alexametrics

3 Cara Terbaik Mendekatkan Diri kepada Allah

loading...
3 Cara Terbaik Mendekatkan Diri kepada Allah
Dengan menyebut salah satu nama Allah secara berulang-ulang, maka seseorang akan merasakan kebersamaan dengan Allah. Foto Iustrasi/Istimewa
Dalam tafsir Syeikh Baqiyatus Salaf, Syeikh Abdul Aziz Dahlawi mengemukakan untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala bisa dilakukan dengan tiga cara. Jika ketiga cara ini diamalkan, seseorang akan mencapai derajat ihsan.

1. Tashawwur.
Dalam syari'at lebih dikenal dengan istilah tafakkur dan tadabbur, dan dalam istilah tasawwuf lebih dikenal dengan muraqabah.
2. Zikir Lisan.
3. Tilawah Al-Qur'an.

Cara pertama sebenarnya adalah zikir Qalbi (zikir dengan hati). Pada dasarnya, hanya dilakukan dengan dua cara: Pertama, zikir secara umum baik dengan hati atau dengan lisan. Kedua, zikir dengan tilawah Al-Qur'an.

Dengan menyebut salah satu nama Allah secara berulang-ulang, maka seseorang akan merasakan kebersamaan dengan Allah, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadis:



لَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَربُ إِليَّ بِالنّوَافِلِ حَتَّى اَحْبَبْتهُ فَكُنْتُ سَمْعَهُ الَذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ اّلَذِي يَبْصُرُ بِهِ وَيَدُ اّلَتي يَبْطِسُ بِهَا.

"Hamba-Ku selalu mendekati-Ku dengan amal nawafil (sunnah), sehingga Aku menciptakannya. Maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya, menjadi tangannya yang ia memegang dengannya, dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan."

Apabila seseorang hamba memperbanyak ibadah, Allah akan mendekat kepadanya dan akan menjadi penjaganya. Mata, telinga, dan yang lainnya akan mengikuti keinginan Allah.

Dalam riwayat itu dikatakan "memperbanyak salat-salat nafil" adalah karena fardhu itu sudah ditetapkan jumlahnya, tidak boleh dilebihkan. Disebutkan didalam hadis Qudsi: "Barangsiapa mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta." Ini sekadar perumpamaan, sebab sesunggguhnya Allah Ta'ala itu Maha Suci dari berjalan dan berlari.

Wallahu A'lam Bish-Showab
(rhs)
cover top ayah
لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيۡنَ اٰمَنُوا الۡيَهُوۡدَ وَالَّذِيۡنَ اَشۡرَكُوۡا‌ ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قۡرَبَهُمۡ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيۡنَ اٰمَنُوا الَّذِيۡنَ قَالُوۡۤا اِنَّا نَصٰرٰى‌ ؕ ذٰ لِكَ بِاَنَّ مِنۡهُمۡ قِسِّيۡسِيۡنَ وَرُهۡبَانًا وَّاَنَّهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُوۡنَ‏
Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.” Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.

(QS. Al-Maidah:82)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak