Haedar Nashir: Lawan Corona Sebagai Panggilan Dakwah dan Tajdid
Kamis, 16 April 2020 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Muhammadiyah juga tengah mempersiapkan RS Darurat Covid-19 yang bertempat di rusunawa RS PKU Muhammadiyah Gombong. Sebelum dialihkan fungsi sebagai rumah sakit darurat Covid-19, rusunawa tersebut dulunya merupakan ruang istirahat para dokter dan tenaga kesehatan yang bekerja di RS Muhammadiyah Gombong, Jawa Tengah.
“Insya Allah 1 bulan lagi sudah dapat difungsikan,” jelasnya. Rumah sakit darurat ini nantinya mampu menampung dan merawat 100 pasien Covid-19. Dengan didesain bersama para ahli di bidang standar fasilitas rumah sakit Covid-19, rumah sakit darurat ini menyediakan beberapa ruangan. Mulai dari ruang Intensive Care Unit (ICU), ruang perawatan, laboratorium, hingga ruang lainnya yang berkaitan dengan perawatan maupun diagnose.
Haedar berharap semua elemen untuk tetap menjaga kadar kemampuan dan proyeksi program kesehatan dan langkah MPKU ke depan agar semuanya berkeseimbangan.
Selain itu, ‘Aisyiyah dan semua komponen persyarikatan pun dari pusat sampai di bawah bergerak bersinergi menghadapi musibah besar ini dengan program-program nyata melawan Corona sebagai panggilan dakwah dan tajdid.
Begitu juga dengan peran PCIM-PCIA luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, Mesir, AS, Jerman, Saudi, dll, juga bergerak secara nyata dan bersinergi. “Lebih khusus Aisyiyah berkiprah dalam program sosial-ekonomi mengantisipasi dampak wabah Corona di akar-rumput,” jelas Haedar.
Rahmatan Lil-Alamin
Muhammadiyah dengan pandangan keislamannya yang kokoh serta dalam semangat dakwah dan tajdid, gencar membela para tenaga kesehatan yang luar biasa berkhidmat dengan bertaruh nyawa, empati terhadap korban positif dan meninggal. Ormas ini juga terus mengedukasi warga yang masih berpandangan negatif terhadap pasien sehingga menolak pemakaman jenazah terkait Corona. ( Baca juga: Membaca Sikap Al-Azhar, Haedar: Selamat Jalan Syahidah Nuria )
“Semua gerak Muhammadiyah yang melibatkan segenap komponen secara bersinergi itu membuktikan kiprah kemanusiaan yang melintasi dan insklusif sebagaimana diajarkan KH Ahmad Dahlan tentang Al-Ma'un maupun misi risalah dakwah Nabi Muhammad untuk menebar rahtaman lil-'alamin,” ucap Haedar.
Terakhir, Haedar berpesan agar semuanya tetap ikhlas, semangat, gembira, optimis, atur ritme, dan jaga kesehatan. “Pimpinan Pusat Muhammadiyah berterimakasih kepada semuanya, semoga Allah SWT memberi perlindungan dan pahala-Nya yg terbaik,” tutup Haedar.
“Insya Allah 1 bulan lagi sudah dapat difungsikan,” jelasnya. Rumah sakit darurat ini nantinya mampu menampung dan merawat 100 pasien Covid-19. Dengan didesain bersama para ahli di bidang standar fasilitas rumah sakit Covid-19, rumah sakit darurat ini menyediakan beberapa ruangan. Mulai dari ruang Intensive Care Unit (ICU), ruang perawatan, laboratorium, hingga ruang lainnya yang berkaitan dengan perawatan maupun diagnose.
Haedar berharap semua elemen untuk tetap menjaga kadar kemampuan dan proyeksi program kesehatan dan langkah MPKU ke depan agar semuanya berkeseimbangan.
Selain itu, ‘Aisyiyah dan semua komponen persyarikatan pun dari pusat sampai di bawah bergerak bersinergi menghadapi musibah besar ini dengan program-program nyata melawan Corona sebagai panggilan dakwah dan tajdid.
Begitu juga dengan peran PCIM-PCIA luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, Mesir, AS, Jerman, Saudi, dll, juga bergerak secara nyata dan bersinergi. “Lebih khusus Aisyiyah berkiprah dalam program sosial-ekonomi mengantisipasi dampak wabah Corona di akar-rumput,” jelas Haedar.
Rahmatan Lil-Alamin
Muhammadiyah dengan pandangan keislamannya yang kokoh serta dalam semangat dakwah dan tajdid, gencar membela para tenaga kesehatan yang luar biasa berkhidmat dengan bertaruh nyawa, empati terhadap korban positif dan meninggal. Ormas ini juga terus mengedukasi warga yang masih berpandangan negatif terhadap pasien sehingga menolak pemakaman jenazah terkait Corona. ( Baca juga: Membaca Sikap Al-Azhar, Haedar: Selamat Jalan Syahidah Nuria )
“Semua gerak Muhammadiyah yang melibatkan segenap komponen secara bersinergi itu membuktikan kiprah kemanusiaan yang melintasi dan insklusif sebagaimana diajarkan KH Ahmad Dahlan tentang Al-Ma'un maupun misi risalah dakwah Nabi Muhammad untuk menebar rahtaman lil-'alamin,” ucap Haedar.
Terakhir, Haedar berpesan agar semuanya tetap ikhlas, semangat, gembira, optimis, atur ritme, dan jaga kesehatan. “Pimpinan Pusat Muhammadiyah berterimakasih kepada semuanya, semoga Allah SWT memberi perlindungan dan pahala-Nya yg terbaik,” tutup Haedar.
(mhy)
Lihat Juga :