Syarat Sempurnanya Iman dengan Mencintai Sesama Saudara Muslim
Rabu, 13 Januari 2021 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman,” kemudian kata beliau: “Dan kalian tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling mencintai satu dengan yang lainnya.”
Sesama kaum muslimin harus saling mencintai, bukan saling menjatuhkan, bukan saling merongrong, tetapi menyeru kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyeru kepada iman dan Islam yang haq sesuai dengan apa yang Allah turunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Ketika seseorang melihat saudaranya menyimpang atau berbuat dosa, atau dia berbuat hal-hal yang tidak dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka kewajiban orang yang berilmu adalah berdakwah, menyeru mereka untuk kembali kepada tuntunan Allah dan RasulNya dengan dilandari oleh rasa cinta. Cinta karena Allah.
(Baca juga: Data Terbaru, 2.773 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri )
Termasuk tali ikatan iman yang amat kokoh,
أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحَبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ
“Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani)
Maka seorang mukmin dia mencintai saudaranya. Tatkala saudaranya menyimpang, maka dia mengingatkan saudaranya, dia menyeru saudaranya kepada taubat, kepada kebenaran, itulah bukti kecintaan.
Pentingnya Menebarkan Salam
Ini cara yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menumbuhkan kecintaan di antara seorang muslim dengan saudaranya. Yaitu dengan menebarkan salam.
“Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman,” kemudian kata beliau: “Dan kalian tidak sempurna iman kalian sehingga kalian saling mencintai satu dengan yang lainnya.”
Sesama kaum muslimin harus saling mencintai, bukan saling menjatuhkan, bukan saling merongrong, tetapi menyeru kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyeru kepada iman dan Islam yang haq sesuai dengan apa yang Allah turunkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Ketika seseorang melihat saudaranya menyimpang atau berbuat dosa, atau dia berbuat hal-hal yang tidak dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka kewajiban orang yang berilmu adalah berdakwah, menyeru mereka untuk kembali kepada tuntunan Allah dan RasulNya dengan dilandari oleh rasa cinta. Cinta karena Allah.
(Baca juga: Data Terbaru, 2.773 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri )
Termasuk tali ikatan iman yang amat kokoh,
أَوْثَقُ عُرَى الْإِيمَانِ الْحَبُّ فِي اللَّهِ وَالْبُغْضُ فِي اللَّهِ
“Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. Thabrani)
Maka seorang mukmin dia mencintai saudaranya. Tatkala saudaranya menyimpang, maka dia mengingatkan saudaranya, dia menyeru saudaranya kepada taubat, kepada kebenaran, itulah bukti kecintaan.
Pentingnya Menebarkan Salam
Ini cara yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menumbuhkan kecintaan di antara seorang muslim dengan saudaranya. Yaitu dengan menebarkan salam.
Lihat Juga :