Sufi Perempuan yang Menikah dan Ahli Makrifat
Kamis, 17 Desember 2020 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Piknik Luar Kota Wajib Test PCR, Bikin Mood Liburan Ambyar )
Suatu ketika suami Fathimah yang bernama Ahmad bin Khudruya menampakkan sebuah kecemburuan, karena Fathimah membangun persahabatan yang begitu intens dengan dua tokoh sufi di atas. Kemudian Fathimah mengatakan kepada suaminya, “Kau adalah karib dengan diri alamiahku, sedang Abu Yazid dan Dzun-Nun dengan jalan spiritualku”.
Fathimah adalah sosok perempuan sufi yang menonjol di antara perempuan sufi yang menikah. Keberadaan sufi perempuan ini, menunjukkan bahwa para perempuan sufi tidak semuanya menjalani hidup dengan tidak menikah.
(Baca juga : Jokowi Siap Jadi Pengguna Pertama Bukti Vaksin COVID-19 Aman )
Sebuah pernikahan yang dilakukannya, juga tidak membuatnya abai dengan jalan spiritual. Dia menjalani perannya sebagai seorang istri, dan pejalan rohani dengan baik. Di mana dua hal tersebut berjalan bersamaan, dan tak saling menghapuskan satu sama lainnya. Bahkan dia juga akhirnya menjadi pembimbing spiritual bagi suaminya.
Dalam hidupnya, sufi perempuan ini menghabiskan waktunya untuk beribadah di Makkah, dan juga kadang di Yerussalem dan kembali ke Makkah sampai akhir hayatnya.
(Baca juga : Rekor Unik Messi Warnai Kemenangan Barcelona atas Real Sociedad )
Wallahu A'lam
Suatu ketika suami Fathimah yang bernama Ahmad bin Khudruya menampakkan sebuah kecemburuan, karena Fathimah membangun persahabatan yang begitu intens dengan dua tokoh sufi di atas. Kemudian Fathimah mengatakan kepada suaminya, “Kau adalah karib dengan diri alamiahku, sedang Abu Yazid dan Dzun-Nun dengan jalan spiritualku”.
Fathimah adalah sosok perempuan sufi yang menonjol di antara perempuan sufi yang menikah. Keberadaan sufi perempuan ini, menunjukkan bahwa para perempuan sufi tidak semuanya menjalani hidup dengan tidak menikah.
(Baca juga : Jokowi Siap Jadi Pengguna Pertama Bukti Vaksin COVID-19 Aman )
Sebuah pernikahan yang dilakukannya, juga tidak membuatnya abai dengan jalan spiritual. Dia menjalani perannya sebagai seorang istri, dan pejalan rohani dengan baik. Di mana dua hal tersebut berjalan bersamaan, dan tak saling menghapuskan satu sama lainnya. Bahkan dia juga akhirnya menjadi pembimbing spiritual bagi suaminya.
Dalam hidupnya, sufi perempuan ini menghabiskan waktunya untuk beribadah di Makkah, dan juga kadang di Yerussalem dan kembali ke Makkah sampai akhir hayatnya.
(Baca juga : Rekor Unik Messi Warnai Kemenangan Barcelona atas Real Sociedad )
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :