Syahidnya Yahya Sinwar: Mengingat Gugurnya Penakluk Eropa Abdurrahman al-Ghafiqi

Selasa, 22 Oktober 2024 - 05:15 WIB
loading...
Syahidnya Yahya Sinwar:...
Pertempuran Toulouse telah menorehkan luka pertama yang teramat pedih pada diri pasukan Islam sejak menginjakkan kakinya di Benua Eropa. Ilustrasi: AI
A A A
Syahidnya Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar , dalam baku tembak dengan tentara Zionis Israel mengingatkan kita akan peristiwa masa Tabiin . Kala itu, sejumlah pahlawan Islam juga syahid dalam membebaskan sejumlah wilayah dari kekufuran.

"Sinwar naik terus maju dan tidak mundur, terlibat di garis depan, bergerak di antara posisi tempur," kata Khalil al-Hayya, kepala cabang Hamas di Gaza saat mengumumkan syahidnya pahlawan Islam itu.

Pada era kekhalifahan Umayyah , banyak pahlawan Islam yang gagah berani syahid di medan pertempuran. Sebut saja Abdurrahman al-Ghafiqi .

Nama lengkapnya adalah Abu Sa'id Abdurrahman bin Abdullah Al-Ghafiqi Al-Akki. Beliau adalah wali (gubernur) Al-Andalus yang menjabat dua kali. Ia pertama kali menjabat karena diangkat oleh rakyat Al-Andalus sebagai pemimpin mereka setelah terbunuhnya gubernur sebelumnya, As-Samah bin Malik Al-Khaulani.

Namanya dikaitkan dengan kepemimpinan kaum Muslimin dalam Pertempuran Balath Asy-Syuhada yang terkenal. Juga dikenal sebagai Pertempuran Tours atau Pertempuran Poitiers, yang berakhir dengan kemenangan kaum Frank dan penarikan pasukan Muslim setelah kesyahidan Abdurrahman Al-Ghafiqi.

Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Mengenang As-Samah yang Gugur dalam Pertempuran Toulouse

Dr Abdurrahman Ra’at Basya dalam bukunya berjudul "Mereka adalah Para Tabi’in" berkisah, perang besar Toulouse telah melahirkan panglima baru yang tangkas dan berhasil menyelamatkan pasukan Islam dari timbulnya banyak korban.

"Jika pasukan itu ibarat kafilah yang hampir mati kehausan di tengah sahara, maka Abdurrahman al-Ghafiqi adalah orang yang menyuguhkan minum kepada mereka. Beliau menjadi tumpuan para prajurit muslimin untuk memulihkan kekuatan dan membimbing mereka menjauhi banyaknya korban yang berjatuhan," tuturnya.

Pertempuran Toulouse telah menorehkan luka pertama yang teramat pedih pada diri pasukan Islam sejak menginjakkan kakinya di Benua Eropa. Kehadiran Abdurrahman al-Ghafiqi menjadi penawar luka tersebut dan dengan tangannya yang penuh kasih dia merawat mereka sepenuh perhatian.

Kabar kekalahan pasukan Islam tersebut akhirnya sampai ke telinga Amirul Mukminin, Umar bin Abdul Aziz, di Damaskus. Selanjutnya, beliau memerintahkan agar seluruh prajurit melakukan bai’at kepada Abdurrahman al-Ghafiqi.

Kini beliau diangkat sebagai pemimpin seluruh Spanyol dan daerah-daerah Prancis yang sudah berhasil dikuasai. Dengan jabatan tersebut al-Ghafiqi mendapatkan otonomi untuk mengatur strategi yang dikehendakinya.

Pemimpin baru Abdurrahman al-Ghafiqi tidak membuang-buang waktu. Beliau segera membenahi kembali pasukan Islam, menempa tekad para prajurit, mengembalikan kepercayaan diri, kehormatan, dan kekuatan mereka.

Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Mengingat Pelopor Pasukan Berani Mati Ikrimah bin Abu Jahal

Semua ditujukan untuk melanjutkan obsesi tokoh-tokoh muslimin Spanyol sejak Zaman Musa bin Nushair hingga as-Samah bin Malik, yaitu menguasa Prancis, Italia, Jerman hingga Konstantinopel, serta menjadikan laut putih tengah sebagai lautan Islam dan mengganti nama laut Romawi menjadi laut Syam.

Dua tahun penuh Abdurrahman al-Ghafiqi mempersiapkan diri untuk menyongsong perang besar itu. Beliau membentuk kesatuan-kesatuan prajurit dan tak henti-hentinya membakar gelora jihad mereka.

Di samping itu, beliau juga meminta bantuan kepada para pemimpin Islam di Afrika untuk mengirim prajurit-prajurit mereka yang memiliki nyali jihad dan rindu syahid.

Setelah itu, beliau mengutus Utsman bin Abi Nus’ah amir penjaga perbatasan untuk menyibukkan musuh dengan serangan-serangan sporadis sambil menunggu pasukan inti yang dipimpin oleh Abdurrahman al-Ghafiqi tiba di medan perang.

Menurut Dr Abdurrahman Ra’at Basya, pilihan Abdurrahman al-Ghafiqi ternyata keliru. "Utsman bin Abi Nus’ah adalah orang yang ambisius tetapi berwatak lemah. Jarak yang jauh dari pemimpinnya membuka peluang baginya untuk melakukan langkah-langkah yang bisa mengangkat namanya tanpa mempedulikan persoalan lainnya," tuturnya.

Dia bahkan menculik putri Duke Octania bernama Minin, seorang putri yang amat jelita. Dalam dirinya terkumpul kecantikan, kebangsawanan, usia belia, dan kekayaan sebagai penghuni istana.

Tak heran bila Utsman bin Abi Nus’ah akhirnya tergila-gila padanya dan memberikan perhatian berlebih dibanding kepada seorang istri.

Putri itu mengusulkan agar Utsman bin Abi Nus’ah mengadakan perjanjian damai dengan Duke Octania disertai jaminan bahwa ayah Minin itu aman dari serangan prajurit Islam.

Baca juga: Syahidnya Yahya Sinwar: Ingat 3 Sahabat Nabi, Bertempur Habis-habisan sampai Napas Terakhir

Begitulah, tatkala tiba perintah Abdurrahman al-Ghafiqi untuk menyerbu wilayah kekuasaan Duke Octania, rasa bimbang menyelimuti hati Ibnu Abi Nus’ah. Dia tak tahu harus berbuat apa, tapi kemudian dia membujuk agar Abdurrahman al-Ghafiqi membatalkan perintahnya. Dia benar-benar tak sanggup mengkhianati janjinya terhadap ayah mertuanya sebelum habis masanya.

Bukan main berangnya Abdurrahman al-Ghafiqi begitu mengetahui duduk perkaranya. Melalui utusan, beliau berpesan kepada Utsman bin Abi Nus’ah. “Perjanjian yang Anda lakukan tanpa seizin pemimpin adalah tidak sah, maka tak ada keharusan bagi prajurit Islam untuk mematuhinya. Sekarang laksanakan perintahku segera, seranglah musuh sekarang juga!”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mengenal 7 Masjid Terindah...
Mengenal 7 Masjid Terindah di Eropa, Ada yang Dibangun pada Abad 16 Masehi
Sejarah Masjid Umayyah...
Sejarah Masjid Umayyah Damaskus, Tempat Turunnya Nabi Isa yang Kini Kembali Ramai setelah Tumbangnya Rezim Assad
Kisah Atha bin Abi Rabah:...
Kisah Atha' bin Abi Rabah: Tabi'in Tempat Khalifah Sulaiman Meminta Fatwa
Kisah Daulah Aghlabiyah...
Kisah Daulah Aghlabiyah Taklukkan Eropa di Bawah Pimpinan Ziyadatullah I
Arti Bendera Tauhid...
Arti Bendera Tauhid yang Sering Dikibarkan Hayat Tahrir Al Sham, Hamas dan Taliban
Kisah 3 Daulah Islam...
Kisah 3 Daulah Islam Berlomba Memberi Hadiah kepada Ilmuwan
Rekomendasi
Fenomena Cincin Asap...
Fenomena Cincin Asap Terlihat di Atas Gunung Berapi Italia
Melintasi Sembilan Negara,...
Melintasi Sembilan Negara, Sungai Nil Saksi Angkara Murka Firaun
Benarkah Struktur Aneh...
Benarkah Struktur Aneh di Bawah Laut Jepang Piramida? Berikut Keganjilannya
Artikel Terkini
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved