alexametrics

Hukum Membaca Basmallah Menurut 4 Mazhab

loading...
Hukum Membaca Basmallah Menurut 4 Mazhab
Beginilah hukum membaca Basmallah dalam Surah Al-Fatihah berdasarkan 4 mazhab. Foto Ilustrasi Salat Berjamaah/Istimewa
Membaca Basmallah (بسم الله الرحمن الرحيم) pada Surah Al-Fatihah termasuk masalah khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam fiqih Salat. Bagaimana sebenarnya hukum membaca Basmallah yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Berikut penjelasan Ustaz Muhammad Ajib, pengajar di Rumah Fiqih Indonesia (RFI) dalam bukunya berjudul "Masalah Khilafiyah 4 Mazhab Terpopuler". Berikut penjelasannya:

1. Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi berpendapat bahwa membaca Basmallah pada surat Al-Fatihah disunnahkan dibaca sirr atau pelan. Minimal dibaca di dalam hati. Dalam hal ini, Mazhab Hanafi menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruqutni:
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا قرأتم الحمد فاقرأوا بسم الله الرحمن الرحيم، إنها أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني وبسم الله الرحمن الرحين إحدى آياتها. قال الدارقطني: رجال إسناده كلهم ثقاة.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jika kalian ingin membaca surat Al-Fatihah maka bacalah Basmallah. Sesungguhnya Basmallah itu salah satu ayat dari surat Al-Fatihah. (HR. Ad-Daruqutni Perawinya Tsiqoh semua)



Mazhab ini juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
وعن أنس أيضا رضي الله عنه قال: صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان فلم أسمع أحدا منهم يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم. رواه مسلم.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Saya salat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakr, Umar dan Utsman. Saya tidak mendengar satupun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim. (HR. Muslim)

2. Mazhab Maliki
Mazhab Maliki berpendapat bahwa Basmallah pada surat Al-Fatihah tidak perlu dibaca sama sekali. Dalam hal ini, Mazhab Maliki menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
عن أنس رضي الله عنه: أن النبي صلى الله عليه وسلم وأبا بكر وعمر رضي الله عنهما كانوا يفتتحون الصلاة بالحمد لله رب العالمين. رواه البخاري.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Bahwa Rasulullah SAW, Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali memulai salatnya dengan Al-hamdulillahi rabbil 'aalamiin. (HR. Bukhari)

Mazhab ini juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
وعن أنس أيضا رضي الله عنه قال: صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان فلم أسمع أحدا منهم يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم. رواه مسلم.
Dari Anas bin Malik RA berkata: "Saya salat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakr, Umar dan Utsman, Saya tidak mendengar satupun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim. (HR. Muslim)

3. Mazhab Syafi'i
Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa membaca Basmallah pada surat Al-Fatihah disunnahkan dibaca Jahr atau keras. Dalam hal ini, Mazhab Syafi'i menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruqutni:
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا قرأتم الحمد فاقرأوا بسم الله الرحمن الرحيم، إنها أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني وبسم الله الرحمن الرحين إحدى آياتها. قال الدارقطني: رجال إسناده كلهم ثقاة.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: jika kalian ingin membaca surat Al-Fatihah maka bacalah Basmallah. Sesungguhnya Basmallah itu salah satu ayat dari surat Al-Fatihah. (HR. Ad-Daruqutni Perawinya Tsiqoh semua).

Mazhab Syafii juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Imam Al-Hakim. Hadis ini dishahihkan oleh Imam ad-Daruqutni & Imam Al-Baihaqi:
عن نعيم المجمر، أنه قال: «صليت وراء أبي هريرة، فقرأ: بسم الله الرحمن الرحيم. ثم قرأ بأم القرآن، وقال: والذي نفسي بيده، إني لأشبهكم صلاة برسول الله - صلى الله عليه وسلم -» أخرجه النسائي وابن خزيمة وابن حبان في صحيحهما والحاكم في مستدركه وصححه الدارقطني والخطيب والبيهقي وغيرهم.
Dari Nu'aim bin al-Mujammir RA berkata: Saya salat di belakang Abu Hurairah, Abu Hurairah menjahrkan (mengeraskan) Basmallah dalam salatnya. Setelah salam dia berkata: Demi Allah, Aku adalah orang yang paling mirip salatnya dengan salatnya Rasulullah SAW. (HR. Imam An-Nasai, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, & Imam Al-Hakim).

Juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Abu Hatim, Ibnu Hibban & Ad-Daruqutni dengan sanad yang shahih:
فقد بان وثبت أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يجهر ببسم الله الرحمن الرحيم في الصلاة. وأخرجه أبو حاتم ابن حبان في صحيحه والدارقطني في سننه وقال هذا حديث صحيح وكلهم ثقات. ورواه الحاكم في المستدرك على الصحيح وقال: هذا حديث صحيح على شرط البخاري ومسلم.
Telah jelas dan tsabit bahwa Nabi SAW menjahrkan Basmallah ketika salat. (HR. Abu Hatim, Ibnu Hibban & Ad-Daruqutni, Ini Hadits Shahih, Imam al-Hakim mengatakan sanadnya berdasarkan syarat sanad Bukhari Muslim)

4. Mazhab Hanbali
Mazhab Hanbali berpendapat bahwa membaca Basmallah pada surat Al-Fatihah disunnahkan dibaca sirr atau pelan. Minimal dibaca di dalam hati. Pendapat Madzhab Hanbali ini sama seperti pendapat Madzhab Hanafi. Dalam hal ini, Mazhab Hanbali menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Ad-Daruqutni:
عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إذا قرأتم الحمد فاقرأوا بسم الله الرحمن الرحيم، إنها أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني وبسم الله الرحمن الرحين إحدى آياتها. قال الدارقطني: رجال إسناده كلهم ثقاة.
Dari Abu Hurairah RA berkata: Bahwa Rasulullah SAW bersabda: jika kalian ingin membaca surat Al-Fatihah maka bacalah Basmallah. Sesungguhnya Basmallah itu salah satu ayat dari surat Al-Fatihah. (HR. Ad-Daruqutni Perawinya Tsiqoh semua)

Dan juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
وعن أنس أيضا رضي الله عنه قال: صليت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان فلم أسمع أحدا منهم يقرأ بسم الله الرحمن الرحيم. رواه مسلم.
Dari Anas bin Malik RA berkata: Saya salat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakr, Umar dan Utsman, Saya tidak mendengar satupun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim. (HR. Muslim)

Kesimpulan
Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali membaca Basmallah dengan sirr (pelan). Hal ini sering kita temui di Makkah dan Madinah (Saudi Arabia) yang memakai mazhab Hanbali sebagai mazhab resminya. Sedangkan Mazhab Maliki (muslim di Afrika Utara) tidak membaca Basmallah sama sekali. Adapun Mazhab Syafi'i (mayoritas Indonesia, Malaysia, Asia Tenggara, Yaman, sebagian Mesir dll) membaca Al-Fatihah dengan mengeraskan Basmallah (jahr).

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
cover top ayah
يَوۡمَ نَـطۡوِىۡ السَّمَآءَ كَطَـىِّ السِّجِلِّ لِلۡكُتُبِ‌ ؕ كَمَا بَدَاۡنَاۤ اَوَّلَ خَلۡقٍ نُّعِيۡدُهٗ‌ ؕ وَعۡدًا عَلَيۡنَا‌ ؕ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيۡنَ
Ingatlah pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Suatu janji yang pasti Kami tepati, sungguh, Kami akan melaksanakannya.

(QS. Al-Anbiya:104)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak