Ta'aruf Gagal? Perhatikan Kesalahan-kesalahan dalam Prosesnya Ini
Rabu, 24 Februari 2021 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Pertama yakni tidak berdua-duaan dan berkhalwat saat melakukan nadzhar. Cara syar’i yakni dengan ditemani mahram, atau bisa pula dengan melihatnya dari kejauhan di tempat yang biasa dikunjungi calon pasangan. Kedua yakni melihat tanpa syahwat. Nadzhar hanyalah melihat secara fisik secukupnya, tidak berlebihan dan tidak menikmati ketampanan atau kecantikannya.
Poin berikutnya yakni nadzhar hanya dilakukan jika telah serius akan menikah dari kedua pihak. Artinya, proses mengenal pribadi dan mencari informasi telah dilakukan dengan baik dan masing-masing meyakini si calon merupakan pasangan yang tepat untuk dinikahi. Pastikan nadzhar hanyalah memastikan secara fisik agar tak menyesal di kemudian hari. Adapun poin ke empat yakni nadzhar hanya melihat fisik yang biasa terlihat, dan yang kelima yakni tidak melakukan riasan dan wewangian saat nadzhar.
4. Terlalu lama
Kesalahan berikutnya dalam proses taaruf yakni berlama-lama. Seorang hendaknya melakukan taaruf saat benar-benar siap untuk menikah. Jika terlalu lama melakukan proses taaruf, maka ada banyak keburukan yang akan terjadi. Pertama yakni godaan syaithan yang makin menjadi. Kedua, yakni berpotensi menggantungkan si wanita hingga tak bisa terikat dengan pria lain.
Baca juga: Islam Mengubah Mike Tyson Lepas Kecanduan Narkoba dan Alkohol
Seorang yang telah siap untuk menikah pun dianjurkan Rasulullah untuk segera meminang. Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).” (HR. Al Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
5. Bebas Berkomunikasi
Di zaman teknologi sekarang ini, seorang yang tengah bertaaruf sangat mudah berkomunikasi. Bukan hanya telepon, sekedar chat dan posts-like-comment di media sosial pun bisa menjadi sarana yang perlu diwaspadai. Karena hal tersebut termasuk dalam sarana yang menjerumuskan pada kesalahan proses taaruf.
Baca juga: Terbukti Korupsi, Wali Kota Tasikmalaya Nonaktif Divonis 1 Tahun Penjara
Chat memang nampak sepele. Namun ingatlah firman Allah, “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.” (QS. An Nisa’: 28). Awalnya bisa jadi hanya menanyakan biodata saja. Namun lama-kelamaan chat itu bisa melebar dan menjangkiti penyakit hati. Awalnya hanya mengirimkan nasihat dan dalil. Lama kelamaan ingin tahu kabarnya setiap hari, lalu ingin mendengar suaranya, ingin bertemu, dan seterusnya.
Wallahu A'lam
Poin berikutnya yakni nadzhar hanya dilakukan jika telah serius akan menikah dari kedua pihak. Artinya, proses mengenal pribadi dan mencari informasi telah dilakukan dengan baik dan masing-masing meyakini si calon merupakan pasangan yang tepat untuk dinikahi. Pastikan nadzhar hanyalah memastikan secara fisik agar tak menyesal di kemudian hari. Adapun poin ke empat yakni nadzhar hanya melihat fisik yang biasa terlihat, dan yang kelima yakni tidak melakukan riasan dan wewangian saat nadzhar.
4. Terlalu lama
Kesalahan berikutnya dalam proses taaruf yakni berlama-lama. Seorang hendaknya melakukan taaruf saat benar-benar siap untuk menikah. Jika terlalu lama melakukan proses taaruf, maka ada banyak keburukan yang akan terjadi. Pertama yakni godaan syaithan yang makin menjadi. Kedua, yakni berpotensi menggantungkan si wanita hingga tak bisa terikat dengan pria lain.
Baca juga: Islam Mengubah Mike Tyson Lepas Kecanduan Narkoba dan Alkohol
Seorang yang telah siap untuk menikah pun dianjurkan Rasulullah untuk segera meminang. Rasulullah bersabda, “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menekan syahwatnya (sebagai tameng).” (HR. Al Bukhari, Muslim, Tirmidzi).
5. Bebas Berkomunikasi
Di zaman teknologi sekarang ini, seorang yang tengah bertaaruf sangat mudah berkomunikasi. Bukan hanya telepon, sekedar chat dan posts-like-comment di media sosial pun bisa menjadi sarana yang perlu diwaspadai. Karena hal tersebut termasuk dalam sarana yang menjerumuskan pada kesalahan proses taaruf.
Baca juga: Terbukti Korupsi, Wali Kota Tasikmalaya Nonaktif Divonis 1 Tahun Penjara
Chat memang nampak sepele. Namun ingatlah firman Allah, “Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah.” (QS. An Nisa’: 28). Awalnya bisa jadi hanya menanyakan biodata saja. Namun lama-kelamaan chat itu bisa melebar dan menjangkiti penyakit hati. Awalnya hanya mengirimkan nasihat dan dalil. Lama kelamaan ingin tahu kabarnya setiap hari, lalu ingin mendengar suaranya, ingin bertemu, dan seterusnya.
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :