alexametrics

Mukjizat Nabi SAW Menerangi Jalan Sahabat Saat Gelap Gulita

loading...
Mukjizat Nabi SAW Menerangi Jalan Sahabat Saat Gelap Gulita
Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW mampu menerangi jalan para sahabat di saat gelap gulita. Foto Ilustrai/Dok Aswaja
Kisah Nabi Muhammad SAW dan keagungannya tak pernah bosan untuk dipelajari dan diceritakan. Selain kemuliaan akhlak, Rasulullah juga memiliki mukjizat yang membuat sahabat takjub.

Dikisahkan dari Hamzah bin 'amr Al-Aslami, ia bercerita bahwa pada suatu malam ia berjalan bersama Rasulullah SAW. Saat itu kondisi sangat gelap gulita tanpa penerangan sedikitpun. Kemudian keduanya berpencar di ujung jalan. Saat berpencar itu Hamzah melihat bahwa jari jemari Rasulullah SAW bersinar sangat terang.

Begitu terangnya sinar itu hingga membuat beberapa sahabat yang lain bisa mengumpulkan hewan tunggangan mereka. Tak ada seorang pun yang tersesat di gelap gulita itu. Keistimewaan jari jemari Rasulullah SAW lainnya juga bisa memancarkann air.



"Aku pernah melihat Rasulullah pada saat waktu salat Ashar tiba, orang-orang mencari air wudhu, tapi mereka tak menemukan air. Kemudian Rasulullah datang dengan membawa sebuah wadah berisi air wudhu. Rasulullah SAW lalu memasukkan tangannya ke dalam wadah itu, lalu Beliau menyuruh orang-orang berwudhu dari wadah itu. Saat itu Anas bin Malik menyaksikan air memancar dari bawah jari jemari Rasulullah SAW. (HR Al-Bukhari, Muslim)

Bukan hanya jari jemari Beliau saja yang bersinar, dalam riwayat lain juga disebutkan tongkat Beliau dan setandan kurma pemberian Beliau juga mampu mengeluarkan cahaya terang.

Diriwayatkan dari Maimun bin Zaid Abas, Rasulullah SAW pernah memberikan sebuah tongkat kepada Abu Abbas setelah ia mengalami kebutaan. Rasulullah SAW berkata kepada Abu Abbas, "Gunakanlah tongkat ini sebagai penerang jalanmu."

Kemudian Abu Abbas menerima tongkat itu. Ajaibnya, tongkat dari kayu itu tiba-tiba bisa mengeluarkan cahaya sehingga menerangi jalannya.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Abu Abbas salat lima waktu bersama Rasulullah. Kemudian ia pulang ke perkampungan Bani Haritsah. Di suatu malam yang gelap gulita dan hujan sedang turun dengan derasnya, Abbas keluar lalu tongkat pemberian Rasulullah itu ia gunakan untuk menerangi jalan. Akhirnya Abbas selamat hingga sampai di rumah Bani Haritsah.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Na'im dijelaskan bahwa suatu malam, Rasulullah keluar dari rumah menuju masjid untuk menunaikan salat Isya. Ketepatan malam itu juga hujan turun dengan derasnya dan disertai petir. Saat sinar petir menerangi malam, Rasulullah melihat Qatadah bin Nu'man.

"Hai Qatadah, setelah engkau selesai saalat, tetaplah duduk di tempatmu hingga aku menyuruhmu," ucap Rasulullah.

Seusai salat, Rasulullah SAW menemui Qatadah dan memberikan sebuah tandan kurma. "Ambillah tandan kurma ini, ia akan menerangi jalan di depanmu sepuluh langkah dan di belakangmu sepuluh langkah," tutur Nabi SAW seraya memberikan setandan kurma itu.

Qatadah menerimanya. Lalu saat pulang ke rumahnya, setandan kurma itu benar-benar menerangi jalannya sampai di rumah.

Demikian salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang membuat takjub para sahabat. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Beliau dan para keluarga serta pengikut Beliau.
(rhs)
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak