Ummul Khair, Perempuan Pemberani yang Lisannya Hanya Menyuarakan Kebenaran
Selasa, 05 Januari 2021 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Ummul Khair menjawab :” Aku masih sehat dan kuat, hingga bisa datang ke tempatmu ini, dan sekarang aku berada di majelis yang megah dan di samping raja yang agung “.
Muawiyah berkata : “ Dengan tulus aku melakukan semua ini untuk menghormatimu”.
(Baca juga: Doa untuk Pengantin Baru Beserta Maknanya )
Ummul Khair berkata : “ Wahai Amirul mukminin, semoga Allah melindungi dari kata-kata yang salah yang tidak kau takuti akibatnya."
Muawiyah berkata: “Bukan itu yang menjadi tujuan kami, tolong katakan kepadaku apa yang engkau katakan untuk menanggapi terbunuhnya Ammar bin Yasir ra ? “
Ummu Khair menjawab :” Aku tidak akan mengatakan sesuatu yang bohong tentang dirinya, baik sebelum dia wafat atau setelah wafatnya. Jika engkau mengijinkan, aku lebih baik mengatakan hal yang lain."
(Baca juga: Epidemiolog Prediksi Libur Nataru Naikkan 20% Kasus Positif Covid-19 )
Kemudian Muawiyah menoleh kepada hadirin yang hadir di majelis tersebut dan mengatakan : “ Adakah di antara kalian ada yang memahami kata-kata Ummul Khair ?”
Salah seorang hadirin menjawab : “Saya bisa menangkap dan memahami kata-kata beliau ya Amirul Mukminin. Muawiyah mengatakan : terangkanlah ! “
Kemudian laki- laki tersebut menjelaskan perkataan Ummul Khair. Setelah selesai laki-laki tersebut menjelaskan perkataan Ummul Khair, Muawiyah berkata kepada Ummul Khair : “ Wahai Ummul Khair, jika demikian engkau hanya mengharapkan kebinasaanku dengan kata-katamu itu. Andaikan aku membunuhmu karenanya, maka aku tidak dipersalahkan."
Ummu Khair menjawab : “ Demi Allah, aku tidak gentar mati di tangan orang yang akan membuatku dirahmati Allah karena kekejamannya”.
(Baca juga: Guru di Jabar Mengaku Sedih, Perjuangan Bertahun-tahun untuk Jadi PNS Sirna )
Muawiyah berkata : “ Baiklah, wanita yang mulia, lalu apa pendapatmu tentang Utsman bin Affan ra?
Ummu Khair berkata : “ Aku tidak pantas berkomentar tentang diri Utsman, beliau adalah khilafah yang dibaiat oleh semua orang dengan keridhaan, namun kemudian orang-orang membunuhnya ketika membencinya.
Muawiyah berkata : “ Dengan tulus aku melakukan semua ini untuk menghormatimu”.
(Baca juga: Doa untuk Pengantin Baru Beserta Maknanya )
Ummul Khair berkata : “ Wahai Amirul mukminin, semoga Allah melindungi dari kata-kata yang salah yang tidak kau takuti akibatnya."
Muawiyah berkata: “Bukan itu yang menjadi tujuan kami, tolong katakan kepadaku apa yang engkau katakan untuk menanggapi terbunuhnya Ammar bin Yasir ra ? “
Ummu Khair menjawab :” Aku tidak akan mengatakan sesuatu yang bohong tentang dirinya, baik sebelum dia wafat atau setelah wafatnya. Jika engkau mengijinkan, aku lebih baik mengatakan hal yang lain."
(Baca juga: Epidemiolog Prediksi Libur Nataru Naikkan 20% Kasus Positif Covid-19 )
Kemudian Muawiyah menoleh kepada hadirin yang hadir di majelis tersebut dan mengatakan : “ Adakah di antara kalian ada yang memahami kata-kata Ummul Khair ?”
Salah seorang hadirin menjawab : “Saya bisa menangkap dan memahami kata-kata beliau ya Amirul Mukminin. Muawiyah mengatakan : terangkanlah ! “
Kemudian laki- laki tersebut menjelaskan perkataan Ummul Khair. Setelah selesai laki-laki tersebut menjelaskan perkataan Ummul Khair, Muawiyah berkata kepada Ummul Khair : “ Wahai Ummul Khair, jika demikian engkau hanya mengharapkan kebinasaanku dengan kata-katamu itu. Andaikan aku membunuhmu karenanya, maka aku tidak dipersalahkan."
Ummu Khair menjawab : “ Demi Allah, aku tidak gentar mati di tangan orang yang akan membuatku dirahmati Allah karena kekejamannya”.
(Baca juga: Guru di Jabar Mengaku Sedih, Perjuangan Bertahun-tahun untuk Jadi PNS Sirna )
Muawiyah berkata : “ Baiklah, wanita yang mulia, lalu apa pendapatmu tentang Utsman bin Affan ra?
Ummu Khair berkata : “ Aku tidak pantas berkomentar tentang diri Utsman, beliau adalah khilafah yang dibaiat oleh semua orang dengan keridhaan, namun kemudian orang-orang membunuhnya ketika membencinya.
Lihat Juga :