alexametrics

Kisah Nabi Hud dan Penyebab Dibinasakannya Kaum 'Aad

loading...
Kisah Nabi Hud dan Penyebab Dibinasakannya Kaum \Aad
Makam Nabi Hud 'alaihis-salam di Hadhramaut Yaman tak pernah sepi dari peziarah. Foto/Dok nafashadhramaut
Nabi Hud 'alaihis salam (AS) disebut dalam Alqur'an sebanyak 7 kali. Nabi Hud adalah rasul dari bangsa Arab yang hidup sesudah banjir besar di zaman Nabi Nuh 'alaihis salam.

Syeikh Ahmad Al-Mishri (Ulama asal Mesir) dalam kajian rutin di Srengseng, Jakarta Barat, mengemukakan, nasab beliau bersambung ke Nabi Nuh, yaitu Hud bin Abdullah bin Ribah bin Khulud bin Ad bin Aus bin Irim bin Syam bin Nuh 'alaihis salam.

Nabi Hud lahir setelah kewafatan Nabi Nuh 300 tahun. Allah mengutus Nabi Hud kepada generasi pertama yang tinggal di Yaman, yaitu kaum 'Aad. Mereka adalah orang Arab yang tinggal di istana yang megah. Mereka adalah orang yang menyembah berhala sesudah zaman Nabi Nuh.



Allah Ta'ala berfirman:
وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ

"Dan kepada kaum 'Aad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja." (QS Hud: 50)

Maka seluruh para Nabi dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) tauhidnya adalah Islam. Tapi syari'atnya berbeda-beda.
Kisah Nabi Hud dan Penyebab Dibinasakannya Kaum 'Aad

Kaum 'Aad dikenal sebagai kaum yang mampu membangun bangunan luar biasa yang belum pernah dibangun di negeri lain. Kemahiran mereka memahat bukit dan membangun bangunan tinggi membuat mereka lupa nikmat Allah.

Nabi Hud mengajak kaumnya untuk meninggalkan berhala. Namun, mereka ingkar terhadap nikmat. Parahnya, mereka mencela Nabi Hud karena tidak mendatangkan manfaat. Beliau juga diejek hingga Allah murka kepada kaum 'Aad.

Allah Ta'ala mengazab mereka dengan menghalangi turunnya hujan selama 3 tahun. Begitu pun mereka tetap ingkar dan tidak mau menyembah Allah. Kemudian Allah mengirm angin selama 7 hari 8 malam dan memusnahkan mereka, sebagaimana friman-Nya:
وَفِي عَادٍ إِذْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيحَ الْعَقِيمَ (41) مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ أَتَتْ عَلَيْهِ إِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيمِ (42)


"Dan juga pada (kisah) 'Aad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan, angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk." (QS Adz-Dzaariyat: 41-42)

Ketika mengirimkan angin selama 7 hari 8 malam, Allah menyelamatkan Nabi Hud dan orang-orang beriman.

Inilah Penyebab Dibinasakannya Kaum 'Aad:

1. Menyembah berhala.
2. Sombong atas nikmat.
3. Meremehkan dan menghina Nabi Hud AS.
4. Ingkar kepada hari kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.
5. Tidak taat kepada Nabi mereka dan kufur kepada Allah Ta'ala.

Untuk diketahui, setiap Nabi dan Rasul memiliki telaga, tapi yang paling besar telaganya adalah Nabi Muhammad SAW. Gelasnya sebesar bintang-bintang. Minum bukan karena haus tapi karena ingin menikmati.

Sifat Nabi Hud:
1. Sabar.
2. Senantiasa menasehati kaumnya.
3. Punya kekuatan hujjah.
4. Senantiasa mengingatkan nikmat Allah.
5. Senantiasa berzikir dan berdoa kepada Allah.

Pelajaran dari Kisah Nabi Hud:

1. Seorang da'i berdakwah kepada Allah senantiasa menjaga sifat sabar.

2. Seorang da'i harus punya ilmu.
Dari Mu'awiyah RA, Beliau berkata, Rasulullaah SAW bersabda: "Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan jadikan ia paham dalam urusan agama." (HR. Muttafaqun 'Alaihi)

3. Seorang da'i harus punya Hujjah yang Kuat.

4. Kekuasaan Allah Ta'ala memusnahkan kaum yang durhaka.

5. Istighfar mendatangkan rezeki dan keturunan yang saleh.

Nabi Hud AS dimakamkan di Hadhramaut, Yaman. Barang siapa melihat Nabi Hud dalam mimpinya, maka dia akan diberi petunjuk dan kebaikan dan diselamatkan bersama beliau.

Demikian kisah singkat Nabi Hud 'alaihissalam, semoga kita bisa mengambil iktibar dan hikmahnya.
(rhs)
cover top ayah
وَقَالَ الشَّيۡطٰنُ لَـمَّا قُضِىَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمۡ وَعۡدَ الۡحَـقِّ وَوَعَدْتُّكُمۡ فَاَخۡلَفۡتُكُمۡ‌ؕ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيۡكُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُكُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِىۡ‌ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِىۡ وَلُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ‌ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِكُمۡ وَمَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِىَّ‌ ؕ اِنِّىۡ كَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَكۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ‌ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِيۡنَ لَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zhalim akan mendapat siksaan yang pedih.

(QS. Ibrahim:22)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak