Seuntai Kalung Cantik Rasulullah untuk Umamah binti Abu Al 'Ash
Senin, 16 November 2020 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Umamah kecil telah berubah menjadi gadis yang sangat cantik, banyak shahabat Rasulullah yang ingin menjadikannya istri. Di era pemerintahan Umar bin Al Khattab, Ali bin Abi Thalib menjadi orang pertama yang meminang Umamah. Saat itu Ali telah lama menduda akibat kematian Fathimah yang hanya berjarak enam bulan dari hari meninggalnya Rasulullah.
Umamah pun kemudian menikah dengan suami bibinya tersebut. Zubair lah yang menikahkan keduanya. Selama pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib, Umamah tak dikaruniai seorang pun anak.
(Baca juga : Berjalan di Tengah Pandemi, APPSI: Pasar Tradisonal Simbol Ekonomi Rakyat )
Hingga suatu hari, Ali berpesan kepada Umamah agar bersedia menikah lagi jika ia meninggal dunia. Ali pun telah meminta secara khusus kepada Al Mughirah bin Naufal Al Harits bin Abdil Muththalib yang masih menjadi bagian keluarga Rasulullah, Bani Hasyim, untuk menikahi Umamah jika Ali meninggal dunia.
Maka ketika tiba ajal sang khalifah keempat di tahun 40 Hijriyyah, Umamah pun menjadi janda. Namun ketika masa ‘iddahnya selesai, Umamah justru mendapat pinangan dari pria lain yang juga dari kalangan shahabat Rasulullah, yakni Mu’awiyyah bin Abi Sufyan. Umamah pun kemudian meminta seseorang agar memberi kabar pinangan tersebut kepada Al Mughirah.
(Baca juga : Kasus Corona Terus Meningkat, Ekonomi Eropa Megap-megap )
Umamah ingin menunaikan pesan suaminya, Ali bin Abi Thalib, agar menikah dengan Al Mughirah. Ketika kabar pinangan Muawiyyah itu tiba, Al Mughirah pun kemudian bertanya pada Umamah, “Kalau engkau berkenan, berikah urusan ini kepadaku,” ujarnya, menawarkan Umamah untuk menjadi istrinya. Umamah pun kemudian mengiyakan tawaran Al Mughirah tersebut.
Maka dilangsungkanlah pernikahan keduanya dengan Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib sebagai wali dari Umamah. Dari pernikahan tersebut lahir cicit Rasulullah, Yahya bin Al Mughirah. Namun tak lama kemudian, Umamah menghembuskan nafasnya yang terakhir, yakni di masa awal pemerintahan Bani Umayyah.
(Baca juga : Jika Covid-19 Meningkat, Libur Akhir Tahun Bisa Ditiadakan )
Wallahu A'lam
Umamah pun kemudian menikah dengan suami bibinya tersebut. Zubair lah yang menikahkan keduanya. Selama pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib, Umamah tak dikaruniai seorang pun anak.
(Baca juga : Berjalan di Tengah Pandemi, APPSI: Pasar Tradisonal Simbol Ekonomi Rakyat )
Hingga suatu hari, Ali berpesan kepada Umamah agar bersedia menikah lagi jika ia meninggal dunia. Ali pun telah meminta secara khusus kepada Al Mughirah bin Naufal Al Harits bin Abdil Muththalib yang masih menjadi bagian keluarga Rasulullah, Bani Hasyim, untuk menikahi Umamah jika Ali meninggal dunia.
Maka ketika tiba ajal sang khalifah keempat di tahun 40 Hijriyyah, Umamah pun menjadi janda. Namun ketika masa ‘iddahnya selesai, Umamah justru mendapat pinangan dari pria lain yang juga dari kalangan shahabat Rasulullah, yakni Mu’awiyyah bin Abi Sufyan. Umamah pun kemudian meminta seseorang agar memberi kabar pinangan tersebut kepada Al Mughirah.
(Baca juga : Kasus Corona Terus Meningkat, Ekonomi Eropa Megap-megap )
Umamah ingin menunaikan pesan suaminya, Ali bin Abi Thalib, agar menikah dengan Al Mughirah. Ketika kabar pinangan Muawiyyah itu tiba, Al Mughirah pun kemudian bertanya pada Umamah, “Kalau engkau berkenan, berikah urusan ini kepadaku,” ujarnya, menawarkan Umamah untuk menjadi istrinya. Umamah pun kemudian mengiyakan tawaran Al Mughirah tersebut.
Maka dilangsungkanlah pernikahan keduanya dengan Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib sebagai wali dari Umamah. Dari pernikahan tersebut lahir cicit Rasulullah, Yahya bin Al Mughirah. Namun tak lama kemudian, Umamah menghembuskan nafasnya yang terakhir, yakni di masa awal pemerintahan Bani Umayyah.
(Baca juga : Jika Covid-19 Meningkat, Libur Akhir Tahun Bisa Ditiadakan )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :