Hasyim Sidqi pada Ar-Rumi: Memasuki, Tinggal, dan Meninggalkan Dunia
Rabu, 06 Januari 2021 - 15:07 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Manusia, engkau memasuki dunia dengan rasa enggan, menangis, sebagai seorang bayi yang terlantar;
Manusia, engkau tinggalkan hidup ini, dicabut lagi, menangis lagi, dengan penyesalan.
Oleh karena itu, jalanilah kehidupan ini dengan sungguh-sungguh, agar tidak satu pun yang tersia-siakan.
Baca juga: Syaikh Syamsuddin Siwasi: Berkah Keserakahan yang Samar
Engkau harus terbiasa dengan itu setelah tidak terbiasa.
Apabila engkau sudah terbiasa dengan itu, engkau harus terbiasa tanpa itu.
Meditasi terhadap pertentangan ini.
Oleh karena itu, matilah "sebelum dirimu mati", dalam petuah Orang Suci.
Genapilah lingkaran sebelum digenapkan untukmu.
Sampai engkau lakukan, kecuali kalau engkau memiliki -- lalu harapkan kepahitan pada akhirnya seperti halnya di permulaan; di tengahnya akan menjadi akhir.
(Baca juga: Hakim Tahirjan dari Kafkaz: Kebenaran Itu Sendiri
Engkau tidak melihat sebuah pola saat engkau masuk; dan saat engkau sudah masuk -- engkau melihat pola yang lain.
Ketika engkau melihat pola yang nyata ini, engkau dihalangi untuk melihat sebuah benang dari pola yang akan datang.
Sampai engkau melihat keduanya, engkau tidak akan mengalami kesenangan -- Siapa yang engkau salahkan? Dan mengapa engkau menyalahkan?
Baca juga: Mirza Abdul Hadi Khan: Kalau Aku Mati
===
Hasyim Sidqi, pada Ar-Rumi dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul " Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat " .
Manusia, engkau tinggalkan hidup ini, dicabut lagi, menangis lagi, dengan penyesalan.
Oleh karena itu, jalanilah kehidupan ini dengan sungguh-sungguh, agar tidak satu pun yang tersia-siakan.
Baca juga: Syaikh Syamsuddin Siwasi: Berkah Keserakahan yang Samar
Engkau harus terbiasa dengan itu setelah tidak terbiasa.
Apabila engkau sudah terbiasa dengan itu, engkau harus terbiasa tanpa itu.
Meditasi terhadap pertentangan ini.
Oleh karena itu, matilah "sebelum dirimu mati", dalam petuah Orang Suci.
Genapilah lingkaran sebelum digenapkan untukmu.
Sampai engkau lakukan, kecuali kalau engkau memiliki -- lalu harapkan kepahitan pada akhirnya seperti halnya di permulaan; di tengahnya akan menjadi akhir.
(Baca juga: Hakim Tahirjan dari Kafkaz: Kebenaran Itu Sendiri
Engkau tidak melihat sebuah pola saat engkau masuk; dan saat engkau sudah masuk -- engkau melihat pola yang lain.
Ketika engkau melihat pola yang nyata ini, engkau dihalangi untuk melihat sebuah benang dari pola yang akan datang.
Sampai engkau melihat keduanya, engkau tidak akan mengalami kesenangan -- Siapa yang engkau salahkan? Dan mengapa engkau menyalahkan?
Baca juga: Mirza Abdul Hadi Khan: Kalau Aku Mati
===
Hasyim Sidqi, pada Ar-Rumi dinukil dari Idries Shah dalam The Way of the Sufi dan telah diterjemahkan Joko S. Kahhar dan Ita Masyitha dengan judul " Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat " .
(mhy)
Lihat Juga :