Inilah Penyebab Hati Tidak Merasakan Manisnya Iman
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:57 WIB
loading...
Orang yang bisa merasakan manisnya iman, dia akan menjadi orang yang selalu bahagia. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Hati yang bersih, membuat kita bisa merasakan manisnya iman . Iman harus selalu menyertai, sebab kalau iman ini tidak ada, maka kita menjadi orang yang tidak beriman. Sehingga orang yang bisa merasakan manisnya iman, dia akan menjadi orang yang bahagia selalu. Dan orang yang bisa merasakan manisnya iman adalah orang yang hatinya bersih.
(Baca juga : Mengenakan Pakaian Populer, Makruh atau Haram? )
Sebaliknya, hati yang kotor maka sudah pasti kita pun tak akan merasakan manisnya iman itu. Kenapa hati kita kotor dan apa penyebabnya? Menurut Ustadz DR. Musyaffa Ad-Dariny, hati bisa menjadi kotor karena dua sebab. Penyebab pertama dari hati kotor itu adalah kotoran dosa dan sebab yang kedua adalah kotoran penyakit hati .
(Baca juga : Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan? )
Kotoran hati ini bisa menjadikan hati kita tertutup. Sehingga hati tersebut tidak bisa merasakan manisnya iman. Tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam menjalani agama Allah subhanahu wa ta’ala. Padahal hati yang bersih adalah penentu baiknya seseorang.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah jantung(hati)” (HR. Bukhari dan Muslim).
(Baca juga : Lelaki Penggoda dan Hukumannya )
Muslimah, ketika hati kita bersih, hati kita baik, maka seluruh jasad kita akan menjadi baik. Amal-amal kita akan menjadi baik. Kita berfikir juga dengan baik. Maka dari itu hati adalah penentu dari baiknya kepribadian seseorang. Inilah hati yang menjadi penentu baiknya seseorang. Kalau hati buruk, orangnya pun akan menjadi buruk.
(Baca juga : Mengenakan Pakaian Populer, Makruh atau Haram? )
Sebaliknya, hati yang kotor maka sudah pasti kita pun tak akan merasakan manisnya iman itu. Kenapa hati kita kotor dan apa penyebabnya? Menurut Ustadz DR. Musyaffa Ad-Dariny, hati bisa menjadi kotor karena dua sebab. Penyebab pertama dari hati kotor itu adalah kotoran dosa dan sebab yang kedua adalah kotoran penyakit hati .
(Baca juga : Bolehkah Seorang Istri Menunda Kehamilan? )
Kotoran hati ini bisa menjadikan hati kita tertutup. Sehingga hati tersebut tidak bisa merasakan manisnya iman. Tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam menjalani agama Allah subhanahu wa ta’ala. Padahal hati yang bersih adalah penentu baiknya seseorang.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah jantung(hati)” (HR. Bukhari dan Muslim).
(Baca juga : Lelaki Penggoda dan Hukumannya )
Muslimah, ketika hati kita bersih, hati kita baik, maka seluruh jasad kita akan menjadi baik. Amal-amal kita akan menjadi baik. Kita berfikir juga dengan baik. Maka dari itu hati adalah penentu dari baiknya kepribadian seseorang. Inilah hati yang menjadi penentu baiknya seseorang. Kalau hati buruk, orangnya pun akan menjadi buruk.
Lihat Juga :