Apakah Kita Sudah Benar-benar Mencintai Rasulullah SAW?
Rabu, 04 November 2020 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A
Belajar dari Sahabat Nabi
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam kitab shahih-nya, dari Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslamiy radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Saya bermalam bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم (tidur depan pintu Nabi), lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, 'Mintalah kepadaku.' Maka aku berkata, 'Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga'.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya: 'Adakah selain itu'. Aku menjawab, "Itu saja". Maka beliau menjawab, "Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (shalat)".
Rabi'ah bin Ka'ab adalah seorang penghuni ahli shuffah dari kalangan sahabat yang hijrah dan tidak memiliki sanak keluarga di Madinah. Ia menjadi pelayan Nabi صلى الله عليه وسلم di setiap kondisi baik ketika di Madinah maupun ketika bepergian jauh. Keistimewaan Rabi’ah Al-Aslamiy dikenal memiliki keimanan kuat dan tidak tergiur dengan kenikmatan dunia yang fana.
Cinta sahabat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم bukan sebatas ucapan. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu (pembawa sendal Nabi): " Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk masjid bersama dengan Abu Bakr dan Umar. Sementara Ibnu Mas'ud sedang melaksanakan shalat di dalam masjid dengan membaca Surat An-Nisaa' hingga selesai ayat keseratus. Kemudian Ibnu Mas'ud berdoa dalam keadaan berdiri shalat, beliau lalu bersabda: "Mintalah niscaya engkau akan diberi, mintalah niscaya engkau akan diberi."
Kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur'an sebagaimana ia diturunkan, hendaklah ia membaca dengan qira'ah Ibnu Ummi 'Abd." Ketika tiba waktu pagi, Abu Bakr pergi menemui Abdullah bin Mas'ud untuk menyampaikan kabar gembira tersebut. Abu Bakr lalu bertanya, "Apa yang kamu minta kepada Allah tadi malam?"
Ibnu Mas'ud menjawab, "Aku mengucapkan: 'Ya Allah, aku meminta kepadamu keimanan yang tidak akan murtad, kenikmatan yang tidak akan hilang, bisa menemani Nabi Muhammad di surga yang tinggi dan kekal."
Umar lalu datang, lantas dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya Abu Bakr telah mendahuluimu." Maka Umar pun berkata, "Semoga Allah merahmati Abu Bakr, tidaklah aku berlomba dengannya dalam kebaikan kecuali ia mendahuluiku." (Musnad Imam Ahmad)
Apakah kita sudah benar-benar mencintai Nabi صلى الله عليه وسلم ? Lihatlah bagaimana sahabat membuktikan kecintaannya dengan menghidupkan ajaran dan sunnah beliau. Para sahabat berlomba-lomba dalam kebaikan, semuanya ingin menyenangkan Nabi. Mereka menjaga kemuliaan Islam , menebarkan akhlak yang indah sehingga membuat Rasulullah صلى الله عليه وسلم bangga kepada mereka.
(Baca Juga: Syaikh Ali Jaber: Hikmah Dibalik Prancis Insya Allah Jutaan Orang Akan Bersyahadat )
Wallahu A'lam
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam kitab shahih-nya, dari Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslamiy radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Saya bermalam bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم (tidur depan pintu Nabi), lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, 'Mintalah kepadaku.' Maka aku berkata, 'Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga'.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bertanya: 'Adakah selain itu'. Aku menjawab, "Itu saja". Maka beliau menjawab, "Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud (shalat)".
Rabi'ah bin Ka'ab adalah seorang penghuni ahli shuffah dari kalangan sahabat yang hijrah dan tidak memiliki sanak keluarga di Madinah. Ia menjadi pelayan Nabi صلى الله عليه وسلم di setiap kondisi baik ketika di Madinah maupun ketika bepergian jauh. Keistimewaan Rabi’ah Al-Aslamiy dikenal memiliki keimanan kuat dan tidak tergiur dengan kenikmatan dunia yang fana.
Cinta sahabat kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم bukan sebatas ucapan. Dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu (pembawa sendal Nabi): " Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk masjid bersama dengan Abu Bakr dan Umar. Sementara Ibnu Mas'ud sedang melaksanakan shalat di dalam masjid dengan membaca Surat An-Nisaa' hingga selesai ayat keseratus. Kemudian Ibnu Mas'ud berdoa dalam keadaan berdiri shalat, beliau lalu bersabda: "Mintalah niscaya engkau akan diberi, mintalah niscaya engkau akan diberi."
Kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa ingin membaca Al-Qur'an sebagaimana ia diturunkan, hendaklah ia membaca dengan qira'ah Ibnu Ummi 'Abd." Ketika tiba waktu pagi, Abu Bakr pergi menemui Abdullah bin Mas'ud untuk menyampaikan kabar gembira tersebut. Abu Bakr lalu bertanya, "Apa yang kamu minta kepada Allah tadi malam?"
Ibnu Mas'ud menjawab, "Aku mengucapkan: 'Ya Allah, aku meminta kepadamu keimanan yang tidak akan murtad, kenikmatan yang tidak akan hilang, bisa menemani Nabi Muhammad di surga yang tinggi dan kekal."
Umar lalu datang, lantas dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya Abu Bakr telah mendahuluimu." Maka Umar pun berkata, "Semoga Allah merahmati Abu Bakr, tidaklah aku berlomba dengannya dalam kebaikan kecuali ia mendahuluiku." (Musnad Imam Ahmad)
Apakah kita sudah benar-benar mencintai Nabi صلى الله عليه وسلم ? Lihatlah bagaimana sahabat membuktikan kecintaannya dengan menghidupkan ajaran dan sunnah beliau. Para sahabat berlomba-lomba dalam kebaikan, semuanya ingin menyenangkan Nabi. Mereka menjaga kemuliaan Islam , menebarkan akhlak yang indah sehingga membuat Rasulullah صلى الله عليه وسلم bangga kepada mereka.
(Baca Juga: Syaikh Ali Jaber: Hikmah Dibalik Prancis Insya Allah Jutaan Orang Akan Bersyahadat )
Wallahu A'lam
(rhs)
Lihat Juga :