara keseluruhannya.

Sejak saat itulah sang kakak mendadak menjadi kaya raya dengan harta warisan yang ia terima secara sempurna, sedangkan adiknya hanya hidup apa adanya.

Kemudian sang adik mulai ikut berdagang dengan modal seadanya. Setiap kali ia berdagang, rambut Rasulullah yang mulia itu selalu ia bawa. Ia cium dan diucapkannya salawat.

Beberapa tahun kemudian, sang kakak jatuh bangkrut dan menjadi miskin. Sedangkan sang adik dengan keberkahan serta kecintaannya pada Rasulullah, juga pemuliaannya terhadap bagian tubuh Rasulullah itu membuat usaha semakin bertambah berkah.

Usahanya semakin besar, bahkan lebih besar dari kekayaan yang pernah dimiliki oleh mendiang ayahnya dan melebihi dari harta kekayaan warisan yang ia pernah berikan kepada kakaknya.

Apa hikmah dari kisah ini? Makna dari kisahnya adalah tentang cinta. Sang kakak hanya mewarisi harta kekayaan sang ayah, sedangkan sang adiknya mewarisi semangat cinta yang sungguh sangat luar biasa kepada Rasulullah, sebagaimana yang pernah diajarkan oleh ayahnya.

Adapun pesan dari kisah ini adalah tentang hakikat mencintai Rasul. Siapa yang menyimpan kecintaan serta kehormatan yang sangat tinggi kepada Rasulullah, maka insya Allah, Allah pun akan mengangkat derajat orang tersebut dan memuliakan kehidupannya dunia dan akhirat. (Baca Juga: 10 Keistimewaan Rasulullah SAW yang Perlu Kamu Ketahui)
Keberkahan Memuliakan Rambut Rasulullah SAW

Inilah salah satu bagian dari jenggot Nabi Muhammad SAW saat diperlihatkan kepada publik. Foto/Dok SINDOnews
(rhs)
cover top ayah
وَمَا كَانَ قَوۡلَهُمۡ اِلَّاۤ اَنۡ قَالُوۡا رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوۡبَنَا وَاِسۡرَافَنَا فِىۡۤ اَمۡرِنَا وَ ثَبِّتۡ اَقۡدَامَنَا وَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Dan tidak lain ucapan mereka hanyalah doa, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan (dalam) urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

(QS. Ali 'Imran:147)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak