alexametrics

Nasihat Indah Habib Kadzim Saat Maulid Akbar di Monas

loading...
Nasihat Indah Habib Kadzim Saat Maulid Akbar di Monas
Ulama dari Tarim Yaman, Al-Habib Musa Kadzim bin Ja'far Assegaf (kedua dari kiri) saat Maulid Akbar di Lapangan Monas Jakarta Sabtu (9/11/2019). Foto/Dok Nabawi tv
Al-Habib Musa Kadzim bin Ja'far Assegaf (Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman) menyampaikan nasihat indah saat Maulid Nabi SAW di Lapangan Monas Jakarta Sabtu (9/11/2019).

Maulid Akbar yang digelar Majelis Rasulullah (MR) ini dihadiri ulama dari berbagai daerah dan belasan ribu umat Islam. Ceramah Habib Musa Kadzim yang diterjemahkan oleh Habib Ja'far bin Muhammad Bagir Al-Athas (Dewan Guru Majelis Rasulullah).

Berikut nasihat indah Habib Kadzim:
Ketika kita mendapat cahaya dari Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam (SAW), maka luaslah dada kita, terbukalah pikiran kita. Apabila dada kita sudah diberikan keluasan oleh Allaah Ta'ala, maka kita akan mengerti kehidupan dunia dan akhirat. Apabila hati kita sudah senang kepada Allah, maka kita akan menghadapkan diri kita sepenuhnya. Begitu juga para sahabat dan tabi'in ketika menghadapkan diri kepada Allah dan Rasulullah SAW. Mereka beribadah penuh dengan kerinduan.



Apabila akal kita diterangi cahaya Nabi Muhammad SAW maka kita akan mengerti amal yang kita lakukan. Kita juga akan mengerti amal yang mendekatkan kepada Beliau. Segala perintah yang penuh kelembutan, kerinduan. Ini semua diambil dari Allah Ta'ala. Semua Ajaran Nabi Muhammad SAW berdasarkan wahyu dari Allah, bukan dari nafsunya.

Kita bersyukur menjadi umatnya Rasulullah SAW karena kita diberkahi dengan berkahnya Nabi Muhammad SAW. Umat ini dikenal di surga Firdaus sebagai umat terbanyak. Ketahuilah, umur umat Nabi Muhammad SAW paling sedikit tapi diberikan keberkahan dan kelipatan berkah Nabi Muhammad SAW.

Umur yang sedikit ini perbanyaklah amal saleh. Ada hari Jumat yang penuh keberkahan. Berapa banyak langkah kita ke masjid-Masjid diberi banyak kelipatan oleh Allah Ta'ala. Ada malam Lailatul Qadar yang lebih mulia dari 1.000 bulan. Dengan menjalankan salat Isya dan subuh berjamaah dia akan mendapat keutamaan malam Lailatul Qadar tersebut. Semua anugerah ini berkat Rasulullah SAW.

Begitu juga pahala orang berhaji dan umrah. Duduk 3 hari di Masjid Nabawi mendapat pahala 1.000 tahun. Kata Nabi Muhammad SAW, salat di masjidku pahalanya 1.000 kali dan di Masjidil Haram 100.000 kali. Kita Bersyukur dijadikan sebagai umat Islam, agama paling mulia.

Islam adalah agama yang penuh kemudahan. Agama yang menjadi penuntun agama. Semua agama berkumpul dalam Islam. Agama yang memberikan hak jasad dan ruh manusia. Memberikan hak kepada pemerintah. Memberikan kepada ulama haknya. Memberikan kepada perempuan haknya. Hak-hak perempuan dijelaskan di antaranya di Surah An-Nisa, Surah Maryam, Surah At-Thalaq, dan yang terakhir di Surah At-Tahrim. Semua ini membicarakan secara detail urusan perempuan. Satu-satunya perempuan yang dijadikan Nama Surah adalah Sayyidatuna Maryam. Di mana Sayyidatuna Khadijah mempunyai keutamaan yang besar, tapi tidak disebutkan di dalam Alqur'an, begitu juga Sayyidatuna Asyiah, begitu juga Sayyidatuna Fatimah.

Maryam disebutkan dalam Alqur'an karena melahirkan Sayyidina Isa 'Alaihis Sallam. Kelahirannya merupakan mukjizat yang diabadikan di Alqur'an sampai hari Kiamat. Inilah Agama yang memberikan penjelasan. Hak di dalam waris. Hak di dalam kewalian. Dan Agama ini bahkan memberikan hak-hak kepada Binatang.

Alhamdulillah kita dijadikan beriman dan Islam. Kita akan bersabar dalam waktu yang singkat dan diberi kebahagiaan abadi. Maka berpegang teguhlah kepada agama ini. Bersyukurlah menjadi umat Rasulullah SAW. Semua sahabat berkhidmat untuk Rasulullah. Kita mencintai para sahabat, para salaf, para tabi'in walaupun kita tidak pernah Melihat mereka. Mereka adalah orang yang ma'rifat kepada Allah dan Mencintai Rasulullaah SAW. Alhamdulillah kita diserupai seperti mereka karena kita melakukan amalan sebagaimana mereka. Semoga Allah menjaga negeri kita.

Perkumpulan ini merupakan takdir kecil dibanding kegembiraan kita kepada Rasulullaah SAW. Kita tidak ragu perkumpulan ini mendapat pahala besar. Para sahabat beribadah kepada Allah seolah-olah melihat Allah Ta'ala. Kita bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Dan ini karunia yang sangat besar.

Berapa banyak profesor filsafat dan cendekiawan belum menerima hidayah Islam dan kita yang hadir diberikan kelapangan menerima Islam. Kita mengagungkan Rasulullah tetapi tidak lebih besar dari pengagungan yang dilakukan oleh Allah Ta'ala dan para Malaikat.

Semoga kita bisa bermuamalah sebagaimana Rasulullah. Kita bershalawat 20 kali sebelum tidur, bersalawat 100 kali setiap hari di pagi hari dan sore hari sehingga Allah Ta'ala mudahkan hajat kita. Salawat inilah yang akan menyelamatkan kita dari api neraka.

Siapa yang mengucapkan 6 kata, "Jazakallaahu wa anna Sayyidana Muhammadan Mahuwa Ahluh," maka dia telah membuat capek para Malaikat mencatat besarnya pahalanya. Kita tambahkan kata 'sayyidina' sebagai bentuk pengagungan. Lihat 70 Malaikat menulis untuk kalian pahala untuk 1.000 Hari.

Dan 1.000 hari ini banyak untuk kita. Pikiran kita sebagai manusia ini banyak sekali. Dengan kedermawanan Allah Ta'ala ini sedikit sekali. Apabila kita mencintai Rasulullah SAW, Beliau juga pasti mencintai kita. Apabila kita rindu, Beliau juga pasti rindu. Kunci surga bukan terbuat dari emas, tapi dari kalimat "Laa Ilaha Illallaah Muhammadur Rasulullaah."

Perbaiki diri kita dari segala penyakit hati, maka orang akan terpikat kepada agama Allah ini. Orang-orang akan masuk bergelombang demi gelombang baik Nasrani dan Yahudi ke dalam Islam. Semua manusia di penjuru bumi akan masuk ke dalam Islam, dan ini akan terjadi. Tidak ada Keraguan di dalamnya dan ini disebutkan oleh Allah Ta'ala di dalam Alqur'an. Ini kabar yang pasti.

Agama ini akan berkembang apabila didasari mahabbah, tanpa kekerasan, tanpa mencaci. Inilah Agama yang shahih dan akan menyebar di seluruh bumi. Dan ketika kita keluar dari acara Maulid ini, kita berusaha berakhlak mulia di rumah kita. Dan mudah-mudahan Allah Ta'ala memberikan balasan yang besar kepada almarhum Habibana Munzir bin Fuad Al-Musawa (pimpinan Majelis Rasulllah) di akhirat nanti. Beliau telah banyak berkorban untuk membesarkan majelis ini.

Hadir pada Maulid itu antara lain, Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi (Dewan Guru Majelis Rasulullah); Habib Ja'far bin Muhammad Bagir Al-Athas (Dewan Guru Majelis Rasulullah); Habib Muhammad Al-Junaed ('Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman); Habib Muhammad Bagir bin Alwy bin Yahya (Dewan Guru Majelis Rasulullah SAW); Habib Muhammad bin Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (Anak ulama besar Yaman Habib Umar bin Hafidz); Habib Muhsin bin Idrus Al-Hamid (Dewan Syura Majelis Rasulullaah SAW); Habib Musa Kadzim bin Ja'far Assegaf ('Ulama dari Tarim Hadhramaut, Yaman); Habib Nabiel bin Fuad Al-Musawa (Dewan Syura Majelis Rasulullah).

Berikut video ceramah Habib Kadzhim dan ulama lainnya yang diupload oleh Nabawi Tv di Youtube.
(rhs)
cover top ayah
فَادۡعُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَهُ الدِّيۡنَ وَلَوۡ كَرِهَ الۡـكٰفِرُوۡنَ
Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).

(QS. Ghafir:14)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak