Dahsyatnya Permusuhan Setan Terhadap Manusia dalam Perihal Pakaian
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
“Sesungguhnya musuh yang melihatmu tetapi kamu tidak melihatnya, sungguh sangat berat ujiannya kecuali orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. ” (Disebutkan di dalam Kitab Tafsir Ibnu Abi Hatim)
Makna dari perkataan ini adalah bahwa musuh yang bisa melihat kita tetapi kita tidak bisa melihatnya, ini sangat susah untuk bertarungnya, berat untuk melawannya, kecuali orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Baca juga : Tuma'ninah, Hal Penting yang Sering Diremehkan )
Syaikh Prod Dr Abdurrazzaq mengatakan, bahwa apabila seorang musuh telah mampu dengan tipu daya yang besar dan tipu daya yang berat dan juga was-was untuk mengeluarkan dua nenek moyang kita dari surga, maka sungguh ia mampu juga untuk menyampaikan beberapa bahaya dan membisikkan dari bisikan-bisikan ini kepada keturunannya, dan itu lebih bisa lagi.
Artinya bahwa Adam dan Hawa saja kalah dan juga tertipu sehingga mengikuti bisikan-bisikan iblis dan setan, maka keturunan Adam lebih utama untuk bisa kalah. Terutama para perempuan, karena lemahnya perempuan dan minimnya pengetahuan dari kebanyakan mereka.
(Baca juga : Buruh Minta Upah Naik 8% di 2021, Said Iqbal: Saat Krisis 1998 Aja Bisa )
Dengan sindiran yang kuat ini, Allah memperingatkan anak Adam agar benar-benar selalu hati-hati dari tipu daya dan bisikan-bisikan iblis dan setan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup ayat ini dengan firmanNya:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan para setan penolong untuk orang-orang yang tidak beriman.” Adapun orang-orang yang beriman, maka setan tidak bisa menguasai mereka. Sesungguhnya kekuasaan setan atas orang-orang yang condong kepada iblis dan setan. Dan mereka adalah orang-orang yang melakukan kesyirikan.
(Baca juga : Total 297.509 Orang Sembuh, Rata-rata Kesembuhan COVID-19 Sebesar 79,7% )
Ini menunjukkan bahwasanya salah satu benteng yang paling kuat agar tidak ditipu oleh iblis dan dibisiki oleh iblis dengan bisikan-bisikan yang buruk, yaitu keimanan.
Makna dari perkataan ini adalah bahwa musuh yang bisa melihat kita tetapi kita tidak bisa melihatnya, ini sangat susah untuk bertarungnya, berat untuk melawannya, kecuali orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
(Baca juga : Tuma'ninah, Hal Penting yang Sering Diremehkan )
Syaikh Prod Dr Abdurrazzaq mengatakan, bahwa apabila seorang musuh telah mampu dengan tipu daya yang besar dan tipu daya yang berat dan juga was-was untuk mengeluarkan dua nenek moyang kita dari surga, maka sungguh ia mampu juga untuk menyampaikan beberapa bahaya dan membisikkan dari bisikan-bisikan ini kepada keturunannya, dan itu lebih bisa lagi.
Artinya bahwa Adam dan Hawa saja kalah dan juga tertipu sehingga mengikuti bisikan-bisikan iblis dan setan, maka keturunan Adam lebih utama untuk bisa kalah. Terutama para perempuan, karena lemahnya perempuan dan minimnya pengetahuan dari kebanyakan mereka.
(Baca juga : Buruh Minta Upah Naik 8% di 2021, Said Iqbal: Saat Krisis 1998 Aja Bisa )
Dengan sindiran yang kuat ini, Allah memperingatkan anak Adam agar benar-benar selalu hati-hati dari tipu daya dan bisikan-bisikan iblis dan setan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup ayat ini dengan firmanNya:
“Sesungguhnya Kami telah menjadikan para setan penolong untuk orang-orang yang tidak beriman.” Adapun orang-orang yang beriman, maka setan tidak bisa menguasai mereka. Sesungguhnya kekuasaan setan atas orang-orang yang condong kepada iblis dan setan. Dan mereka adalah orang-orang yang melakukan kesyirikan.
(Baca juga : Total 297.509 Orang Sembuh, Rata-rata Kesembuhan COVID-19 Sebesar 79,7% )
Ini menunjukkan bahwasanya salah satu benteng yang paling kuat agar tidak ditipu oleh iblis dan dibisiki oleh iblis dengan bisikan-bisikan yang buruk, yaitu keimanan.
Lihat Juga :