alexametrics

Dokter Zaidul Akbar, Inspirator Sehat Ala Rasulullah

loading...
Dokter Zaidul Akbar, Inspirator Sehat Ala Rasulullah
Dokter Zaidul Akbar saat memberikan tausiyah jurus sehat ala Rasulullah di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung. Foto/Dok Darut Tauhid
Ketika dunia belum mengenal pola tidur yang sehat dan belum tahu cara menjaga kesehatan, Rasulullah SAW sudah mengajarkan itu semua kepada para sahabat.

Sayangnya, banyak umat Islam tidak menjadikan Rasulullah sebagai tuntunan sehingga banyak yang sakit karena pola hidup yang salah. Rumah sakit dan obat-obat kimiawi seakan-akan menjadi solusi untuk hidup sehat.

Berangkat dari kegelisahan itu, Dokter (dr) Zaidul Akbar menggagas pengobatan sehat ala Rasulullah. Zaidul Akbar adalah seorang dokter umum yang kini berdakwah mengampanyekan gaya hidup sehat Nabi Muhammad SAW.



Dokter penggagas Jurus Sehat Rasulullah atau disingkat JRS ini kini menjadi perbincangan publik karena menggunakan pendekatan syariat ala Rasulullah dalam mengobati pasiennya. Setiap tausiyahnya selalu disimak dan dijadikan rujukan oleh mereka yang mendambakan kesehatan ala Nabi. Tak heran jika pengikutnya di Instagram mencapai 1,5 juta orang.

Saat ini banyak pengobatan modern berbasis obat kimia. Namun, Dokter Zaidul Akbar justru terinspirasi mengikuti hidup sehat Nabi Muhammad SAW. Dia ingin mengajak umat Islam kembali kepada pengobatan Alqur'an dan Sunnah Nabi.

Sebagai dokter, beliau memang banyak mempelajari ilmu kesehatan dari berbagai sumber dan referensi. Namun dia berkeyakinan bahwa produk Allah dan sunnah Nabi lah yang merupakan obat paling baik bagi manusia.

"Jadi sebenarnya Jurus Sehat Rasulullah (JRS) itu bahasa saya saja, untuk menggambarkan bagaimana keseharian kesehatan Rasulullah yang pastinya berdasarkan petunjuk dari Allah Ta'ala," kata Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini kepada SINDO beberapa waktu lalu.

Dokter Zaidul juga menulis beberapa buku di antaranya 'Jurus Sehat Rasulullah', 'Hidup Sehat ala 'Rasulullah' yang kini laris di pasaran. Dia menulis pesan yang cukup menggugah hati dalam deskripsi bukunya.

"Hidup di zaman modern memang serba gampang dan serbainstan. Tapi di balik itu semua, banyak hal mengerikan yang bisa terjadi pada diri Anda. Gaya hidup modern dapat menciptakan manusia karatan; belum tua sudah keriput, banyak penyakit, gampang capek, dan berumur pendek. Agar kita tidak termasuk dalam kategori manusia karatan, ikutilah pola hidup sehat Rasulullah SAW," demikian pesannya.

Dalam Kajian Muslim Lifefest di Jakarta Convention Center, 31 September 2019 lalu, Dokter Zaidul Akbar juga mengatakan, saat ini dunia kesehatan justru lebih banyak dikuasai dan berkiblat barat. Padahal, syariat Islam itu menyehatkan, sebut saja ibadah salat, puasa, sedekah dan lainnya. Kalau kata Imam Syafii, setelah ilmu agama maka ilmu yang harus umat Islam dalami adalah ilmu kesehatan.

Makanan Sehat Ala Nabi
Dokter Zaidul juga mengingatkan bahwa makanan adalah sumber dari segala penyakit. Artinya, seseorang yang terkena penyakit pasti ada sesuatu yang salah dengan apa yang dimakannya.

Indonesia sendiri adalah negara yang kaya akan tanaman herbal. Ada kunyit, tomat, jeruk nipis, asem jawa, dan rempah-rempah lainnya. Sayangnya, potensi ini tidak dimanfaatkan maksimal oleh orang Indonesia yang mayoritas muslim.

Dokter Zaidul Akbar juga menyarankan agar umat Islam mengonsumsi kurma. Dalam akun IG resminya @zaidulakbar, Beliau mengatakan bahwa Allah Maha Baik menciptakan kurma ini untuk hamba-hambaNya. Kurma adalah buah yang menstimulus endogen antioksidan dalam tubuh kita.

Dan merupakan salah satu resisten starch terbaik dalam memperbaiki kondisi pencernaan yang bermasalah. Itulah Hikmah Rasulullah SAW bersabda bahwa rumah yang di dalamnya ada kurma tidak akan kelaparan. Karena kandungan nutrisi yang sangat tinggi dari kurma.

"Cukup 7 butir kurma tambah 1 sendok madu tambah 1 sendok minyak zaitun extravirgin, ini resep awet muda gen badan kita," kata Dokter Zaidul.

Tanggapan sejumlah netizen atas postingan pengobatan jurus sehat ala Rasulullah yang disampaikan Dokter Zaidul Akbar dalam akun IG-nya. Seperti penuturan akun bernama @geray_threend usia 35, "Alhamdulillah baru tahu dahsyatnya manfaat kurma dan madu. Nyesel? Iyaaaa nyesel banget Semoga Allah SWT permudah untuk segala urusan dari dan murid-muris JSR. Aamiinyarobbalalamin."

Akun @lusinurmalisi menulis: "Alhamdulillah sudah 2 bulan ini saya ikut JSR. Dan tahu bagus gak, krn pembahasan dokter belum saya liat tentang tahu".

"Alhamdulillah sudah rutin Dok sebagai wujud mensyukuri nikmat dan karunia Alloh atas ciptaan - Nya, smg tercatat sbgai ketaan kepada-Nya, aamiin," tulis akun @zanahfasihatul.

Sekilas tentang Zaidul Akbar
Dokter Zaidul Akbar berasal dari Jambi dan lahir pada 30 November 1977. Beliau kini menetap di Jakarta dan sebelumnya pernah menjadi dokter umum di Jakarta.

Beliau merupakan Ketua Umum Asosiasi Bekam Indonesia (ABI), Pengurus Pusat Asosiasi Pengobat Tradisional Indonesia (ASPETRI), Dokter Herbal dan Konsultan Thibbun Nabawi Nasional. Kegiatan beliau saat ini sering diundang sebagai pembicara seminar dan kajian kesehatan Islami. Tausiyahnya sering menjadi viral dan diposting di berbagai sosial media.
(rhs)
cover top ayah
شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Baqarah:185)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak