Syaikh Al-Qardhawi: Wajib Mendahulukan Pendidikan daripada Peperangan
Rabu, 06 November 2024 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Inilah Usaha yang Setara dengan Jihad Fi Sabilillah
"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat." ( QS al-Muzzzammil : 1-5)
Pembinaan yang mendalam pada 'sekolah' malam, sekolah al-Qur'an adalah untuk mempersiapkan penerimaan 'perkataan yang berat' yang ditunggu tunggu olehnya. Ungkapan berat di sini tidak lain adalah berat dari segi tanggung jawabnya.
Kemudian ayat-ayat al-Qur'an turun dengan cara seperti itu, menanamkan akidah dan konsep-konsep; menanamkan nilai-nilai dan sifat-sifat mulia; menyucikan akal dan hati dari kotoran-kotoran Jahiliah; mendidiknya di atas makna-makna iman.
Pekerjaan yang menuntut kesabaran, keteguhan, ketegaran, pengorbanan dalam membela kebenaran dan melawan kebatilan, dalam membersihkan akal pikiran dari penipuan yang buta terhadap para nenek moyang, pemimpin dan pembesar yang sesat.
Pendidikan seperti ini mesti dilakukan sebelum turunnya satu ayat yang memerintahkan peperangan bersenjata, pertumpahan darah terhadap orang-orang musyrik dan para penyembah Taghut.
Bahkan para sahabat datang kepada Nabi saw mengadukan kepadanya bahwa di antara mereka ada yang dipukul, dan dilukai oleh orang-orang musyrik. Para sahabat menuntut kepada Nabi SAWuntuk mengangkat senjata sebagai usaha membela diri, memerangi musuh mereka dan musuh agama mereka.
Baca juga: Berdagang: Orang-Orang yang Jihad fi Sabilillah, Begini Penjelasannya
Akan tetapi NabiSAW berkata kepada mereka, sebagaimana dikisahkan oleh al-Qur'an: "... Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang..." ( QS an-Nisa' : 77)
Jawaban itu bukan berarti melecehkan perjuangan bersenjata, yang merupakan puncak pengabdian dalam Islam. Akan tetapi jawaban itu ada kaitannya dengan pelbagai pemberian prioritas; khususnya prioritas terhadap pendidikan dan pembentukan pribadi Muslim.
"Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (Yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat." ( QS al-Muzzzammil : 1-5)
Pembinaan yang mendalam pada 'sekolah' malam, sekolah al-Qur'an adalah untuk mempersiapkan penerimaan 'perkataan yang berat' yang ditunggu tunggu olehnya. Ungkapan berat di sini tidak lain adalah berat dari segi tanggung jawabnya.
Kemudian ayat-ayat al-Qur'an turun dengan cara seperti itu, menanamkan akidah dan konsep-konsep; menanamkan nilai-nilai dan sifat-sifat mulia; menyucikan akal dan hati dari kotoran-kotoran Jahiliah; mendidiknya di atas makna-makna iman.
Pekerjaan yang menuntut kesabaran, keteguhan, ketegaran, pengorbanan dalam membela kebenaran dan melawan kebatilan, dalam membersihkan akal pikiran dari penipuan yang buta terhadap para nenek moyang, pemimpin dan pembesar yang sesat.
Pendidikan seperti ini mesti dilakukan sebelum turunnya satu ayat yang memerintahkan peperangan bersenjata, pertumpahan darah terhadap orang-orang musyrik dan para penyembah Taghut.
Bahkan para sahabat datang kepada Nabi saw mengadukan kepadanya bahwa di antara mereka ada yang dipukul, dan dilukai oleh orang-orang musyrik. Para sahabat menuntut kepada Nabi SAWuntuk mengangkat senjata sebagai usaha membela diri, memerangi musuh mereka dan musuh agama mereka.
Baca juga: Berdagang: Orang-Orang yang Jihad fi Sabilillah, Begini Penjelasannya
Akan tetapi NabiSAW berkata kepada mereka, sebagaimana dikisahkan oleh al-Qur'an: "... Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang..." ( QS an-Nisa' : 77)
Jawaban itu bukan berarti melecehkan perjuangan bersenjata, yang merupakan puncak pengabdian dalam Islam. Akan tetapi jawaban itu ada kaitannya dengan pelbagai pemberian prioritas; khususnya prioritas terhadap pendidikan dan pembentukan pribadi Muslim.
Lihat Juga :