Maut adalah Pemberi Nasihat Terbesar, Begini Kata Orang-Orang Bijak

Selasa, 09 Maret 2021 - 14:07 WIB
loading...
A A A
Abu Darda', seorang sahabat besar, memberi nasihat, “Ada tiga hal yang membuatku tertawa, dan tiga hal yang membuatku menangis. Yang membuatku tertawa adalah orang yang mengharap dunia padahal maut mengintainya, orang yang melalaikan yang tak dapat dilalaikan (maut), dan orang yang tertawa lepas padahal ia tak tahu apakah Allah rida padanya atau murka.

Tiga hal yang membuatku menangis adalah berpisah dengan orang-orang yang tercinta, Muhammad SAW dan golongannya, kesulitan-kesulitan saat sakaratul maut, dan berdiri di hadapan Allah pada hari ketika yang tersembunyi menjadi jelas, kemudian tak tahu menuju surga atau neraka.”

Abu Darda' (Dalam riwayat lain: Abu Dzar) berkata, “Kalian lahir untuk mati, kalian memakmurkan untuk kehancuran, kalian berambisi mengejar yang fana namun meninggalkan yang baka.” (lihat Ibn al-Mubarak, Az Zuhd wa ar[Raqa'iq")

Imam Qurthubi memberi nasihat dan peringatan:

Mana harta yang kau kumpulkan? Mana yang kau persiapkan untuk keadaan-keadaan yang sulit dan menakutkan? Pada saat maut menjemput, semua yang ada di tanganmu jadi kosong melompong. Kekayaan dan kemuliaanmu berubah menjadi kefakiran dan kehinaan. Bagaimanakah kau nanti jadinya, hai pembeli dosa-dosa yang terhempas dari keluarga dan rumahnya?

Jalan petunjuk telah tampak bagimu. Betapa sedikitnya perhatianmu untuk membawa bekal bagi perjalanan jauhmu dan situasimu yang sulit dan berat. Apakah kau tak tahu, wahai orang yang tertipu, bahwa pasti kau pergi menuju hari yang sangat berat keadaannya, dan hari itu ucapan seseorang jadi tidak berguna. Apa yang telah diperbuat oleh tangan dan kedua kaki, apa yang diucap oleh mulut dan diperbuat oleh anggota tubuhmu akan disodorkan kepadamu di hadapan Sang Raja Diraja. Jika Allah menyayangimu, maka kau ke suga, namun bila tidak, pasti ke neraka.

Wahai jiwa yang lalai dari keadaan-kcadaan ini, sampai kapan kelalaian dan kelambananmu? Apa kau kira masalah ini kecil? Apa kau sangka hal ini remeh? Kau kira keadaan sekarang akan membantumu saat tiba hari kepergianmu, atau hartamu dapat menyelamatkanmu saat amal-amalmu menghancurkanmu atau rasa sesal cukup bagimu saat kakimu tergelincir (di atas Shirath), atau kelompokmu akan mengasihanimu di padang mahsyar? Sekali-kali tidak. Demi Allah, buruk sekali persangkaanmu itu. Kau harus mengetahui, kau tak puas dengan hidup berkecukupan, tidak kenyang dari yang haram, tidak mendengar nasihat, dan tidak takut dengan ancaman.

Kebiasaanmu adalah berkubang dengan hawa nafsu, dan terjerumus ke dalam kegelapan. Kau bangga dan takjub dengan harta yang kau timbun, dan tak ingat apa yang akan kau hadapi. Wahai yang tidur dalam kelalaian dan yang terjaga dalam keterpurukan, sampai kapankah kelalaian dan kelambananmu ini? Apa kau kira kau akan dibiarkan begitu saja dan tidak dihisab esok hari? Apa kau sangka maut menerima sogokan?

Sekali-kali tidak, demi Allah! Maut tak dapat ditolak dengan harta dan anak cucu. Tak berguna kecuali amal yang baik.

Beruntunglah orang yang mendengar dan sadar, melaksanakan apa yang didakwahkan, menahan diri dari hawa nafsu, tahu bahwa orang yang beruntung adalah orang yang memelihara diri (dari dosa), dan tahu bahwa manusia tidak memiliki apa pun kecuali yang diusahakannya, dan usahanya itu akan diperlihatkan.

Berhati-hatilah terhadap orang-orang yang tidur ini! Jadikanlah amal saleh sebagai bekal! Jangan kau khayalkan suga, sementara kau berkubang dalam dosa dan melakukan perbuatan orang-orang jahat! Selalulah merasa diawasi (muraqabah) Allah dalam kesunyian, jangan tertipu oleh angan-angan, dan berzuhudlah! Mereka mendendangkan syair:

Berbekallah untuk perjalanan ke tempat kembali
Berdirilah karena Allah dan beramallah dengan bekal yang terbaik
Jangan kau menumpuk harta dunia, sebab harta yang dikumpulkan akan sirna
Apakah kau mau berada di samping orang-orang yang
memiliki bekal, sedangkan kau sendiri tidak berbekal?

Penyair yang lain mengatakan:

Jika kau tak pergi dengan bekal takwa
dan setelah mati bertemu dengan orang yang telah berbekal
Kau kan menyesal karena tidak seperti dirinya
sebab dulu kau tidak waspada sebagaimana ia waspada!”

Baca juga: Begini Ngerinya Azab Kubur Bagi Orang yang Dusta, Zina, dan Riba
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
5 Golongan Ini Mendapatkan...
5 Golongan Ini Mendapatkan Derajat Mati Syahid, Siapa Saja Mereka?
Ayat-ayat Al Quran Tentang...
Ayat-ayat Al Quran Tentang Ajal dan Kematian, Kaum Muslim Wajib Tahu
Kumpulan Ayat-ayat Al...
Kumpulan Ayat-ayat Al Quran Tentang Kematian, Simak di Sini!
6 Faedah dan Keutamaan...
6 Faedah dan Keutamaan Mengingat Kematian, Kaum Muslim Wajib Tahu!
10 Sebab Kematian Husnul...
10 Sebab Kematian Husnul Khatimah, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Mitos Gagak si Burung...
Mitos Gagak si Burung Kematian, Bagaimana Menurut Islam?
Rekomendasi
Sesuatu yang Tidak Biasa...
Sesuatu yang Tidak Biasa Terjadi di Struktur Alam Semesta
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht...
Ilmuwan Ungkap Sa-Nakht Firaun Raksasa yang Tak Pernah Tercatat dalam Sejarah
Fenomena Cahaya Aneh...
Fenomena Cahaya Aneh Berwarna-warni Terlihat di Langit Kanada
Artikel Terkini
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Infografis
Orang Bodoh Diangkat...
Orang Bodoh Diangkat Jadi Pemimpin Adalah Salah Satu Tanda Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved